Dear Sanita,
Saran saya kalau mau memulai diskusi yang akan mengarah pada debat panas 
khususnya mengenai doktrin seperti makanan, sebaiknya harus mempersiapkan 
diri.
Sehubungan dengan Roma 14 kita harus tahu bahwa Orang-orang Yahudi 
menyembah hanya Allah saja, mereka tidak percaya adanya ilah-ilah yang 
lain.  Sementara orang-orang Kristen nonYahudi berasal dari agama 
penyembah ilah-ilah yang banyak jumlahnya.  Di zaman itu semua hewan yang 
akan dijual dagingnya di pasar, apakah itu hewan halal ataupun hewan 
haram, sebelum disembelih hewan-hewan itu terlebih dahulu dipersembahkan 
kepada berhala-berhala mereka.

Bagi orang-orang Yahudi yang hanya menyembah Allah saja, dan tidak percaya 
adanya berhala-berhala menganggap bahwa daging yang dipersembahkan kepada 
berhala itu sama saja dengan dipersembahkan kepada sesuatu yang tidak ada. 
 Jadi kalau mau dibeli dan dimakan tidak apa-apa, karena berhala itu tidak 
ada. Sudah barang tentu yang dibeli dan dimakan oleh orang-orang Yahudi 
adalah daging binatang yang halal, bukan yang haram.  Sampai detik ini 
orang Yahudi tidak akan memakan daging binatang yang haram.  Mereka inilah 
kelompok orang Kristen yang disebut:  ”orang yang kuat iman” yaitu orang 
Yahudi yang telah menjadi Kristen.

Sementara itu orang-orang Kristen nonYahudi yang berasal dari kekafiran 
dan masih percaya adanya berhala-berhala tidak mau membeli ataupun memakan 
daging-daging halal sekalipun yang telah dipersembahkan kepada berhala, 
mereka memilih untuk memakan sayur-sayuran saja.  Mereka inilah kelompok 
orang Kristen yang disebut ”orang yang lemah iman”  Akibatnya terpecahlah 
orang-orang Kristen waktu itu.  Kelompok orang-orang Yahudi Kristen yang 
kuat iman ini yang memakan daging halal namun yang sudah dipersembahkan 
kepada berhala menjadi batu sandungan bagi kelompok orang-orang non Yahudi 
Kristen yang tidak mau makan daging binatang halal sekalipun yang sudah 
dipersembahkan kepada berhala. Untuk memulihkan persatuan di antara mereka 
Rasul Paulus menulis surat kepada orang Kristen yang ada di Korintus dan 
yang di Roma.

Sebagai contoh, ada hari-hari raya tertentu keluarga-keluarga orang 
Chinese pergi ke kubur-kubur keluarga mereka yang telah meninggal dunia 
sambil membawa berbagai jenis makanan dan buah-buahan untuk dipersembahkan 
kepada anggota keluarga mereka yang sudah meninggal itu.  Menurut 
kepercayaan mereka bahwa orang-orang yang sudah mati ini masih perlu 
dilayani dengan makanan-makanan dan mereka akan menikmati makanan-makanan 
itu.  Ada banyak orang termasuk orang Kristen sekalipun yang tidak mau 
memakan makanan-makanan yang sudah diberikan kepada orang-orang mati itu, 
mereka masih percaya berbagai macam ketakhyulan, mereka inilah yang 
termasuk dalam kelompok orang-orang yang ”lemah iman” Begitu 
keluarga-keluarga orang Chinese ini meninggalkan makam itu serta 
meninggalkan segala macam makanan itu, datanglah anak-anak gembala yang 
ada di sekitar tempat itu dan berebutan mengambil dan memakan makanan yang 
ditinggalkan disitu.  Mereka tidak takut memakan makanan-makanan itu, 
mereka tidak percaya bahwa orang mati bisa makan, jadi mereka berebutan 
memakannya, mereka inilah yang termasuk dalam kelompok orang-orang yang 
”kuat iman”.

Kembali ke masalah makanan, Dalam Alkitab tidak dijelaskan bahwa makanan 
yang najis menjadi tidak najis setelah didoakan. Makanan yang haram 
menjadi tidak haram setelah didoakan. Makanan yang membahayakan tubuh kita 
apalagi kita sudah tahu bahayanya memakan yang tidak cocok dengan sistem 
metabolisme tubuh kita dan kita memakannya, itu sama halnya dengan kita 
memakan  racun dan kita mencobai Tuhan apakah Tuhan akan membuat makanan 
itu tidak beracun dengan berdoa padahal Tuhan sudah melarang memakan 
makanan ang haram karena Dia tahu makanan itu tidak cocok untuk dimakan 
manusia dan Dialah yang tahu apa yang cocok untuk kita makan.

Dunia medis semakin banyak yang tahu bahwa dalam makanan yang diharamkan 
seperti yang ditulis dalam Alkitab ternyata memang tidak cocok untuk 
dikonsumsi manusia. Orang di kampung-kampung tertentupun semakin tidak mau 
memakan belut yang memang adalah haram karena melihat mereka yang hobi 
makan belut dalam jangka waktu tertentu mengalami penurunan kesehatan yang 
sangat drastis karena mereka meyakini dalam tubuh belut terdapat racun 
yang bila terakumulasi akan sangat membahayakan kesehatan.

Ayat lain yang sering dipertanyakan adalah Matius 15 : 11 yang merupakan 
satu bagian dari Matius 15 : 1 – 20 dan ayat-ayat tersebut paralel dengan 
Markus 7 : 1 – 23. Sama seperti ketika Yesus berbicara ketika itu dimana 
ada begitu banyak orang termasuk para ahli Taurat yang tidak bisa 
menangkap makna yang sebenarnya, begitu juga saat ini ada begitu banyak 
yang tidak bisa menangkap makna yang sebenarnya dari karta-kata Yesus 
tersebut. 

Kalau kita telaah lebih dalam, dua pasal tersebut sama-sama membahas pokok 
yang sama yaitu tentang Perintah Allah dan Adat Istiadat Yahudi. Ayat-ayat 
tersebut tidak membahas tentang makanan yang halal dan yang haram 
melainkan mengenai cara makan yang dituntut oleh adat istiadat orang 
Yahudi yang dijunjung tinggi oleh orang Yahudi melebihi dari perintah 
Allah (Markus 7:1-9).

Lebih jelas hal ini bisa dilihat pada Markus 7:19b. "karena bukan masuk ke 
dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu di buang di jamban? Dengan 
demikian Ia menyatakan semua makanan halal". Dalam bahasa Gerika o t i o u 
k e i s p o r e u e t a i a u t o u e i V t h n k a r d i a n a l l ¢ k o 
i l i a n , k a i e i V t o n a f e d r w n a e k p o r e u e t a i , k a 
q a r i z w n p a n t a t a b r w m a t a ; (oti ouk eisporeuetai autou 
eiV thn kardian all¢ koilian, kai eiV ton afedrwna ekporeuetai, kaqarizwn 
panta ta brwmata). Dalam terjemahan King James Version [KJV] "Because it 
entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the 
draught, purging all meats?" Jika kita bandingkan tiga terjemahan di atas 
maka kalimat "Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal" yang 
terdapat di terjemahan LAI tidak kita temukan di KJV dan bahasa Gerika. 
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kalimat "Dengan demikian Ia 
menyatakan semua makanan halal" tidak seharusnya ada dalam terjemahan 
Lembaga Alkitab Indonesia [LAI]. Kalimat tersebut nampaknya merupakan 
penafsiran bukan terjemahan karena dasar bahasa aslinya (Gerika) tidak 
mendukung. Jika Terjemahan bahasa Indonesia ini tidak dikoreksi maka hal 
itu dapat membingungkan banyak orang khususnya mereka yang tidak 
memperhatikan bahasa aslinya. Meskipun demikian umat Tuhan tidak perlu 
bingung mengartikan kalimat tersebut sebab kalimat tersebut tidak 
menyebutkan bahwa "semua daging haram adalah halal". Sebab daging haram 
bukanlah makanan. Alkitab tidak pernah menggunakan istilah "makanan 
haram". Maksudnya ialah bahwa semua makanan (bahasa Gerika bromata) yang 
halal tidak menjadi haram walaupun dimakan dengan cara tidak membasuh 
tangan terlebih dahulu. 

Sebenarnya terjemahan di atas "Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan 
halal" tidak ada masalah karena memang semua makanan (yang diizinkan Tuhan 
untuk dimakan) adalah halal. Sebab daging haram bukanlah makanan karena 
Tuhan sudah melarang umatNya untuk memakan semua daging haram. Namun bisa 
juga orang lain mengartikan ayat di atas bahwa semua yang dapat dimakan 
adalah halal karena terjemahan LAI yang kurang akurat.. Jadi pada intinya 
ayat-ayat tersebut sama sekali tidak menghilangkan larangan Tuhan untuk 
tidak memakan yang haram.

rgds,

Herschel  
----- Original Message ----- 
From: Mardianto H. Marpaung 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Cc: 'sanita rebeca' 
Sent: Monday, December 03, 2007 9:00 AM
Subject: [Pemuda Advent] FW: {Disarmed} Fwd: Bls: [Gobatak] Kenapa Babi 
Itu Haram?? ??

Dear all,
Mungkin dari antara kita ada yang dapat membantu teman kita ini. Terima 
kasih dan Tuhan memberkati!
Best regards,
Mardianto H. Marpaung

From: sanita rebeca [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, November 29, 2007 4:46 PM
To: mardianto; Imam; magdalena.ellen Sitohang; Diana Napitupulu; dame 
gultom
Subject: {Disarmed} Fwd: Bls: [Gobatak] Kenapa Babi Itu Haram?? ??
Bagaimana Tanggapan kita jika kita sebagai seorang Advent mendapatkan 
E-mail seperti ini?????

Note: forwarded message attached.
  

.

Kirim email ke