Dear bro Herschel Nayoan,

 

Terima kasih banyak untuk penjelasannya. Semoga dapat menjadi bekal tambahan 
pengetahuan bagi sdri. Sanita yang membutuhkannya dan kita sekalian.

 

Selamat bekerja dan Tuhan memberkati!

 

 

Best regards,

Mardianto H. Marpaung

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 03, 2007 11:21 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: {Disarmed} [Pemuda Advent] FW: {Disarmed} Fwd: Bls: [Gobatak] Kenapa 
Babi Itu Haram?? ??

 


Dear Sanita, 
Saran saya kalau mau memulai diskusi yang akan mengarah pada debat panas 
khususnya mengenai doktrin seperti makanan, sebaiknya harus mempersiapkan diri. 
Sehubungan dengan Roma 14 kita harus tahu bahwa Orang-orang Yahudi menyembah 
hanya Allah saja, mereka tidak percaya adanya ilah-ilah yang lain.  Sementara 
orang-orang Kristen nonYahudi berasal dari agama  penyembah ilah-ilah yang 
banyak jumlahnya.  Di zaman itu semua hewan yang akan dijual dagingnya di 
pasar, apakah itu hewan halal ataupun hewan haram, sebelum disembelih 
hewan-hewan itu terlebih dahulu dipersembahkan kepada berhala-berhala mereka. 

Bagi orang-orang Yahudi yang hanya menyembah Allah saja, dan tidak percaya 
adanya berhala-berhala menganggap bahwa daging yang dipersembahkan kepada 
berhala itu sama saja dengan dipersembahkan kepada sesuatu yang tidak ada.  
Jadi kalau mau dibeli dan dimakan tidak apa-apa, karena berhala itu tidak ada. 
Sudah barang tentu yang dibeli dan dimakan oleh orang-orang Yahudi adalah 
daging binatang yang halal, bukan yang haram.  Sampai detik ini orang Yahudi 
tidak akan memakan daging binatang yang haram.  Mereka inilah kelompok orang 
Kristen yang disebut:  ”orang yang kuat iman” yaitu orang Yahudi yang telah 
menjadi Kristen. 

Sementara itu orang-orang Kristen nonYahudi yang berasal dari kekafiran dan 
masih percaya adanya berhala-berhala tidak mau membeli ataupun memakan 
daging-daging halal sekalipun yang telah dipersembahkan kepada berhala, mereka 
memilih untuk memakan sayur-sayuran saja.  Mereka inilah kelompok orang Kristen 
yang disebut ”orang yang lemah iman”  Akibatnya terpecahlah orang-orang Kristen 
waktu itu.  Kelompok orang-orang Yahudi Kristen yang kuat iman ini yang memakan 
daging halal namun yang sudah dipersembahkan kepada berhala menjadi batu 
sandungan bagi kelompok orang-orang non Yahudi Kristen yang tidak mau makan 
daging binatang halal sekalipun yang sudah dipersembahkan kepada berhala. Untuk 
memulihkan persatuan di antara mereka Rasul Paulus menulis surat kepada orang 
Kristen yang ada di Korintus dan yang di Roma. 

Sebagai contoh, ada hari-hari raya tertentu keluarga-keluarga orang Chinese 
pergi ke kubur-kubur keluarga mereka yang telah meninggal dunia sambil membawa 
berbagai jenis makanan dan buah-buahan untuk dipersembahkan kepada anggota 
keluarga mereka yang sudah meninggal itu.  Menurut kepercayaan mereka bahwa 
orang-orang yang sudah mati ini masih perlu dilayani dengan makanan-makanan dan 
mereka akan menikmati makanan-makanan itu.  Ada banyak orang termasuk orang 
Kristen sekalipun yang tidak mau memakan makanan-makanan yang sudah diberikan 
kepada orang-orang mati itu, mereka masih percaya berbagai macam ketakhyulan, 
mereka inilah yang termasuk dalam kelompok orang-orang yang ”lemah iman” Begitu 
keluarga-keluarga orang Chinese ini meninggalkan makam itu serta meninggalkan 
segala macam makanan itu, datanglah anak-anak gembala yang ada di sekitar 
tempat itu dan berebutan mengambil dan memakan makanan yang ditinggalkan 
disitu.  Mereka tidak takut memakan makanan-makanan itu, mereka tidak percaya 
bahwa orang mati bisa makan, jadi mereka berebutan memakannya, mereka inilah 
yang termasuk dalam kelompok orang-orang yang ”kuat iman”. 

Kembali ke masalah makanan, Dalam Alkitab tidak dijelaskan bahwa makanan yang 
najis menjadi tidak najis setelah didoakan. Makanan yang haram menjadi tidak 
haram setelah didoakan. Makanan yang membahayakan tubuh kita apalagi kita sudah 
tahu bahayanya memakan yang tidak cocok dengan sistem metabolisme tubuh kita 
dan kita memakannya, itu sama halnya dengan kita memakan  racun dan kita 
mencobai Tuhan apakah Tuhan akan membuat makanan itu tidak beracun dengan 
berdoa padahal Tuhan sudah melarang memakan makanan ang haram karena Dia tahu 
makanan itu tidak cocok untuk dimakan manusia dan Dialah yang tahu apa yang 
cocok untuk kita makan. 

Dunia medis semakin banyak yang tahu bahwa dalam makanan yang diharamkan 
seperti yang ditulis dalam Alkitab ternyata memang tidak cocok untuk dikonsumsi 
manusia. Orang di kampung-kampung tertentupun semakin tidak mau memakan belut 
yang memang adalah haram karena melihat mereka yang hobi makan belut dalam 
jangka waktu tertentu mengalami penurunan kesehatan yang sangat drastis karena 
mereka meyakini dalam tubuh belut terdapat racun yang bila terakumulasi akan 
sangat membahayakan kesehatan. 

Ayat lain yang sering dipertanyakan adalah Matius 15 : 11 yang merupakan satu 
bagian dari Matius 15 : 1 – 20 dan ayat-ayat tersebut paralel dengan Markus 7 : 
1 – 23. Sama seperti ketika Yesus berbicara ketika itu dimana ada begitu banyak 
orang termasuk para ahli Taurat yang tidak bisa menangkap makna yang 
sebenarnya, begitu juga saat ini ada begitu banyak yang tidak bisa menangkap 
makna yang sebenarnya dari karta-kata Yesus tersebut. 

Kalau kita telaah lebih dalam, dua pasal tersebut sama-sama membahas pokok yang 
sama yaitu tentang Perintah Allah dan Adat Istiadat Yahudi. Ayat-ayat tersebut 
tidak membahas tentang makanan yang halal dan yang haram  melainkan mengenai 
cara makan yang dituntut oleh adat istiadat orang Yahudi yang dijunjung tinggi 
oleh orang Yahudi melebihi dari perintah Allah (Markus 7:1-9). 

Lebih jelas hal ini bisa dilihat pada Markus 7:19b. "karena bukan masuk ke 
dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu di buang di jamban? Dengan demikian 
Ia menyatakan semua makanan halal". Dalam bahasa Gerika o t i o u k e i s p o r 
e u e t a i a u t o u e i V t h n k a r d i a n a l l * k o i l i a n , k a i e 
i V t o n a f e d r w n a e k p o r e u e t a i , k a q a r i z w n p a n t a t 
a b r w m a t a ; (oti ouk eisporeuetai autou eiV thn kardian all¢ koilian, kai 
eiV ton afedrwna ekporeuetai, kaqarizwn panta ta brwmata). Dalam terjemahan 
King James Version [KJV] "Because it entereth not into his heart, but into the 
belly, and goeth out into the draught, purging all meats?" Jika kita bandingkan 
tiga terjemahan di atas maka kalimat "Dengan demikian Ia menyatakan semua 
makanan halal" yang terdapat di terjemahan LAI tidak kita temukan di KJV dan 
bahasa Gerika. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kalimat "Dengan demikian 
Ia menyatakan semua makanan halal" tidak seharusnya ada dalam terjemahan 
Lembaga Alkitab Indonesia [LAI]. Kalimat tersebut nampaknya merupakan 
penafsiran bukan terjemahan karena dasar bahasa aslinya (Gerika) tidak 
mendukung. Jika Terjemahan bahasa Indonesia ini tidak dikoreksi maka hal itu 
dapat membingungkan banyak orang khususnya mereka yang tidak memperhatikan 
bahasa aslinya. Meskipun demikian umat Tuhan tidak perlu bingung mengartikan 
kalimat tersebut sebab kalimat tersebut tidak menyebutkan bahwa "semua daging 
haram adalah halal". Sebab daging haram bukanlah makanan. Alkitab tidak pernah 
menggunakan istilah "makanan haram". Maksudnya ialah bahwa semua makanan 
(bahasa Gerika bromata) yang halal tidak menjadi haram walaupun dimakan dengan 
cara tidak membasuh tangan terlebih dahulu. 

Sebenarnya terjemahan di atas "Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan 
halal" tidak ada masalah karena memang semua makanan (yang diizinkan Tuhan 
untuk dimakan) adalah halal. Sebab daging haram bukanlah makanan karena Tuhan 
sudah melarang umatNya untuk memakan semua daging haram. Namun bisa juga orang 
lain mengartikan ayat di atas bahwa semua yang dapat dimakan adalah halal 
karena terjemahan LAI yang kurang akurat.. Jadi pada intinya ayat-ayat tersebut 
sama sekali tidak menghilangkan larangan Tuhan untuk tidak memakan yang haram. 

rgds, 

Herschel   
----- Original Message ----- 
From: Mardianto H. Marpaung <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ps.com ; Alumnus-UNAI2000an@ 
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> yahoogroups.com ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL 
PROTECTED]> ups.com ; pemuda_advent@ <mailto:[email protected]> 
yahoogroups.com ; Sahabat-Advent@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]> googlegroups.com ; 
pathfinder-medan@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]> googlegroups.com 
Cc: 'sanita rebeca' <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
Sent: Monday, December 03, 2007 9:00 AM 
Subject: [Pemuda Advent] FW: {Disarmed} Fwd: Bls: [Gobatak] Kenapa Babi Itu 
Haram?? ?? 

Dear all, 

Mungkin dari antara kita ada yang dapat membantu teman kita ini. Terima kasih 
dan Tuhan memberkati! 

Best regards, 

Mardianto H. Marpaung 

  _____  

From: sanita rebeca [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, November 29, 2007 4:46 PM
To: mardianto; Imam; magdalena.ellen Sitohang; Diana Napitupulu; dame gultom
Subject: {Disarmed} Fwd: Bls: [Gobatak] Kenapa Babi Itu Haram?? ?? 

Bagaimana Tanggapan kita jika kita sebagai seorang Advent mendapatkan E-mail 
seperti ini?????

Note: forwarded message attached. 

  

. 

 

Kirim email ke