teman teman setuju nga seandainya BBm tidak dinaikan, walaupun harga minyak 
dunia sudah mencapai 200 USD ato 15 ribu perliter. Biarkan saja harga BBm di 
indonesia rp 4.500.
Pasti subsidi BBm oleh pemerintah akan membengkak. Tapi subsidi BBm tersebut 
ditarik dari kendaraan pribadi saja Plat hitam dan plat merah .sedangkan plat 
kuning yang merupakan kendaraan umum penumpang jangan ditarik subsidinya.
Caranya adalah setiap kendaraan plat hitam yang akan bayar pajak tiap tiap 
tahun di polda maka diwajibkan membayar dulu iuran subsidi BBm nya .contoh 
mobil kijang diasumsikan rata rata pemakaiannya sehari 5 liter, maka sebulan 
jadi  150 liter pertrahun jadi  1800 liter. maka bersarnya subsidi pemerintah 
kepada tiap tiap mobil kijang adalah  rp 4.000* 1800 liter = rp.7.200.000. Jadi 
tiap tiap tahun mobil kijang akan ditarik subsidi BBm oleh polda sebesar rp 
7.200.000 diluar pajak yang sudah ada, jika subsidi BBm ini belum dibayar maka 
stnk jangan diukeluarkan dulu.
Dengan cara ini yakin jalan jalan ga akan macet. karena orang akan mikir mikir 
punya kendaraan banyak banyak.
Orang orang miskin yang akan naik angkot tariknya ga naik karena angkot ga 
dibebani biaya subsidi BBM.Harga barang barang memang akan bergerak naik, 
tetapi tidak sedrastis kaloBBM dinaikan,lagi pula orang miskin akan terbantu 
setidaknya biaya transfortasi naik angkot ga naik. 
mohon comment nya?
  ----- Original Message ----- 
  From: george william 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, May 27, 2008 7:39 PM
  Subject: [Pemuda Advent] Re: nasib si paidjo


  setelah membaca memang susah betul nasib negara kita saaat ini
  tapi kalau kita lihat, harga bbm dunia jg naik,
  tadi saya sempat hitung harga bbm di US dan Indonesia
  harga premium di indonesia itu senilai 6000,oo rupiah
  klo di US sekitar 11000,oo rupiah.
  kalau di lihat, negara sudah memsubsidi sekitar 4000 rupiah
  daripada di kasih melalui blt, knapa tidak membuka lapangan pekerjaan 
  baru saja?!
  betul tidak kaka2??
  kalau misalnya 1 hari negra bisa memsubsidi sekitar 500.juta, 
  alangkah lebih baik digunakan untuk bikin usaha baru?!

  terima kasih...

  =)

  --- In [email protected], "Darmawan Triosa" 
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Paidjo adalah seorang petani beranak satu dan beristri satu. 
  penghasilannya sebulan hanya rp 1.000.000(baca cetiaw) dari 
  penghasilan yang cetiaw itu paidjo harus membeli sembako(beras,lauk 
  pauk dll) sekitar rp.700.000 agar dapurnya tetap ber-asap. Sisanya 
  yang rp.300.000 untuk keperluan bayar kontrakan, bayar listrik,air 
  transportasi anak nya sekolah, dll.
  > menu harian Paidjo dari anggaran yang rp.700.000 ribu sebulan masih 
  bisa kebeli 25 kg beras, lauk pauk tahu tempe minyak goreng,sabun dll.
  > 
  > Hati Paidjo berbunga bunga tatkala namanya tercantum dalam daftar 
  penerima BLT(bantuan langsung Tunai) dengan asumsi penghasilan 
  menjadi rp. 1.100 000( rp 1,000.000 + rp.100.000) karena pemerintah 
  akan menaikan BBM dan sebagai kompensasinya paidjo mendapat perbaikan 
  likwiditas rp 100.000 dari pemerintah.tiap tiap bulan selama tiga 
  bulan
  > Pemerintah mengatakan Paidjo akan diuntungkan dengan adanya 
  kenaikan BBM.
  > Setelah BBm dinaikan Blt dibagikan si Paidjo pusing tujuh 
  keliling,pasalnya harga beras, harga tahu- tempe,cabe bawang, minyak 
  goreng dan lain lain produk sembako naik melejit tajam sekitar 20 
  % .jadi untuk mempertahankan kebutuhan Paidjo sebulan yang rp 
  700.000 sudah tidak cukup lagi dengan jumlah itu, rata rata produk 
  sembako naik tidak kurang dari 20 %,jadi sipaidjo harus mengeluarkan 
  rp 840.000( rp 700,000 x 1, 20 %) sebulan 
  > untuk keperluan trasportasi .Pemerintah meminta angkutan umum tidak 
  boleh naik lebih dari maksimal 15 %, akan tetapi di lapangan 
  angkutan umum sudah menaikan terlebih dahulu ,ada yang menaikan 
  sampai dengan 30 %.
  > jika transfortasi naik 15 % maka pengeluaran paidjo untuk 
  transfortasi naik menjadi rp 115.000( rp 100.000+15.000)
  > masih sisa rp.200.000 untuk keperluan listrik,air,kontrakan dll 
  yang sementara belum naik,tapi pasti akan naik lambat laun
  > Dari skenario diatas....kebutuhan dapur Paidjo sebelum BBm 
  dinaikan dan sebelum mendapat BLT,rp 1.000.000 masih bisa membeli 25 
  kg beras lauk pauk dll.Tetapi setelah BBm naik dan Blt dibagikan 
  kebutuhan Paidjo sebulan tidak cukup lagi dengan rp .1.000.000 tetapi 
  sudah menjadi rp 1.155.000.penghasilan paidjo cuma rp 1.100.000
  (setelah mendapat BLT).jadi Paidjo masih harus berjuang keras agar 
  dapurnya masih cukup berasap,
  > Sambil duduk termenung Paidjo terngiang ngiang ,masih teringat 
  wapres Jusuf Kala mengatakan orang miskin akan diuntungkan dengan 
  kenaikan BBm dan bantuan BLT.
  > Belum selesai masalah ini dibulan ke empat BLT sudah tidak 
  dibagikan lagi,karena BLT hanya dibagikan selama tiga bulan , Lalu 
  bagaimana nasib paidjo???? di bulan keempat penghasilannya turun 
  lagi menjadi rp 1.000.000 sedangkan harga barang barang sudah kadung 
  melambung tinggi dan tidak mungkin akan turun lagi,nga peduli apakah 
  sipaidjo tidak terima BLT lagi.
  > Ada jutaan Paidjo diindonesia yang akan mengalami nasib yang sama 
  sehubungan dengan kenaikan BBM, Dan jeritan mereka diharga rp 
  100.000 selama tiga bulan saja, selebihnya silahkan Paidjo berjuang 
  sendiri .
  > 
  > Bagaimana comment Anda???
  >



   

Kirim email ke