Ajakan yang sangat menarik: 
 
Let's think like Christ do....
 
Let's criticize like Christ did...
 
Ada dua kelompok besar dalam soal kritik mengkritik di komunitas GMAHK:
 
1)  Individu/kelompok yang terlalu lantang mengkritik sangat keras yang 
terkadang tidak lagi mengindahkan norma-norma sopan-santun dan bersikap 
menghakimi secara tidak proporsional.    
 
Bagaimanakah Yesus mengkritik?  Yesus selalu memberi kritik (termasuk kritik 
pedas) dengan motif kasih, agar orang yang dikritik bisa berubah.  Nah, sebelum 
dan saat kita mengkritik, tanyakan terlebih dahulu pada hati kecil, apakah 
motif saya?  Membongkar aib seseorang agar semua orang tau kesalahan Tuan Polan 
atau dengan motif kasih agar orang tersebut berubah?  Jika motifnya kasih, 
tentu saja perlu mengikuti nasihat Yesus: tegur empat mata, bawa dua atau tiga 
orang tua-tua jemaat bersama anda untuk menegur, dan kalau tetap tidak berubah, 
bawakan dalam komite sidang.  
 
2) Individu/kelompok yang cenderung berdiam diri saat melihat praktek-praktek 
yang menyimpang.  Orang-orang ini berpikiran bahwa hal itu bukan urusannya atau 
bahwa dirinya tidak pantas mengkritik karena dirinya juga belum sempurna.

Pertanyaan: Di kelompok manakah posisi anda?  Kelompok satu atau kelompok dua?  
Dimanakah seharusnya kita menempatkan diri?  Opsi 1 atau opsi 2?  Atau adakah 
opsi lain?
 
Mari kita kembali ke:  Think as Christ do and criticize as He did
 
Apakah Kristus berdiam diri saat praktek-praktek menyimpang terjadi di 
kaabah/gereja? Tidak sama sekali.  
 
Yesus mengkritik tatacara memelihara Sabat yang diajarkan dan dipraktekkan 
Imam-imam, 
Yesus mengkritik para pemimpin agama yang tidak mempraktekkan kasih dengan 
benar lewat perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, 
Yesus mengkritik kemunafikan dan kesombongan para pemimpin jemaat dan 
orang-orang kaya lewat kisah doa seorang janda dan doa seorang  tokoh penting 
di kaabah,
Yesus mengkritik dan mengobrak-abrik kebobrokan moral para imam Yahudi serta 
jemaat saat mengobrak-abrik jualan para pedagang di halaman kaabah, 
Yesus mengkritik pedas orang-orang kaya saat mengatakan bahwa lebih mudah bagi 
seekor unta masuk lewat lobang jarum daripada seorang kaya masuk dalam kerajaan 
sorga,
Yesus mengkritik Nikodemus (tokoh agama) dengan mengatakan bahwa dia harus 
dilahirkan kembali
Yesus mengkritik moralitas dan kemunafikan pimpinan dan anggota jemaat saat 
mereka hendak melempari seorang wanita berzinah.  Beberapa referensi mengatakan 
bahwa Yesus menuliskan di tanah daftar dosa-dosa mereka.
Contoh-contoh bagaimana Yesus mengkritik bisa sangat panjang jika diteruskan.
 
Yesus menunjukkan teladan bahwa yang salah harus disebut salah alias harus 
ditegur.  Maaf kalau saya tidak ingat ayatnya, namun ada ayat yang menyebutkan 
bahwa apabila seseorang kita ketahui bersalah dan kita tidak menegurnya maka 
orang itu akan dihukum karena kesalahannya tapi kita yang tidak menegurnyapun 
akan dituntut pertanggungjawaban atas keselamatan orang tersebut.  Tetapi kalau 
kita sudah menegur, maka kita sedang menyelamatkan nyawa kita sendiri.  
Ini berarti bahwa sebagai orang kristen yang baik, menegur seseorang yang 
berbuat salah bukanlah sebuah pilihan yang sama-sama baik.  Menegur adalah 
kewajiban menurut alkitab.
 
Sebagian orang berdalih, janganlah mengkritik kalau diri sendiri juga masih 
punya kekurangan.  Benarkah demikian?  Kita semua punya banyak kekurangan.  
Jika kritik hanya diperbolehkan untuk orang yang hidup suci maka tidak akan 
pernah ada kritik yang diijinkan.  Kritik sangat perlu untuk saling 
mengingatkan, saling membangun dan saling mendukung pertumbuhan iman.
 
Namun, bagi yang tekun mengkritik marilah kita selalu mengingat syarat penting 
yang harus ada saat mengkritik: Tegurlah dengan motif kasih dan sedapat mungkin 
lakukan secara bertahap mulai dari teguran empat mata.
 
Jika bukan dengan motif kasih, jika bukan dengan niat untuk mengingatkan 
seseorang untuk kembali kepada jalan yang benar yang di ridhai Allah, marilah 
kita kunci mulut kita dari mengkritik atau menegur, agar kita jangan berdosa 
terhadap Tuhan dan terhadap saudara seiman kita.
 
Mari Mengkritik (kritik membangun tentunya), Yesus akan datang segera.
 
Salam kasih saudaramu seiman,
 
 
Jhon Sriven
Anggota awam
 

--- On Tue, 12/16/08, Nobel Sutresman <[email protected]> wrote:

From: Nobel Sutresman <[email protected]>
Subject: [PemudaAdvent] Kritik pedas membangkitkan 
Permusuhan??Persahabatan??Perdamaian??Perpecahan??
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 16, 2008, 11:13 PM






itu kalau berpikir seperti dunia..let's think like Christ. kadang2 kita 
mengkritik orang farisi dan orang yahudi yang suka mengkritik kehidupan 
murid-murid Yesus, intinya apa? yaitu untuk menjatuhkan popularitas Yesus dan 
murid2nya. kita mengkritik kehidupan dimana kita sendiri menghidupkan kehidupan 
seperti itu. bagaimana mungkin to live a life like Christ, kalau kita sendiri 
menghidupkan kehidupan penuh kritik. 

Apa yang seharusnya anda dan saya buat ?

Mari kita bangkitkan semangat juang kita untuk memperbaiki organisasi. Tidak 
perlu orang lain tau apa yang terjadi di organisasi kita, sebagai generasi muda 
anda harus memperbaiki mindset anda dulu sebelum anda bisa mengkritik dan 
memberikan masukan. sebenarnya saya pribadi lebih senang masukan daripada 
kritikan. Ide andalah yang harusnya anda kemukakan disini di milis ini, bukan 
kritikan pedas akan apa yang terjadi, melainkan solusi. Apa solusinya. Kalau 
pegawai2 konfrens ada melakukan kesalahan, apa yang seharusnya mereka buat, 
supaya mereka tidak melakukan hal yang sama?? kita bukan hakim agung, kita 
bukan polisi utusan Tuhan. Kita manusia biasa, dan ingat manusia biasa masih 
berdosa. Mohon Kritikan anda, berupa kritikan yg membangun, lebih tepatnya 
masukan dan ide. bukannya malah memaparkan keburukan seseorang, karena kalau 
mau melihat keburukan... akan lebih byk keburukan yg tampak daripada kebaikan. 
sebagai latihan..do it honestly :

1. Tuliskan 20 Kejelekan teman anda
2. Tuliskan 10 Kebaikan yang pernah ia buat pada anda

Mana yang lebih gampang terisi ???

mari cari solusi, ide pengembangan, bukannya memaparkan masalah dan kebobrokan. 
let's build up

Regards,


Nobel - Makassar




2008/12/16 James Maramis <james.maramis@ gmail.com>






Semoga bermanfaat.

salam,
jamz

Menuai Kritik, Menjawab Kritik

"Anda dapat menuliskan apa saja, tapi hanya dengan menerima kritik, 
maka dunia akan tahu bahwa Anda dapat menulis lebih baik lagi."
-- Oliver Goldsmith, penulis dan penyair, 1730-1774

KUPING jadi merah. Mata terasa panas. Hati pun mendidih. Itulah 
gejala saat kritik mengena. Seperti pukulan uppercut mengenai ulu 
hati. Tak enak rasanya. Hasilnya ada dua: kembali bangkit dan 
membenahi semua kekurangan seperti yang dilontarkan dalam kritik. 
Atau sebaliknya, ada yang langsung lunglai, lemas bagaikan tak 
bersendi. Ya, suatu kritik, pedas atau tidak, ternyata tak semua 
orang dapat mengelolanya dengan baik. 

Itulah efek dari kritik. Semua tergantung pada orang yang menerima 
kritik itu. Telinga yang tidak sensitif bisa membuat segalanya 
berantakan. Sekadar menyebut contoh, mengenai apa yang dilakukan 
pelatih sepak bola Steve McClaren. Pelatih Tim Inggris tersebut 
berkali-kali diberi masukan, saran, dan pendapat, namun toh dia 
tetap dablek. Hasilnya, Inggris knock out. Tersisih dari ajang Piala 
Eropa tahun 2008. Akibatnya? Seluruh rakyat Inggris menangis.

Sebaliknya, Raymond Domenech, pelatih sepak bola Prancis begitu 
meresapi kritik yang berhamburan ke arahnya. Tim Ayam Jantan 
asuhannya dikritik tak memiliki kepemimpinan di lapangan hijau. 
Kritik itu ditindaklanjutinya. Dia pun memanggil kembali Zinedine 
Zidane, pemain gaek. Hasilnya sungguh memukau, Tim Perancis melaju 
hingga final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Mari kita kembali ke dunia nyata. Kritik bukanlah hal yang asing 
dalam kehidupan sehari-hari. Bos yang selalu memaksakan kehendak 
tanpa mau menerima masukan dari karyawan, Pemda yang tak mampu 
mengatasi banjir yang terjadi dari tahun ke tahun, atau Walikota 
yang tak juga mampu membenahi jalan yang bopeng, patutlah disembur 
kritik. Tujuannya tentulah mulia, untuk mengubah keadaaan menjadi 
lebih baik. Itulah maksud dan tujuan sesungguhnya dari sebuah 
kritik. 

Apa saja yang di depan mata bisa menjadi bahan kritik. Sampah yang 
menumpuk, kemacetan di jalan, dan semua hal yang terlihat atau 
terdengar. Kritik seperti kripik, renyah dan enak dikunyah, meski 
belum tentu orang lain bisa menerimanya. Apapun kritik dan entah 
dengan cara bagaimanapun kritik itu sampai hingga ke telinga, 
haruslah disikapi dengan bijak.

Bagaimana kalau kita sendiri yang mendapat kritik? Belum tentu kita 
menerima dengan lapang dada. Seorang pembuat film di negeri ini 
shock ketika karyanya dibantai habis oleh seorang wartawan di media 
massa. Upaya yang dibuat berhari-hari, bahkan berminggu-minggu 
akhirnya kandas di tangan seorang kritikus. Salahkah dia kalau 
kemudian mutung? Wajar saja. Namun, seperti mendapatkan pujian, 
menerima kritik merupakan bagian lain dari suatu hasil karya. 
Seperti setelah membuat kue, kita tinggal menunggu ocehan orang: 
enak atau bikin muntah. 

Jadi, apa pun tindakan dan perbuatan yang kita lakukan, sudah 
semestinya akan disertai dengan pendapat pro atau kontra. 
Masalahnya, bagaimana kita bisa mengelola kritik itu menjadi suatu 
penuntun untuk mencapai hasil yang lebih baik atau malah sebaliknya 
bikin kita tengkurap dan ogah bangun lagi. 

Seburuk apa pun kritik yang sampai ke telinga kita, semestinya 
disikapi dengan dua hal. Kritik merupakan bagian dari satu upaya 
penyempurnaan. Dan, ini yang juga penting, rasa sayang dari orang-
orang sekitar kita. Mereka atau entah siapapun itu orangnya, ingin 
kita bisa bertindak lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Tak 
usah sempurna: tapi paling tidak bisa mendekati sesuai dengan kritik 
yang mereka sampaikan.

Kritik merupakan bagian dari proses belajar agar seseorang menjadi 
bertanggung jawab atas tindakan dan ucapannya. Kualitas hidup 
seseorang pada akhirnya juga ditentukan bagaimana ia menanggapi 
kritik tersebut. Karena ia menyadari, bahwa dengan kritik itulah, ia 
dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Menyerap 
kritik yang disampaikan pihak lain, membuat kita juga bisa 
memberikan kritik di lain hari pada orang lain dengan jalan yang 
lebih elegan, dan tentunya, membawa kebaikan untuk semua. Semoga. 
(241108)

Sumber: Menuai Kritik, Menjawab Kritik oleh Sonny Wibisono, penulis, 
tinggal di Jakarta


2008/12/15 Michael Sanprasdo <msanpra...@yahoo. com>














maranatha

sejauh saya mempelajari, bahwa ajaran yang paling sesuai dengan Alkitab ada di 
GMAHK

dan seperti yang saudara james maramis, kita sudah akan lebih mudah untuk 
memberikan
kebenaran yang sebenarnya kepada mereka. karena sejauh yang saya pelajari, 
doktrin
yang paling banyak berbeda dengan kita adalah masalah orang mati. berarti 
beberapa
ajaran yang selama ini susah untuk kita perkenalkan sudah mereka miliki.

--- On Mon, 15/12/08, Nobel Sutresman <nobel...@gmail. com> wrote:

From: Nobel Sutresman <nobel...@gmail. com>

Subject: Re: [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Monday, 15 December, 2008, 3:19 PM









yo bro bro..

PEACE Man.. G Hampir kehilangan iman gw nehh gara2 baca postingan seperti orang 
yang gak kenal TUHAN aja.. untung g rencana mo cabut dari milis model seperti 
ini. Saudara Moderator, apa gak bisa membangun sisi positif dan kenapa kalo 
lihat milis ini lebih banyak sisi negatif ya ??? membuat kita saling 
berprasangka satu sama lain. Ada yang tau pura2 bodoh, ada yang gak tau apa2 
tapi sok tau. intina, belum tentu yang anda sangka itu benar :) kan masih 
sangkaan..PEACE BRO, lihat dari sisi positifnya suatu masalah atau kebusukan 
tidak perlu diungkit2, karena semakin sampah diungkit, akan mencemari udara 
sekitarnya, bukan artinya mentolelir kesalahan tapi berusaha memperbaiki 
kesalahan yang seringkali terjadi, yaitu mengungkit2 kesalahan, kejelekan, 
kebusukan, dari sesuatu yang masih kabar angin, kalo disingkat percaya gosip 
getu lohh..dan kalau misalnya itu benar dan kenyataan, maka seperti kata rasul 
paulus, tegur orang itu empat mata, jgn pake milis
 tegurnya, kita yang di timur gak tau apa2, malah menjatuhkan iman nehh..GBU 
Bro...


2008/12/8 James Maramis <james.maramis@ gmail.com>






mungkin salah satu poin dari sdr Lomboan adalah adanya aliran lain berbakti di 
hari sabat memang menjadi 'lahan empuk' (mengutip email sdr harris budi) untuk 
menginjil akan kebenaran (yang kebetulan dibawa oleh GMAHK). tapi dia juga 
mengingatkan bahwa selama ini organisasi seperti membuka pintu depan lebar2 
tapi juga membuka pintu belakang 'seluas2nya' dengan tindakan beberapa oknum 
pengurus gereja, anggota gereja, dll.
 
mari kita ambil positifnya, memang benar ada beberapa hal yang menjelekan nama 
organisasi, tapi bukan berarti gara2 nila setitik rusak susu sebelanga kan?
 
semoga diskusi ini bisa jadi introspeksi diri buat diri kita masing2, "apakah 
saya si - NILA itu?"

rgrds,
jamz

2008/12/9 harris budi <harrisb...@yahoo. com>










Dgn adanya sekte lain yg berkunjung ke Gerejanya pada setiap hari Sabat, maka 
ini adalah peluang empuk bagi SDA untuk meraup jiwa-jiwa.





From: friendly purba <friendlypurba@ yahoo.com>
To: "msanpra...@yahoo. com" <msanpra...@yahoo. com>
Cc: "pemuda_advent@ yahoogroups. com" <pemuda_advent@ yahoogroups. com>
Sent: Monday, December 8, 2008 6:17:09 PM 

Subject: Re: [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA




Bukn hanya sbg anggota Gmahk sbg syrt ke yg membawa kita masuk sorga.
Tapi kalau GMAHK sebagai greja yang di nubuatkn saya percaya,
marilh kita bangga menjdi advent.. Walau itu bkn satu2nya syarat masuk sorga..
Paling tdak kita sudah di rel yg benar..
Jd walaupn ada sekte yg laen menguduskan Sabat, itu bukn masalh bg kita..
Biarlah orang tsb beribadh menurt yg mereka imani, tp sebisa mungkn ttp kita 
sampaikn kbenaran yg sesungguhnya. .

Yesus brkt: mash bnyk dombaku yg diluar kandang, jd mari kita ttp setia supaya 
domba2 tsbt berolh keselamtn..

Michael Sanprasdo wrote: 
> maksud saya .... sesuai dengan Alkitab, bukan yang lain.  tx. syalom! --- On 
> Sun, 7/12/08, samuel bangngu <say_m...@yahoo. com> wrote: From: samuel 
> bangngu <say_m...@yahoo. com> Subject: Re: [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI 
> MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA To: pemuda_advent@ yahoogroups. com Date: 
> Sunday, 7 December, 2008, 2:39 PM 
> marilah kita hidup seturut dengan ajaran Tuhan Yesus bukan ajaran kita....... 
>   
> Thanks 
> Sammy --- On Sun, 12/7/08, Michael Sanprasdo <msanprasdo@ yahoo. com> wrote: 
> From: Michael Sanprasdo <msanprasdo@ yahoo. com> Subject: Re: [PemudaAdvent] 
> GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA To: pemuda_advent@ 
> yahoogroups. com Date: Sunday, December 7, 2008, 2:26 PM 
> Saat ini sudah banyak di indonesia gereja yang murni merayakan hari sabat, 
> tanpa ada hari ibadah yang lain dan doktrin yang hampir serupa dengan Advent, 
> cth GYS, Isa Almasih, Smyrna, dll. 
> yang paling penting adalah, apakah kita sudah menguduskan hari sabat yang 
> benar, karena banyak juga yang sudah menguduskan sabat sebelum advent. 
> Seventh day Baptis, Yahudi, dll. 
> marilah kita hidup sesuai dengan ajaran kita. 
> New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always 
> wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does!
> New Email names for you! 
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
> Hurry before someone else does! 
> 







Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 

 














      

Kirim email ke