Musuh Yang Mematikan Tujuan

Yesaya 26:3
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah
ia percaya.
 
Beberapa bulan lalu, saya retret dengan beberapa pemain NFL dan NBA.
Banyak dari mereka adalah All-Stars atau All-Pros. Selama
bertahun-tahun, saya mempelajari kepemimpinan dan mencoba mengerti apa
yang memampukan beberapa orang menjadi unggul, sementara orang-orang
lain yang tampaknya lebih berbakat tidak begitu berprestasi. Hanya
duduk-duduk mengobrol dengan beberapa pemain tersebut, saya mendapat
jawaban terbaik yang pernah saya terima untuk pertanyaan itu.
Salah satu istilah yang akan sering Anda dengar sekitar olahraga ialah
"zona". Itu adalah keadaan saat pikiran dan tubuh tampak dalam harmoni
yang sempurna, dan hal itu akan membuat seorang pemain naik ke suatu
tingkat kinerja yang melampaui tingkat biasa. Saat seorang pemain berada
dalam "zona", mereka tampak tidak terhentikan. Saya mulai mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada beberapa pemain tersebut tentang "zona" dan
mereka semua memakai istilah yang sama untuk menerangkannya. Bagi
mereka, pada dasarnya itu adalah keadaan pikiran yang memampukan mereka
menyingkirkan semua gangguan biasa dan berfokus sepenuhnya pada tugas
mereka. Apabila mereka bisa mempertahankan fokus ini, mereka akan
memiliki suatu perasaan bahwa tak ada yang dapat menghentikan, dan
biasanya mereka benar.
  <http://www.jawaban.com/news/userfile/Mematikan-Tujuan_1.jpg>
Kemudian, saya membaca sebuah artikel dalam sebuah majalah yang ditulis
oleh seorang ahli ilmu jiwa yang menggunakan kehidupan profesionalnya
untuk mempelajari olahraga, dan ia pun secara khusus tertarik pada
"zona". Pada dasarnya, ia menerangkannya sebagai "kemampuan untuk
berfokus di bawah tekanan". Yang menarik, faktor-faktor yang
dirasakannya paling mempengaruhi para pemain secara negatif ialah
kemarahan dan ketakutan. 
Penelitian menunjukkan bahwa kemarahan sesaat dapat menguras jumlah
tenaga yang sama dengan berjam-jam kerja keras. Begitu pula, ketakutan
sesaat atau bahkan tiga puluh menit kemarahan halus, atau kekuatiran
umum, dapat menguras jumlah tenaga yang sama dengan kerja keras. Oleh
sebab itu, untuk memasuki "zona", para atlet harus tetap berfokus secara
sempurna pada tugas mereka tanpa menyerah kepada kemarahan atau
ketakutan. Sejauh mana mereka bisa melakukan ini, sejauh itu pula
kemampuan mereka akan menanjak kepada prestasi yang lebih tinggi.
Ini bukan saja berlaku bagi para atlet. Kemarahan dan ketakutan adalah
dua musuh yang paling mematikan dari tujuan atau tugas apapun. Seberapa
banyak energi kita dikuras oleh kemarahan atau ketakutan? Seberapa
banyak pencapaian yang paling berpotensi digelincirkan oleh keengganan
untuk mengampuni atau kepahitan? Seberapa banyak pekerjaan iman yang
besar diselewengkan oleh ketakutan?
  <http://www.jawaban.com/news/userfile/Mematikan-Tujuan_2.jpg> Sama
seperti seorang atlet menjadi bintang saat mereka berbuat yang terbaik
dalam pertandingan-pertandingan terbesar, tindakan iman terbesar adalah
hasil dari kemampuan kita berfokus pada Tuhan dalam masa tekanan besar.
Ini adalah hasil dari belajar berfokus pada-Nya lebih dan lebih lagi
setiap hari. Jika kita tidak melihat Dia dalam perkara-perkara kecil,
kita tidak akan bisa melihat Dia dalam perkara-perkara besar.
Sasaran kita seharusnya bukan hanya melakukan segala sesuatu yang kita
lakukan untuk-Nya, melaihnkan melakukannya bersama-sama dengan-Nya. Jika
kita hidup dengan melihat Dia yang ada di atas segala pemerintah dan
penguasa dan kekuasaan, jika kita menjalani hidup kita dengan berfokus
pada Dia yang begitu penuh kuasa sehingga Dia menopang seluruh alam
semesta dengan kuasa firman-Nya, kita juga akan bangkit melampaui yang
biasa dan hidup dalam alam mukjizat.
Saat ini, sementara Anda di pekerjaan, atau bersama keluarga atau
kawan-kawan, dan muncul sesuatu yang bisa menimbulkan kemarahan atau
mengecilkan hati Anda, pandanglah Tuhan dengan segera. Bertekadlah untuk
tidak membiarkan hidup Anda dikuras habis oleh kemarahan atau ketakutan,
tetapi bahwa Anda akan menggunakan setiap kesempatan untuk bertumbuh
dalam iman dan damai sejahtera Allah. Bertekadlah untuk menjadi alat
Tuhan yang dipakai dalam keadaan tersebut untuk mengimpartasikan iman
dan damai sejahtera kepada orang lain. Hidup Anda akan berubah. Kinerja
Anda akan meningkat melebihi yang Anda bayangkan sebelumnya, bukan
karena Anda berada dalam "zona", melainkan karena Anda tinggal di dalam
Roh.
Sumber : Rick Joyner - 50 Renungan Untuk Membangun Visi Anda
 
 

Kirim email ke