terima kasih sis Rama buat artikelnya. Tuhan memberkati
rgrds, jamz 2008/12/22 Rama Silitonga <[email protected]> > *Musuh* Yang Mematikan Tujuan > > *Yesaya 26:3* > *Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia > percaya.*** > > > > Beberapa bulan lalu, saya retret dengan beberapa pemain NFL dan NBA. Banyak > dari mereka adalah *All-Stars* atau *All-Pros*. Selama bertahun-tahun, > saya mempelajari kepemimpinan dan mencoba mengerti apa yang memampukan > beberapa orang menjadi unggul, sementara orang-orang lain yang tampaknya > lebih berbakat tidak begitu berprestasi. Hanya duduk-duduk mengobrol dengan > beberapa pemain tersebut, saya mendapat jawaban terbaik yang pernah saya > terima untuk pertanyaan itu. > > Salah satu istilah yang akan sering Anda dengar sekitar olahraga ialah > "zona". Itu adalah keadaan saat pikiran dan tubuh tampak dalam harmoni yang > sempurna, dan hal itu akan membuat seorang pemain naik ke suatu tingkat > kinerja yang melampaui tingkat biasa. Saat seorang pemain berada dalam > "zona", mereka tampak tidak terhentikan. Saya mulai mengajukan > pertanyaan-pertanyaan kepada beberapa pemain tersebut tentang "zona" dan > mereka semua memakai istilah yang sama untuk menerangkannya. Bagi mereka, > pada dasarnya itu adalah keadaan pikiran yang memampukan mereka > menyingkirkan semua gangguan biasa dan berfokus sepenuhnya pada tugas > mereka. Apabila mereka bisa mempertahankan fokus ini, mereka akan memiliki > suatu perasaan bahwa tak ada yang dapat menghentikan, dan biasanya mereka > benar. > > Kemudian, saya membaca sebuah artikel dalam sebuah majalah yang ditulis > oleh seorang ahli ilmu jiwa yang menggunakan kehidupan profesionalnya untuk > mempelajari olahraga, dan ia pun secara khusus tertarik pada "zona". Pada > dasarnya, ia menerangkannya sebagai "kemampuan untuk berfokus di bawah > tekanan". Yang menarik, faktor-faktor yang dirasakannya paling mempengaruhi > para pemain secara negatif ialah *kemarahan* dan *ketakutan*. > > Penelitian menunjukkan bahwa kemarahan sesaat dapat menguras jumlah tenaga > yang sama dengan berjam-jam kerja keras. Begitu pula, ketakutan sesaat atau > bahkan tiga puluh menit kemarahan halus, atau kekuatiran umum, dapat > menguras jumlah tenaga yang sama dengan kerja keras. Oleh sebab itu, untuk > memasuki "zona", para atlet harus tetap berfokus secara sempurna pada tugas > mereka tanpa menyerah kepada kemarahan atau ketakutan. Sejauh mana mereka > bisa melakukan ini, sejauh itu pula kemampuan mereka akan menanjak kepada > prestasi yang lebih tinggi. > > Ini bukan saja berlaku bagi para atlet. *Kemarahan dan ketakutan adalah > dua musuh yang paling mematikan dari tujuan atau tugas apapun*. Seberapa > banyak energi kita dikuras oleh kemarahan atau ketakutan? Seberapa banyak > pencapaian yang paling berpotensi digelincirkan oleh keengganan untuk > mengampuni atau kepahitan? Seberapa banyak pekerjaan iman yang besar > diselewengkan oleh ketakutan? > > Sama seperti seorang atlet menjadi bintang saat mereka berbuat yang terbaik > dalam pertandingan-pertandingan terbesar, tindakan iman terbesar adalah > hasil dari kemampuan kita berfokus pada Tuhan dalam masa tekanan besar. Ini > adalah hasil dari belajar berfokus pada-Nya lebih dan lebih lagi setiap > hari. Jika kita tidak melihat Dia dalam perkara-perkara kecil, kita tidak > akan bisa melihat Dia dalam perkara-perkara besar. > > Sasaran kita seharusnya bukan hanya melakukan segala sesuatu yang kita > lakukan untuk-Nya, melaihnkan melakukannya bersama-sama dengan-Nya. Jika > kita hidup dengan melihat Dia yang ada di atas segala pemerintah dan > penguasa dan kekuasaan, jika kita menjalani hidup kita dengan berfokus pada > Dia yang begitu penuh kuasa sehingga Dia menopang seluruh alam semesta > dengan kuasa firman-Nya, kita juga akan bangkit melampaui yang biasa dan > hidup dalam alam mukjizat. > > Saat ini, sementara Anda di pekerjaan, atau bersama keluarga atau > kawan-kawan, dan muncul sesuatu yang bisa menimbulkan kemarahan atau > mengecilkan hati Anda, pandanglah Tuhan dengan segera. Bertekadlah untuk > tidak membiarkan hidup Anda dikuras habis oleh kemarahan atau ketakutan, > tetapi bahwa Anda akan menggunakan setiap kesempatan untuk bertumbuh dalam > iman dan damai sejahtera Allah. Bertekadlah untuk menjadi alat Tuhan yang > dipakai dalam keadaan tersebut untuk mengimpartasikan iman dan damai > sejahtera kepada orang lain. Hidup Anda akan berubah. Kinerja Anda akan > meningkat melebihi yang Anda bayangkan sebelumnya, bukan karena Anda berada > dalam "zona", melainkan karena Anda tinggal di dalam Roh. > > Sumber : Rick Joyner - *50 Renungan Untuk Membangun Visi Anda* > > > > > >

