hi all.. syalom... humm.. pengen ngeluarin unek-unek nech.. belakangan ini saya sering merasa sedih di setiap kebaktian kita. especially pada acara gabungan pemuda.
kesedihan ini berawal dari perbandingan setiap kebaktian yang saya hadiri. tahun 2004, saya mencoba untuk mengabarkan kebenaran ke temen saya yang non-advent di kampus saya (Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung) tentu berbagai cara saya lakukan agar dia bisa menerima kebenaran. agar pencarian kebenaran yang kami lakukan benar-benar adil, saya pun mau ikut ketika dia menawarkan saya ke gerejanya (Gereja Kristen Kemah Daud - GKKD). saya memang memiliki basic worship yang rada kolot, namun udah terbuka sedikit pikiran saya karena waktu smu saya sekolah di SMU BPK Penabur Bogor, shingga worhsip menggunakan band tidak pernah saya anggap "konser" bahkan saya sudah sangat nyaman dengan kebaktian yang sepenuh hati. GKKD memiliki prinsip bahwa ketika memuji Tuhan, Roh Tuhan akan bekerja atas kita dan setiap organ dari tubuh kita pun akan turut memuji Tuhan. baik tangan, kaki, mulut, hati kita, itu semua akan menjadi suatu persembahan buat Tuhan. sungguh amazing, karena ketika awal acara kejadian sama seperti di gereja kita. semua ngobrol2, karena lama ga ketemu, kangen sama temen lama sampe ngobrol.. namun ketika mc sudah mulai pimpin doa, serentak ga ada 1pun orang yang ngobrol. semua benar2 "takut akan Tuhan".. semua jemaat begitu mempersilahkan Tuhan untuk masuk dalam hati mereka masing-masing. apalagi ketika worship.. semua berlomba untuk memberikan sebuah suara indah, tarian, tepuk tangan, lompat-lompatan terbaik untuk menyambut Tuhan. sungguh mengiris hati saya.. meski dengan sukacita akhirnya teman saya tersebut menerima Yesus dan mau menuruti setiap firman-Nya, dia pun dibaptis di gereja kita, memelihara sabat, dsb.. namun dia sedih, sering mempertanyakan.. apakah semua orang advent hanya tau teori? hanya tau doktrin? kenapa semua kenyataan terjadi berlawanan dengan seminar-seminar musik yang sering dilakukan oleh officer gereja atas?? kenapa justru grup2 musik kita seolah hanya jago kandang?seperti adu keahlian menyanyi? dan jarang yang rendah hati? begitu mudah bagi dept. musik gereja kita untuk mengatakan bahwa drum, gitar listrik, dan aliran musik rock, jazz, dan daerah bukan musik gereja.. itu semua musik setan.. semua membanggakan choir2 seperti unai, dsb.. seolah yang memuji Tuhan hanya yang memiliki suara indah dan bisa "classic".. ketika ditanya dimana tertulis itu semua di alkitab?.. selalu nge-less dan membentengi diri dengan alasan.. "tulisan Ellen G.White". dan masalah "ketertiban".. pernah terbersit di benak saya.. apakah semua orang yang berani mengatakan bahwa itu semua bukan musik gerja adalah Tuhan? yang mengatakan bahwa mereka menggunakan drum adalah hanya sepert "konser".. apa mereka Tuhan sehingga tau apa yang Tuhan suka? apakah semua orang yang mengatakan band ga pantes di gereja pernah merasakan worship menggunakan drum? atau hanya berkoar-koar itu ga bener hanya karena emang ga suka musik yang pake drum keras2? kita harus memuji Tuhan dengan segala yang kita miliki. dengan pujian yang terbaik untuk Tuhan.. bukankah itu yang ditulis di Alkitab? bukankah Daud juga memuji Tuhan dengan tarian-tarian? bukankah itu yang diajarkan Alkitab? kita bisa melihat sesuatu itu benar atau tidak dari buahnya.. bener ga? itulah yang tertulis di Alkitab. coba liat anak2 muda di gereja kita.. coba mulai perhatikan ke sekeliling kita.. apa tabiat mereka seperti Yesus? atau apakah mereka hanya memelihara sabat seperti formalitas seperti halnya doa 5 waktu yang selalu dilakukan oleh tetangga kita, tanpa mengerti maknanya? saya pernah mencoba di suatu komunitas kecil di bandung. baik itu kelompok pendalaman alkitab, maupun kegiatan persekutuan kecil lainnya sebuah jenis worship yang berbeda. saya adopsi musik-musik dari luar advent, saya mainkan gitar dengan gaya khas bethany, dan saya coba berdoa, berdiri, sambil diiring musik dan pujian.. tau yang terjadi? tau apa yang pemuda-pemuda advent itu rasakan? justru semua yang hadir pada saat itu merasa diperbaharui, merasa bahwa kita memang jauh dari Tuhan secara hubungan, meski dekat secara "doktrin". semua yang hadir begitu merasakan Tuhan ada di tempat itu, semua menyanyi dengan suara keras seperti anak memanggil Bapanya.. saya pernah tanya dengan seorang pakar pendalaman alkitab di UNAI, seorang yang bisa dibilang "gurunya" dosen-dosen teologi di unai. saya tanya di bagian mana di alkitab yang menyatakan bahwa drum, rock, jazz itu ga bisa masuk gereja? apakah semua berlawanan dengan firman Tuhan? ternyata ga ada satupun.. dengan melihat kenyataan ini, saya merasa yakin dengan sepenuh hati 100% bahwa persembahan yang terbaik buat Tuhan adalah hati kita yang sepenuhnya diserahkan untuk Tuhan. saya memiliki sebuah impian, sebuah misi dalam hidup saya.. saya akan mereformasi kebaktian di gereja kita.. khususnya kebaktian pemuda. tentunya dengan tuntunan Tuhan, dan apabila Tuhan berkehendak, semua itu akan terjadi. Impian saya adalah membangun sebuah rumah, yang dinamakan "Worship Center". dimana bisa dipake oleh setiap orang yang rindu untuk datang kepada Tuhan, 1x24jam, 7xseminggu. ga akan pernah berhenti. di worship center ini saya akan melapisi dinding dengan peredam sehingga kita bisa bebas untuk teriak, memuji Tuhan tanpa batasan.. menyediakan selengkapnya alat musik, supaya kalo ada kelompok yang mau worship, bisa bebas menggunakannya yang terbaik untuk Tuhan.. semoga impian saya menjadi kenyataan.. dan semoga hanya nama Tuhan yang dipermuliakan.. ada yang mau comment? regards, Sugih bastian

