Sugih berkomentar:

Bro Richan..  sayang sekalo saya ga punya buku tersebut. tapi saya
rindu sekali untuk membacanya kalo ada..

dari beberapa kali seminar musik yang dibawakan oleh GMAHK, saya
menyimpulkan ada beberapa standar acuan mengenai musik/worship di
kebaktian gereja:
1. Musik itu suci (holy)
2. Musik adalah sebuah doa
3. Worship di gereja/ibadah/kebaktian di gereja harus tertib.


1. KESUCIAN.
saya senang sekali membaca buku TAWARIKH dan MAZMUR, karena disana
banyak sekali acuan dalam sebuah pujian dalam kebaktian.. 

Mari Kita buka ALKITAB kita bersama-sama :

kita mulai membuka dari 1 Tawarikh 13: 1-14.. Perikopnya adalah "Tabut
Dipindahkan dari Kiryat-Yearim"
bro Richan setuju ga, kalo dulu tabut Allah itu SUPER SUCI? dan tolong
perhatikan 

I Taw 13:8. "Daud dan seluruh orang Israel menari-nari di hadapan
Allah dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana,
ceracap dan nafiri." 

kita perhatikan dalam pemindahan bait Tuhan, Daud menari sekuat
tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, ceracap dan nafiri.

saya menganalogikan bahwa tari-tarian, nyanyian, penggunaan alat musik
untuk Tuhan adalah suci.. mohon koreksi bila salah...

oke, kita coba perdalam lagi ya... buka di Alkitab 1 Tawarikh
23:1-32.. Perikopnya adalah "Orang Lewi dibagi dan diberi tugas"
tolong di baca ya.. secara garis besar.. setiap orang ditetapkan untuk
mengambil bagian untuk ibadah.. seperti dalam ayat 24.

ayat 30 : ada yang bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian. 
ayat 31 : ibadah yang mereka lakukan pada hari Sabat
ayat 32 : ibadah di rumh Tuhan.. --saya mengartikan Rumah Tuhan adalah
GEREJA--

nah untuk spesifik mengenai nyanyian, pujian, worship tolong liat
dalam 1 Tawarikh 25:1-31
ayat 1: bernubuat diiringi kecapi, gambus, ceracap.
ayat 3: bernubuat diiringi kecapi pada waktu menyanyi puji-pujian bagi
Tuhan.

nech yang paling jelas:
ayat 6: mereka dibawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan
nyanyian pujian di RUMAH TUHAN -DIIRINGI- CERACAP, GAMBUS, & KECAPI
untuk IBADAH di RUMAH TUHAN sesuai dengan petunjuk raja.  

1 Tawarikh cukup untuk membuktikan bahwa penggunaan alat musik seperti
CERACAP, GAMBUS, KECAPI adalah SUCI
1 Tawarikh juga cukup untuk membuktikan bahwa tarian untuk pemindahan
tabut Allah adalah SUCI.

jadi mengenai pandangan anda mengenai KESUCIAN IBADAH di RUMAH TUHAN
silahkan anda interpretasikan sendiri..


2. MUSIK ADALAH SEBUAH DOA
saya rasa mengenai "Musik adalah sebuah doa" kita udah sepaham.. ya ga
bro? seperti halnya doa - "komunikasi, ungkapan hati, pembicaraan kita
sama Tuhan" berarti ketika kita sedang bernyanyi seharusnya kita bisa
berbicara sama Tuhan khan? kita bisa ngobrol sama Tuhan. bener ga?
kalo ga sepaham tolong dipaparkan ya bro...

3. WORSHIP / KEBAKTIAN DI GEREJA HARUS TERTIB..
nah ini yang paling saya suka...

melalui pengalaman yang saya lewati ketika datang ke gereja..
1. Ke Gereja Advent...
di gereja Advent seperti biasa saya datang , di salam penerima tamu,
masuk ke gereja, ke sekolah sabat.. trus kebaktian... tapi sayang
begitu ke gereja saya lihat banyak sekali yang ngobrol. ketika
bernyanyi pada ngobrol, ketika diskusi sekolah sabat pada diem,
apalagi yang ga baca sekolah sabatnya terutama yang sekolah sabatnya
hilang karena ga dijaga. Apa di gereja saudara ga seperti ini?

2. Ke Gereja Kristen Kemah Daud.
saya datang, disalam MC, kenalan satu sama lain, namun begitu Worship
Leader mengatakan "Syalom". spontan semua perhatian tertuju ke depan.
begitu pujian semua bernyanyi. ada yang menangis, ada yang duduk, ada
yang berdiri, ada yang berjingkrak-jingkrak, ada yang tertawa, semua
ekspresi tertuju kepada pujian. semua bersorak "HALELUYA".. begitu
pujian penyembahan dimulai, semua diam serentak. semua menerima firman
Tuhan..  ada juga yang tidur pada saat khotbah. 1 dua orang. namun ga
sebanyak di gereja advent..

mungkin pengalaman saya berbeda dengan bro Ichan. tapi inilah yang
saya alami. saya sebutin gereja advent yang saya kunjungi sehingga
saya bisa mengutarakan pengalaman saya. saya pernah ke gereja Bogor,
Ciampea, Cibinong, Gunung Putri, Kramat Pulo, UNAI, Caritas, Ciracas,
Rawamangun, Cibubur, Naripan, Cicaheum, Cimindi, Saptamarga, IPH,
Merbabu, Chinese Church, RSA Cihampelas, Setiabudi, Solo, Blora,
Kebaktian gabungan baik PAG, di MT Haryono, Perkemahan gabungan di
cibodas, dan sebagainya. tapi itulah yang saya liat. atau anda punya
pandangan lain? mungkin aja gereja anda berbeda...

pengalaman saya di bethany bogor - lake side, GKKD Imperium, GKKD PPI.
Bethany Pajajaran Bandung, 

itu semua saya ambil dari pengalaman saya. tolong bro renungkan.. buka
pikiran.. mana yang tertib? apakah yang ga pake drum tapi pada tidur,
pada ngobrol, mondar-mandir ke wc, ATAU yang pake drum,
jingkrak-jingkrakan, bersorak sorai, teriak haleluya, menangis,
tertawa, ada yang duduk, ada yang berdiri, namun semua pikiran
terfokus pada Tuhan..

tertib menurut apa yang bro Ichan inginkan dalam gereja?

saya ingin perubahan terjadi di GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH...
saya ingin setiap UMAT TUHAN ga suam-suam kuku di gereja. ga cuma
membahas doktrin-doktrin yang berlandaskan pada tradisi, pada
imajinasi orang-orang tertentu akan arti kesucian, ketertiban,
ketenangan... ga cuma membahas sekolah sabat, mendiskusiin dalam
kelompok, namun dalam kehidupan berhubungan dengan orang yang belum
mengenal Tuhan nol...

ITS TIME TO WAKE UP... kalo kita ga semangat, mau nunggu sampe kapan
Yesus datang? 

well.. segitu dulu.. bales ya bro.. atau siapapun yang mau ikut
nimbrung.. hayo dong nimbrung.. jangan lelah untuk melakukan sesuatu
yang bisa membawa perubahan untuk pekerjaan Tuhan....

Following The BIBLE. bukankah itu program besar gereja kita tahun ini?
hayo baca alkitabnya.. jangan dibungkus rapih2 dan ga dibaca.. ntar
yang baca malah kutu buku.. hehehe

ya tetep diskusi yang baik ya.. seneng banyak yang diskusi dengan cara
baik seperti ini.. 

GBU All.. 

Regards, Ugie



Richan Wrote on 30-12-08 09:42am:

Bro Sugih, buku yang saya lampirkan adalah tulisan Ibu Ellen GW..yang
banyak membahas music dan lagu yang pantas. Saya pribadi tidak terlalu
paham jenis2 music, tetapi prinsip2 yang sudah terbentuk..mungkin
dengan itu memudahkan saya untuk membedakannya di dalam hati. Holiness
adalah standard saya yang utama untuk memilahnya. Karena ciri khas
music surga mencerminkan Holiness sama seperti yang dipuji lagu itu
sendiri adalah HOLY.

Saya termasuk orang yang kaku dalam kepercayaan, toleransi berada di
luar kepercayaan saya. Jadi kalo saya berdiri toleransi berarti
prinsip dan keyakinan saya sedang saya simpan. Namun kalo berbicara
toleransi dalam Keyakinan, Organisasi dll..lain lagi ceritanya. Muncul
lagi kekakuan dalam diriku hehe

Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di
hadapan-Nya, ya segenap bumi! Kalo demikian mengapa kita maksain diri
mesti bising hehe
Saya tidak tahu apakah dahulu ada alat musik di kaabah Tuhan, atau
semua dilakukan di luar kaabah.



Kirim email ke