Mungkin tari2an Daud tidak seperti yang anda bayangkan Bro...Zaman dahulu
belum ada rhytm, jadi mereka tidak mengenal not balok. Nada dari sangkakala
hanya satu. yang bernada cuma yang berdawai (kecapi) mirip seperti harpa.
Range nadanya tidak begitu banyak, jadi tidak mungkin nge-dance seperti
sekarang hehehe...kalau pake gambus dan kecapi, yah mirip pertunjukan
barongsai gitulah. Tarian2nya pun bukan jingkrak, kan belum ada modern dance
:)

GBU
Nobel

2009/1/6 Sugih Bastian <[email protected]>

>   Sugih berkomentar:
>
> Bro Richan.. sayang sekalo saya ga punya buku tersebut. tapi saya
> rindu sekali untuk membacanya kalo ada..
>
> dari beberapa kali seminar musik yang dibawakan oleh GMAHK, saya
> menyimpulkan ada beberapa standar acuan mengenai musik/worship di
> kebaktian gereja:
> 1. Musik itu suci (holy)
> 2. Musik adalah sebuah doa
> 3. Worship di gereja/ibadah/kebaktian di gereja harus tertib.
>
> 1. KESUCIAN.
> saya senang sekali membaca buku TAWARIKH dan MAZMUR, karena disana
> banyak sekali acuan dalam sebuah pujian dalam kebaktian..
>
> Mari Kita buka ALKITAB kita bersama-sama :
>
> kita mulai membuka dari 1 Tawarikh 13: 1-14.. Perikopnya adalah "Tabut
> Dipindahkan dari Kiryat-Yearim"
> bro Richan setuju ga, kalo dulu tabut Allah itu SUPER SUCI? dan tolong
> perhatikan
>
> I Taw 13:8. "Daud dan seluruh orang Israel menari-nari di hadapan
> Allah dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana,
> ceracap dan nafiri."
>
> kita perhatikan dalam pemindahan bait Tuhan, Daud menari sekuat
> tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, ceracap dan nafiri.
>
> saya menganalogikan bahwa tari-tarian, nyanyian, penggunaan alat musik
> untuk Tuhan adalah suci.. mohon koreksi bila salah...
>
> oke, kita coba perdalam lagi ya... buka di Alkitab 1 Tawarikh
> 23:1-32.. Perikopnya adalah "Orang Lewi dibagi dan diberi tugas"
> tolong di baca ya.. secara garis besar.. setiap orang ditetapkan untuk
> mengambil bagian untuk ibadah.. seperti dalam ayat 24.
>
> ayat 30 : ada yang bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian.
> ayat 31 : ibadah yang mereka lakukan pada hari Sabat
> ayat 32 : ibadah di rumh Tuhan.. --saya mengartikan Rumah Tuhan adalah
> GEREJA--
>
> nah untuk spesifik mengenai nyanyian, pujian, worship tolong liat
> dalam 1 Tawarikh 25:1-31
> ayat 1: bernubuat diiringi kecapi, gambus, ceracap.
> ayat 3: bernubuat diiringi kecapi pada waktu menyanyi puji-pujian bagi
> Tuhan.
>
> nech yang paling jelas:
> ayat 6: mereka dibawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan
> nyanyian pujian di RUMAH TUHAN -DIIRINGI- CERACAP, GAMBUS, & KECAPI
> untuk IBADAH di RUMAH TUHAN sesuai dengan petunjuk raja.
>
> 1 Tawarikh cukup untuk membuktikan bahwa penggunaan alat musik seperti
> CERACAP, GAMBUS, KECAPI adalah SUCI
> 1 Tawarikh juga cukup untuk membuktikan bahwa tarian untuk pemindahan
> tabut Allah adalah SUCI.
>
> jadi mengenai pandangan anda mengenai KESUCIAN IBADAH di RUMAH TUHAN
> silahkan anda interpretasikan sendiri..
>
> 2. MUSIK ADALAH SEBUAH DOA
> saya rasa mengenai "Musik adalah sebuah doa" kita udah sepaham.. ya ga
> bro? seperti halnya doa - "komunikasi, ungkapan hati, pembicaraan kita
> sama Tuhan" berarti ketika kita sedang bernyanyi seharusnya kita bisa
> berbicara sama Tuhan khan? kita bisa ngobrol sama Tuhan. bener ga?
> kalo ga sepaham tolong dipaparkan ya bro...
>
> 3. WORSHIP / KEBAKTIAN DI GEREJA HARUS TERTIB..
> nah ini yang paling saya suka...
>
> melalui pengalaman yang saya lewati ketika datang ke gereja..
> 1. Ke Gereja Advent...
> di gereja Advent seperti biasa saya datang , di salam penerima tamu,
> masuk ke gereja, ke sekolah sabat.. trus kebaktian... tapi sayang
> begitu ke gereja saya lihat banyak sekali yang ngobrol. ketika
> bernyanyi pada ngobrol, ketika diskusi sekolah sabat pada diem,
> apalagi yang ga baca sekolah sabatnya terutama yang sekolah sabatnya
> hilang karena ga dijaga. Apa di gereja saudara ga seperti ini?
>
> 2. Ke Gereja Kristen Kemah Daud.
> saya datang, disalam MC, kenalan satu sama lain, namun begitu Worship
> Leader mengatakan "Syalom". spontan semua perhatian tertuju ke depan.
> begitu pujian semua bernyanyi. ada yang menangis, ada yang duduk, ada
> yang berdiri, ada yang berjingkrak-jingkrak, ada yang tertawa, semua
> ekspresi tertuju kepada pujian. semua bersorak "HALELUYA".. begitu
> pujian penyembahan dimulai, semua diam serentak. semua menerima firman
> Tuhan.. ada juga yang tidur pada saat khotbah. 1 dua orang. namun ga
> sebanyak di gereja advent..
>
> mungkin pengalaman saya berbeda dengan bro Ichan. tapi inilah yang
> saya alami. saya sebutin gereja advent yang saya kunjungi sehingga
> saya bisa mengutarakan pengalaman saya. saya pernah ke gereja Bogor,
> Ciampea, Cibinong, Gunung Putri, Kramat Pulo, UNAI, Caritas, Ciracas,
> Rawamangun, Cibubur, Naripan, Cicaheum, Cimindi, Saptamarga, IPH,
> Merbabu, Chinese Church, RSA Cihampelas, Setiabudi, Solo, Blora,
> Kebaktian gabungan baik PAG, di MT Haryono, Perkemahan gabungan di
> cibodas, dan sebagainya. tapi itulah yang saya liat. atau anda punya
> pandangan lain? mungkin aja gereja anda berbeda...
>
> pengalaman saya di bethany bogor - lake side, GKKD Imperium, GKKD PPI.
> Bethany Pajajaran Bandung,
>
> itu semua saya ambil dari pengalaman saya. tolong bro renungkan.. buka
> pikiran.. mana yang tertib? apakah yang ga pake drum tapi pada tidur,
> pada ngobrol, mondar-mandir ke wc, ATAU yang pake drum,
> jingkrak-jingkrakan, bersorak sorai, teriak haleluya, menangis,
> tertawa, ada yang duduk, ada yang berdiri, namun semua pikiran
> terfokus pada Tuhan..
>
> tertib menurut apa yang bro Ichan inginkan dalam gereja?
>
> saya ingin perubahan terjadi di GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH...
> saya ingin setiap UMAT TUHAN ga suam-suam kuku di gereja. ga cuma
> membahas doktrin-doktrin yang berlandaskan pada tradisi, pada
> imajinasi orang-orang tertentu akan arti kesucian, ketertiban,
> ketenangan... ga cuma membahas sekolah sabat, mendiskusiin dalam
> kelompok, namun dalam kehidupan berhubungan dengan orang yang belum
> mengenal Tuhan nol...
>
> ITS TIME TO WAKE UP... kalo kita ga semangat, mau nunggu sampe kapan
> Yesus datang?
>
> well.. segitu dulu.. bales ya bro.. atau siapapun yang mau ikut
> nimbrung.. hayo dong nimbrung.. jangan lelah untuk melakukan sesuatu
> yang bisa membawa perubahan untuk pekerjaan Tuhan....
>
> Following The BIBLE. bukankah itu program besar gereja kita tahun ini?
> hayo baca alkitabnya.. jangan dibungkus rapih2 dan ga dibaca.. ntar
> yang baca malah kutu buku.. hehehe
>
> ya tetep diskusi yang baik ya.. seneng banyak yang diskusi dengan cara
> baik seperti ini..
>
> GBU All..
>
> Regards, Ugie
>
> Richan Wrote on 30-12-08 09:42am:
>
> Bro Sugih, buku yang saya lampirkan adalah tulisan Ibu Ellen GW..yang
> banyak membahas music dan lagu yang pantas. Saya pribadi tidak terlalu
> paham jenis2 music, tetapi prinsip2 yang sudah terbentuk..mungkin
> dengan itu memudahkan saya untuk membedakannya di dalam hati. Holiness
> adalah standard saya yang utama untuk memilahnya. Karena ciri khas
> music surga mencerminkan Holiness sama seperti yang dipuji lagu itu
> sendiri adalah HOLY.
>
> Saya termasuk orang yang kaku dalam kepercayaan, toleransi berada di
> luar kepercayaan saya. Jadi kalo saya berdiri toleransi berarti
> prinsip dan keyakinan saya sedang saya simpan. Namun kalo berbicara
> toleransi dalam Keyakinan, Organisasi dll..lain lagi ceritanya. Muncul
> lagi kekakuan dalam diriku hehe
>
> Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di
> hadapan-Nya, ya segenap bumi! Kalo demikian mengapa kita maksain diri
> mesti bising hehe
> Saya tidak tahu apakah dahulu ada alat musik di kaabah Tuhan, atau
> semua dilakukan di luar kaabah.
>
>  
>

Kirim email ke