In a message dated 12/18/98 7:12:08 AM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Salam perdamaian dan selamat berpuasa,
> Elias Moning
> Center for International Education
> University of Massachusetts at Amherst
Bung Elias Moning, saya ada beberapa pertanyaan ke anda
(pertanyaan juga terbuka buat rekan2 yang lain):
1.Bisakah anda menjelaskan proses bagaimana
seorang presiden AS sampai mengambil keputusan untuk menyerang
atau mengambil tindakan perang?
2.Apakah anda mengikuti kejadian November kemarin dimana Clinton
sudah siap dengan perintah untuk gempur Irak, tapi Saddam di menit2
terakhir menyatakan akan mematuhi resolusi PBB membuka daerahnya
tanpa syarat dan tanpa kecuali kepada pemeriksa PBB?
Catatan: Tarik ulur yg dilakukan Saddam melahirkan tenggang waktu
yg tidak sebentar yg cukup untuk memindahkan peralatan dari tempat2
yg dicurigai. Mempertimbangkan seruan negara2 lain agar AS membatalkan
tindakan menyerang Irak saat itu, Clinton memutuskan untuk tidak menyerang
Irak saat itu dan memberi kesempatan kepada Saddam untuk memenuhi
ucapannya dimana AS mengingatkan bahwa pelanggaran berikutnya
akan langsung dijawab dengan tindakan tegas.
3.Apa komentar anda tentang tingkah Saddam yg baru2 ini melanggar
lagi ucapannya dengan menghalang2i kembali pemeriksaan.?
Catatan:
a. laporan keluhan ini baru hari Selasa kemarin diterima.
b. Jalan damai/perundingan telah dicoba tapi tampaknya tidak
dipedulikan oleh Saddam.
4.Soal Sudan dan Afganistan, tahukah anda apa yg terjadi sebelum
AS melakukan serangan balasan tersebut?
5.Soal perak teluk 1990-1991 dimana AS dibawah pimpinan George Bush
menyerang Irak. Tahukah anda apa yg dilakukan oleh Irak ke Kuwait
sebelum AS melakukan serangan ke Irak?
6.Bisakah anda jelaskan ke saya bahaya seperti apa yang bisa
mengancam dunia bila senjata2 pemusnah massal (kimia, biologi, dll)
ada ditangan orang seperti Saddam?
7.Bisakah anda jelaskan ke saya kenapa negara2 seperti Kuwait, Arab
Saudi, Yordania, cenderung tidak menentang apa yg dilakukan oleh
AS dan UK?
8.Menurut anda apakah orang2 Arab disekitar Irak akan terima bila
Saddam yang pernah menganeksasi Kuwait tahun 1990, berhasil
merampungkan senjata pemusnah massal tersebut?
Semoga rekan2 bisa melihat permasalahan dengan apa adanya.
Adalah baik kita ikut simpati ke rakyat Irak, tapi selayaknya juga
anda pertimbangan nasib rakyat lainnya di negara2 sekitar Irak
seperti Kuwait, Arab, Yordania, dll.
Bagi saya, adalah kebodohan Saddam yang mengira AS tidak
akan mengambil tindakan tegas karena situasi dalam negerinya
yang sedang ada masalah. Adalah kesalahan strategi Saddam yang
tidak tepat dalam memilih waktu padahal tinggal beberapa hari lagi
ada impeachment. Walau demikian bisa saja bukan karena kebodohan
atau kesalahan strategi dari Saddam, tapi karena tim pemeriksa PBB
jeli dalam menentukan lokasi2 yg dicurigai dan Saddam tidak ingin
tertangkap basah memiliki tempat pembuatan senjata pemusnah
massal.
Demikian saja dari saya. Komentar berikutnya menyusul.
catatan:
Proses untuk menurunkan Clinton dari jabatan presiden tidak
ditentukan dari hasil voting dari House Representative.
Bila voting ini meloloskan 4 artikel yg diajukan, maka masalah
ini akan dibawa ke senat. Senat membutuhkan 2/3 suara setuju
bila ingin melakukan impeachment. Saat ini komposisi
Republik vs Demokrat di senat adalah 55:45.
Dengan kata lain, dibutuhkan 11-12 tambahan suara dari anggota
senat Partai Demokrat untuk membuat Clinton mundur.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu