> At 19:42 12/05/98 +0700, bridwan wrote:
> >Saya ada beberapa pertanyaan yang mengusik dalam hati.
> >
> > Pertanyaan #1 :
> > Siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab atas keadaan
> > yang berlangsung saat ini dinegara kita :
> > Presiden, Pemerintah, Golkar atau MPR........,
> > atau semuanya ? (Kalau menurut saya sih semuanya).
Yang bertanggung jawab:
Siapa yach. Mungkin ada yang berani jawab tetapi kalau berani menanggung
dosa, saya kira tidak ada yang mau. Saya kira hampir semua yang memiliki
kemampuan mengeluarkan/mempengaruhi keputusan yang bertanggung jawab.
Tapi secara proporsional sulit untuk mengatakan seluruh keputusan salah.
Yang pasti sistem yang terjadi membiarkan kesalahan untuk dilakukan
terus-menerus. Jadi khan enak kita kambing-hitamkan saja si 'system'.
Selanjutnya siapa yang membuat system? nach mungkin jawabannya terletak
disini. Bobot pertanggungjawaban seperti kita ketahui akan berbeda-beda
besarnya tergantung kemampuan/kedudukan orang per orang.
> >
> > Pertanyaan #2 :
> > Kita semua tahu bahwa keadaan dinegara kita sudah semakin
> > parah, baik itu Krisis Moral, KKN, Monopoli, ABS dll.
> > Sebagian diantara kita mungkin setuju bahwa "penyakit"
> > tersebut sudah mewabah, dan penyakit tersebut bisa sangat
> > menular.
> >
> > Nah, saya ada pertanyaan:
> > Seandainya nanti terjadi Reformasi Politik yang diantaranya
> > terjadi pergantian Pimpinan Nasional dan Pemerintahan,
> > apakah Bapak/Ibu yang dulunya pernah aktif di-Pemerintahan
> > atau di-Golkar bisa diikut-sertakan ?
> > Apakah penyakit tersebut diatas tidak akan menularkan ?
Sekali lagi itu tergantung pada bobot kesalahan yang dilakukan. Kalau
individu/orang tsb memang bukan pihak yang mampu melawan system, kenapa
disalahkan? Itu manusiawi dan natural bahwa orang akan bekerja sesuai
dengan aturan main (rule of the game) di lingkungan pekerjaannya.
Tetapi jika beliau adalah pembuat keputusan, ataupun mempunyai wewenang
yang cukup besar untuk mempengaruhi suatu keputusan, yach sebaiknya
mengundurkan diri baik-baik sebelum rakyat memaksa untuk menurunkan
pihak tsb.
peace.
> > Wasalam,
> > B.RIDWAN