BRIDWAN wrote:
>
> Bung Blucer,
> Banyak terima kasih atas komentar dan pendapatnya.
> Tentunya harapan kita adalah sama, yaitu: agar
> Negara kita dapat kembali melanjutkan pembangunan
> sesuai dengan cita2 dan keinginan kita.
Setuju bung Ridwan, saya juga punya cita-cita yang sama. Bahkan saya
memperhatikan banyak sekali kawan-kawan di milis ini yang sangat ingin
memiliki negara Indonesia yang demokratis dan sejahtera.
>
> Tapi dasar saya 'keras-kepala', koq saya ngga
> begitu suka kalau "Orang-Orang Lama" masih pada
> bergentayangan, bahkan ikut dalam gerbong reformasi.
> Takut ketularan sisa-sisa penyakit orde baru....:)
Saya menghargai 'keras-kepala' anda. Walaupun demikian saya kira usul
saya memberi jalan tengah yang cukup rasional. Misal, apa semua anggota
Golkar bersalah? Apa semua anggota kabinet Orde Baru bersalah?
Seperti pepatah kakek tetangga saya yang selalu saya ingat:
"Di tengah kelompok para perampok minimal ada 1 yang jujur dan ditengah
kelompok agamawan minimal ada 1 yang culas dan keji".
peace.
>
> Salam,
> BRIDWAN
>
> At 20:09 18/12/98 -0500, Blucer Rajagukguk wrote:
> >> At 19:42 12/05/98 +0700, bridwan wrote:
> >> >Saya ada beberapa pertanyaan yang mengusik dalam hati.
> >> >
> >> > Pertanyaan #1 :
> >> > Siapakah sebenarnya yang bertanggung jawab atas keadaan
> >> > yang berlangsung saat ini dinegara kita :
> >> > Presiden, Pemerintah, Golkar atau MPR........,
> >> > atau semuanya ? (Kalau menurut saya sih semuanya).
>
> >Yang bertanggung jawab:
> >Siapa yach. Mungkin ada yang berani jawab tetapi kalau berani menanggung
> >dosa, saya kira tidak ada yang mau. Saya kira hampir semua yang memiliki
> >kemampuan mengeluarkan/mempengaruhi keputusan yang bertanggung jawab.
> >Tapi secara proporsional sulit untuk mengatakan seluruh keputusan salah.
> >Yang pasti sistem yang terjadi membiarkan kesalahan untuk dilakukan
> >terus-menerus. Jadi khan enak kita kambing-hitamkan saja si 'system'.
> >Selanjutnya siapa yang membuat system? nach mungkin jawabannya terletak
> >disini. Bobot pertanggungjawaban seperti kita ketahui akan berbeda-beda
> >besarnya tergantung kemampuan/kedudukan orang per orang.
>
> >> > Pertanyaan #2 :
> >> > Kita semua tahu bahwa keadaan dinegara kita sudah semakin
> >> > parah, baik itu Krisis Moral, KKN, Monopoli, ABS dll.
> >> > Sebagian diantara kita mungkin setuju bahwa "penyakit"
> >> > tersebut sudah mewabah, dan penyakit tersebut bisa sangat
> >> > menular.
> >> >
> >> > Nah, saya ada pertanyaan:
> >> > Seandainya nanti terjadi Reformasi Politik yang diantaranya
> >> > terjadi pergantian Pimpinan Nasional dan Pemerintahan,
> >> > apakah Bapak/Ibu yang dulunya pernah aktif di-Pemerintahan
> >> > atau di-Golkar bisa diikut-sertakan ?
> >> > Apakah penyakit tersebut diatas tidak akan menularkan ?
>
> >Sekali lagi itu tergantung pada bobot kesalahan yang dilakukan. Kalau
> >individu/orang tsb memang bukan pihak yang mampu melawan system, kenapa
> >disalahkan? Itu manusiawi dan natural bahwa orang akan bekerja sesuai
> >dengan aturan main (rule of the game) di lingkungan pekerjaannya.
> >Tetapi jika beliau adalah pembuat keputusan, ataupun mempunyai wewenang
> >yang cukup besar untuk mempengaruhi suatu keputusan, yach sebaiknya
> >mengundurkan diri baik-baik sebelum rakyat memaksa untuk menurunkan
> >pihak tsb.
> >peace.
> >
> >> > Wasalam,
> >> > B.RIDWAN