even with $1 = Rp 15000, US-based ISPs still have the cheaper choices. :-)

Malah ada satu site di US yg. memberikan layanan FREE dialup (lupa namanya).
Roaming sites-nya berpuluh-puluh kota di seantero amerika serikat dan
semuanya free of charge!.
Kita hanya perlu mendownload program dial-up manager dari site tsb. dan
menggunakannya alih-alih dial-up standar dari Windows or others.  Access
speed luar biasa.  Mereka menggunakan high speed trunk T-1 (1.5 Mbps).
Belum lagi site di www.webjump.com yg. memberikan layanan free home page dg.
kapasitas 25 MB dan bahkan memberikan pendaftaran gratis ke InterNIC (badan
yg. mengurusi pembagian static IP dan major domain di seluruh dunia).

Padahal kalau dihitung-hitung secara kasar, mereka kan costnya semuanya
dalam dollar; salary buat network administrator semuanya dollar; harga PC
juga rata-rata lebih mahal dibanding dg. di Indonesia yg. notabene banyak
menggunakan PC lokal/taiwan.

Lalu dimana sih letak penyebab kemahalan tsb.??
Menurut informasi yg. saya dapatkan dari seorang staff suatu ISP besar di
Jakarta, ISP-ISP di Indonesia terikat dg. harga leasing yg. kelewat tinggi
untuk link ke back-bone internet. Siapakah pemegang monopoli ini? tahu
sendirilah siapa :-).  Tapi mungkin ISP-ISP itu ingin meraup untung besar
juga sehingga menarik iuran sedemikian tinggi.

Kalau tidak salah, untuk penyewaan bandwith 1 Mbps/month, mereka kena charge
diatas $10.000 (mungkin ini salah ya?). Belum penyewaan IP ke InterNIC
(sekitar $35 - $75 annual fee per site yg. mereka sediakan), biaya
maintenance hardware, penyewaan tempat, gaji engineer/operator dan
lain-lain.




> ----------
> From:         Mochamad Hadiyana[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Friday, January 22, 1999 9:08 AM
> Subject:      REPLY: Tarif Dial Up Internet di Indonesia
>
> I wrote stupid error "dengan asumsi $1 = Rp. 156.00". Shame of me. I
> should have written "dengan asumsi $1 = Rp. 8000".
>
> Salam,
> Asep M. Hadiyana
>
> On Thu, 21 Jan 1999 17:13:50 -0600 Mochamad Hadiyana
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> # Salam.
> #
> # Saat saya mencari info mengenai tarif jasa internet di Indonesia
> # (hal ini saya lakukan karena saya berencana untuk menjadi pelanggan
> # internet di Jakarta mulai Februari 1999), saya menjadi kaget karena
> # ternyata tarif internet di Indonesia mahal banget. Sebagai informasi,
> # tarif internet tidak diatur oleh pemerintah tapi diserahkan
> # sepenuhnya kepada asosiasi penyelenggara internet. Tidak adanya
> # aturan mengenai tarif tersebut telah dimanfaatkan oleh para internet
> # servie provider (ISP) di INA untuk menarik keuntungan
> # sebesar-besarnya. Dasar Indonesia! Baik monopoli maupun oligopoli,
> # harga produk/jasa teknologi tetap saja mahal.
> #
> # Lihat saja perbandingan tarif dial up antara dua ISP termurah di INA
> # dengan dua ISP di USA di bawah ini. (Disini saya hanya membandingkan
> # unlimited usage fee dari ISPs tersebut).
> #
> # *********INA**********
> #
> # Centrin:
> # Registration fee: Rp. 25000
> # Monthly fee: Rp. 15000
> # Usage fee: Rp. 2000/jam
> # Unlimited Usage fee: Rp. 415.000 (termasuk monthly fee)
> #
> # Wasantara Net:
> # Reg. fee: Rp. 25000
> # Subscription fee: Rp. 15000
> # Utilization fee: Rp. 2400/jam
> # Unlimited usage fee: Rp. 400.000
> #
> #
> # **********USA************
> #
> # Prodigy:
> # Unlimited usage fee: $19.95 = Rp. 156.000 (dengan asumsi $1 = Rp.
> # 156.000)
> #
> # BellSouth Net:
> # Unlimited usage fee: $19.95 = Rp. 156.000 (dengan asumsi $1 = Rp.
> # 156.000)
> #
> #
> # Salam,
> #
> # Asep Mochamad Hadiyana
> # 3300 West End Avenue Apt. # 106
> # Nashville, TN 37203
>

application/ms-tnef

Kirim email ke