On Fri, 22 Jan 1999, Lutfi M. wrote:
|o|even with $1 = Rp 15000, US-based ISPs still have the cheaper choices. :-)
Di Jerman banyak lho pak yg dapet koneksi langsung lewat ethernet. Malah
banyak juga yg bayar 'ala kadarnya'.
|o|Malah ada satu site di US yg. memberikan layanan FREE dialup (lupa namanya).
|o|Roaming sites-nya berpuluh-puluh kota di seantero amerika serikat dan
|o|semuanya free of charge!.
Masa sih pak. Tolong diingat lagi deh kalau begitu ;)
|o|Belum lagi site di www.webjump.com yg. memberikan layanan free home page dg.
|o|kapasitas 25 MB dan bahkan memberikan pendaftaran gratis ke InterNIC (badan
|o|yg. mengurusi pembagian static IP dan major domain di seluruh dunia).
www.indocities.com ngasih host gratis, unlimited storage ;)
|o|Padahal kalau dihitung-hitung secara kasar, mereka kan costnya semuanya
|o|dalam dollar; salary buat network administrator semuanya dollar; harga PC
|o|juga rata-rata lebih mahal dibanding dg. di Indonesia yg. notabene banyak
|o|menggunakan PC lokal/taiwan.
Mereka pemasukan juga dalam dollar. ISP indonesia, pemasukan rupiah,
pengeluaran dollar.
Masa seh pak, ISP Indonesia komputer/servernya buatan lokal?
Temen2 saya yg kerja di Indonesia, komputernya SUN SPARC kok.
|o|Menurut informasi yg. saya dapatkan dari seorang staff suatu ISP besar di
|o|Jakarta, ISP-ISP di Indonesia terikat dg. harga leasing yg. kelewat tinggi
|o|untuk link ke back-bone internet. Siapakah pemegang monopoli ini? tahu
|o|sendirilah siapa :-). Tapi mungkin ISP-ISP itu ingin meraup untung besar
|o|juga sehingga menarik iuran sedemikian tinggi.
Link Backbone ke Internet tidak monopoli kok.
Salam,
alex
my pgp is not available everywhere