Salam.

Dalam email pertama saya mengenai tarif dial-up internet, saya 
mendramatisir dengan menyebutkan Centrin dan Wasantara Net sebagai 
dua ISP termurah tanpa mencantumkan informasi tentang InfoAsia 
sebagai ISP yang lebih murah dai mereka, sehingga timbul kesan bahwa 
keberatan saya pada email pertama tidak berdasar kuat.

Hal itu saya lakukan hanya untuk memancing opini saja dan akhirnya 
berhasil memunculkan opini-opini yang sangat bagus dari mas Lolo, 
Lutfi, dan mas Alexander Hutapea.

Jika cara saya tersebut salah atau tidak etis, maka saya mohon maaf 
yang sebesar-besarnya.

Salam

Asep M. Hadiyana


On Sat, 23 Jan 1999 15:09:24 -0600 Mochamad Hadiyana 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

# Rekan Lolo,
# 
# Faktor-faktor lain (supply, demand, dan lease backbone internet) sudah 
# ditransformasi kedalam output yang berupa tarif Rp. 400.000 / bulan.
# 
# Saya mengerti maksud anda; anda berusaha memberikan 
# justifikasi/pembenaran atas mahalnya tarif jasa internet di INA. 
# Sayangnya anda hanya menyebutkan beberapa variabel penentu cost 
# (supply, demand, dan lease backbone internet) tanpa menyebutkan 
# data/angka seperti untuk average variable cost (AVG) dan persentase 
# markup terhadap AVG yang bisa membenarkan Rp. 400.000 / bulan 
# (seperti yang saya tulis dalam email sebelumnya).
# 
# Saya sampai sekarang tetap merasa bahwa tarif sebesar Rp. 400.000 
# yang diterapkan oleh banyak ISP di INA (Indosat Net bahkan menetapkan 
# tarif sebesar Rp. 1.200.000 untuk unlimited dial up mulai 1 Februari 
# 1999) dengan alasan bahwa tarif itu terlalu mahal dibandingkan dengan 
# tarif kebanyakan ISP di USA ($ 19.5 / month). Sebenarnya tarif  ISP 
# di USA bukan suatu hal yng mustahil untuk diterapkan di INA. Buktinya 
# salah satu ISP di INA, yaitu InfoAsia Indonesia Online telah 
# menetapkan tarif sebesar Rp. 150.000 / bulan untuk Gold Unlimited dn 
# Rp. 90.000 untuk Silver Unlimited; kenapa ISP-ISP lainnya tidak bisa? 
# Hal itulah yang memaksa saya menulis "�.. (ISP) di INA untuk menarik 
# keuntungan sebesar-besarnya".
# 
# Mengenai perbandingan dengan Malaysia, dengan asumsi bahwa kondisi 
# INA sama dengan Malaysia (misalnya jarak kedua negara ini dari USA 
# hampir sama dan dengan asumsi cost ISP sensitif terhadap jarak), 
# boleh juga. Apakah anda punya data tarif internet untuk Malaysia? 
# Saya akan membandingkannya; siapa tahu tarif di INA lebih murah 
# dibanding Malaysia.
# 
# Wassalam,
# 
# Asep Mochamad Hadiyana
# 3300 West End Avenue Apt. # 106
# Nashville, TN 37203
# 
# 
# 
# On Thu, 21 Jan 1999 19:12:01 -0500 (EST) Lolo LaSida 
# <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
# 
# # 
# # 
# # Perbandingan anda tidak mengambil faktor-faktor lain.  Jika anda
# # perbandingkan dengan UK atau Belanda, biaya ISP di Indonesia akan 
# lebih # seimbang.  Pikirkan juga supply dan demand... dan kematangan 
# infrastruktur # di Indonesia.  Di US, ISP's are peanuts.. I can be
# one if I want to. Heck, # I have my own server as you can see.  
# # # Tapi untuk Indonesia, belum harga jalur telpon mahal, dan saya 
# yakin untuk # mendapatkan jasa konektivitas ke backbone (kebanyakan 
# lewat Singapur) pun # pasti mahal.  Saya cukup yakin bahwa dengan 
# harga sedemikian itu, mark-up # yang diperoleh ISP tersebut tidak 
# banyak.  # 
# # Yang lebih adil sedikit ya perbandingan dengan Malaysia dong... # 
# # Lolo. # 
# # # 
# # On Thu, 21 Jan 1999, Mochamad Hadiyana wrote: # 
# # > Salam. # > 
# # > Saat saya mencari info mengenai tarif jasa internet di Indonesia 
# # > (hal ini saya lakukan karena saya berencana untuk menjadi 
# pelanggan # > internet di Jakarta mulai Februari 1999), saya menjadi 
# kaget karena # > ternyata tarif internet di Indonesia mahal banget. 
# Sebagai # informasi, > tarif internet tidak diatur oleh pemerintah 
# tapi # diserahkan > sepenuhnya kepada asosiasi penyelenggara 
# internet. Tidak # adanya > aturan mengenai tarif tersebut telah 
# dimanfaatkan oleh para # internet > servie provider (ISP) di INA 
# untuk menarik keuntungan # > sebesar-besarnya. Dasar Indonesia! Baik 
# monopoli maupun oligopoli, # > harga produk/jasa teknologi tetap saja 
# mahal. > # > Lihat saja perbandingan tarif dial up antara dua ISP 
# termurah di INA # > dengan dua ISP di USA di bawah ini. (Disini saya 
# hanya membandingkan # > unlimited usage fee dari ISPs tersebut). > 
# # > *********INA********** > # > Centrin: > Registration fee: Rp. 
# 25000 # > Monthly fee: Rp. 15000 > Usage fee: Rp. 2000/jam
# # > Unlimited Usage fee: Rp. 415.000 (termasuk monthly fee) > # > 
# Wasantara Net: > Reg. fee: Rp. 25000 # > Subscription fee: Rp. 15000 
# > Utilization fee: Rp. 2400/jam # > Unlimited usage fee: Rp. 400.000 
# > # > > **********USA************
# # > > Prodigy: # > Unlimited usage fee: $19.95 = Rp. 156.000 (dengan 
# asumsi $1 = Rp. > # 156.000) > 
# # > BellSouth Net: > Unlimited usage fee: $19.95 = Rp. 156.000 
# (dengan # asumsi $1 = Rp. > 156.000)
# # > > # > Salam, > 
# # > Asep Mochamad Hadiyana > 3300 West End Avenue Apt. # 106 # > 
# Nashville, TN 37203 > # 

Kirim email ke