Saya setuju dan mendukung penuh tulisan daeng Ida.
Semoga kita semua sadar dari mimpi buruk ini.
peace.

Notrida Mandica wrote:
>
> Dear Permias and Readers,
>
> Kalimat-kalimat ini keluar dari sanubari saya yang terluka.  Jika
> rekan-rekan hendak menyebarkan pesan-pesan ini, silahkan.  Kalau mau
> diterbitkan, silahkan.  Kalimat-kalimat ini adalah tanggung jawab saya.
> ___________________________________________________________________
> Kepada  Indonesiaku,
>
>                       Hentikan Perang Saudara !!!!
>
> Kerusuhan demi kerusuhan menguasai negara kita.  Tak ada lagi tempat
> berlindung.  Pertengkaran mulut dua manusia pun dibawa kekerangka
> perbedaan agama, etnik, suku, dan politik.  Darah dan kematian hampir
> tak mengejutkan lagi.   Kata-kata apalagi yang pantas kita tujukan ke
> Bangsa Indonesia saat ini?  Bejat? Tak Bermoral? Tak berperikemanusiaan?
> Tak berakal?  Di mana nilai-nilai luhur keagamaan yang selalu
> didengung-dengungkan? Di mana nilai-nilai kemanusiaan sebagai bangsa
> bermartabat? Di mana nilai-nilai peradaban sebagai bangsa merdeka?
>
> Kekuasaan dan Kelaparan
>
> Sementara para cerdik pandai, elit, mahasiswa, dan mantan penguasa
> berdebat tentang siapa presiden berikutnya, siapa yang berhak memegang
> tampuk kekuasaan di Indonesia Raya,  penduduk Indonesia menjerit
> kelaparan.   Diperhitungkan bahwa lebih dari lima puluh persen penduduk
> Indonesia berada di bawah garis kemiskinan absolut dan lebih dari dua
> puluh juta orang kehilangan pekerjaan.  Potret apalagi  yang hendak kita
> saksikan?
>
> Kemiskinan dan kelaparan memimpin orang-orang menjadi buas dan tak
> beradab.  Saling membunuh telah menjadi tradisi di antara dua manusia
> Indonesia.  Saling menghujat antar etnik dan suku  perlahan-lahan
> menjadi kebiasaan.   Sementara keadaan ekonomi kita semakin memburuk,
> orang-orang kaya dan para birokrat tak berbuat apa-apa.  Malah semakin
> aneh,  pesta partai politik semakin marak.   Pendirian partai politik
> yang sangat mengkonsumsi waktu, uang, dan pikiran, dijadikan prioritas
> utama.   Para aktor politik  disibukkan oleh agenda 'Pemilihan
> Presiden.'  Pemilihan Umum didengungkan sebagai tujuan utama.  Dan
> sedihnya,  energi para pemikir dan pemuda bangsa terserap oleh buaian
> perebutan kekuasaan.
>
> Politik Tak Berbudaya
>
> Prilaku para pelaku politik Indonesia sangat mengecewakan.   Budaya
> politik Indonesia hampir tak berbentuk lagi.   Dahulu,  Suharto selalu
> mengagung-agungkan  nilai moral luhur bangsa Indonesia yang
> berperikemanusiaan dan berperikeadilan.   Suharto selalu menyatakan
> pentingnya nilai persatuan.  Dan anehnya,  semua orang mengikuti
> nilai-nilai yang dinyatakan oleh Suharto.   Hari ini,  orang-orang telah
> melupakan Suharto dan melepaskan diri dari nama besar Suharto.
> Masing-masing berdiri dan memproklamasikan diri sebagai 'orang-orang
> suci' dan 'penegak demokrasi.'
>
> Membingungkan,  mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan
> peta politik Indonesia.  Tak ada jalur yang pantas untuk diikuti, tak
> ada kata yang patut untuk dipatuhi.  Tak ada yang perlu dipersalahkan
> jika bangsa Indonesia semakin tak bermoral dan saling membunuh.  Hal ini
> tak lain disebabkan oleh kehadiran politik tak berbudaya yang dilakonkan
> oleh para pemimpin bangsa.   Jangan mengharap bangsa Indonesia menjelma
> sebagai bangsa toleran dan bermoral tinggi, jika para pemimpinnya selalu
> menjajal telinga mereka dengan kebohongan dan kemunafikan.
>
> Rakyat Indonesia,  Bersatulah!
>
> Rakyat Indonesia, kembalilah ke sanubarimu.  Lupakan para pemimpinmu.
> Bangun kekuatanmu.  Limpahkan semangatmu dalam satu jiwa.  Lawanmu
> bukanlah sesamamu akan tetapi kelaparan dan kemunafikan.  Seharusnya
> kita hentikan perang yang dapat menghantar ke perang saudara.  Hentikan
> semua kemunafikan.  Tak ada orang yang dapat memaksamu untuk mengikuti
> pemimpin yang batil.  Namun kita harus menyatukan kekuataan dan
> membangun kekuatan dari tangan-tangan kecil kita.  Tak ada yang dapat
> merubah diri kita kecuali kita hendak merubahnya.
>
> Bersatulah dalam kemiskinan dan bersatulah dalam kejayaan.  Kita perlu
> memerangi kelaparan bukan memerangi saudara sendiri.  Perangilah
> kebatilan, jangan perangi orang-orang yang tak berdosa.  Kita telah
> dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak berbudaya, oleh orang-orang tak
> beradab.  Bersatulah��
>
> Notrida Mandica
> Ph.D. Program Political Science
> Northern Illinois University
> DeKalb, IL 60115
> (815) 754-9978
> (815) 753-4202
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke