Kejadian ini tidak serentak terjadi di dalam kota tetapi meliputi wilayah tertentu. Misalnya kejadian awalnya yang terjadi di kawasan Batu Merah dan Mardika, pada saat aparat keamanan diterjunkan di daerah ini peristiwa serupa meletus di tempat lain, dan ketika aparat keamanan ditarik dari tempat kejadian pertama ke lokasi kejadian baru, meletus lagi di tempat lain. Hal ini berlangsung seterusnya sehingga aparat tidak dapat berbuat banyak. Akibat lain keterlambatan dalam mengatasi dan mengendalikan kerusuhan karea keterlambatan dan kurang adanya inisiatif dari pihak keamanan/petinggi ABRI, PEMDA, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam upaya meredam aksi-aksi kerusuhan tersebut. Ini dapat dilihat dari sudah hari kedua pecahnya peristiwa ini baru ada inisiatif dari piahk-pihak tersebut untuk turun ke lokasi kejadian. Ini pun tidak efektif karena cara mensosialisasikan seruan seruan itu tidak memakai alat pengerah yang tidak memadai sehingga kerumunan massa yang terbagi atas kelompok-kelompok berdasarkan agama tidak mendengar dengan baik apa yang diserukan pada saat itu.

KORBAN KERUSUHAN (data sementara)

1. Manusia

  • Meninggal Dunia sekitar 115 orang
  • Luka Berat sekitar 102 orang
  • Luka Ringan sekitar 35 orang
  • Yang belum diketemukan/hilang sekitar 300 orang

2. Material

  • Rumah Penduduk yang dibakar sekitar 150 buah
  • Yang dirusak sekitar 100 buah
  • Kendaraan Bermotor:

  • Mobil sekitar 39 buah
  • Sepeda motor sekitar 50 buah
  • Becak sekitar 250 buah

3. Tempat Ibadah

  • yang dibakar (gereja Nehemia, gereja di Benteng Karang 3 buah masing-masing 1 buah gereja Katolik, 1 buah gereja Protestan maluku dan 1 buah gereja Sidang Jemaat Allah, 1 buah gereja Seilale, 1 buah gereja di Piru (Seram Barat), 2 buah gereja di Kecamatan Sanan, 1 buah Gereja Tua di desa Hila dan 3 mesjid;
  • Mesjid Batu Bulan, Mesjid Karang Panjang, Mesjid Soa Ema dan 1 musholla Diponegoro Atas

4. Fasilitas Umum

  • 2 bank dirusak dan sebagian besar pasar dan pertokoan di kota Ambon dirusak dan dibakar.


Data sementara jumlah bangunan yang dibakar dan dirusak massa pada beberapa kawasan di Pulau Ambon:

  • Jalan Baru 20 buah
  • Diponegoro 10 buah
  • Seilale 14 buah rumah
  • Batu Bulan 30 buah rumah
  • Anthony Rhebok 15 buah = 1 bangunan Al-Hilal
  • Kawasan pertokoan di Jalan Sam Ratulangi: Bioskop Amboina dan kios-kios pakaian di sekitarnya, pertokoan Pelita habis dibakar, sekitar 30 buah toko di depan bioskop Amboina dan di samping pelabuhan laut Slamet Riyadi, kawasan Pasar Gambus dan kawasan pasar lama semuanya habis dibakar massa.
  • Dusun Wailete: jumlahnya belum diketahui dengan pasti tetapi jumlah yang tersisa hanya 2 buah.
  • Dusun Benteng Karang tidak ada bangunan yang tersisa termasuk 3 buah gereja masing-masing 1 buah gereja Katolik, 1 buah Gereja Protestan maluku dan 1 buah Gereja Sidang Jemaat Allah.
  • Desa Hila Kristen, 1 buah Gereja dan sekitar 80 buah rumah diratakan dengan tanah.


Adri Amiruddin
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke