Assalamualikum wr.wb
Sekedar ingin menanggapi email yang dipostingkan oleh Bung andri dibawah
ini.
Berita Postingan:
-------------------------- Delete------------------------------------
>Tapi perkembangan akhir-akhir ini kerukunan antar umat beragama di
Maluku, khususnya antar Agama Kristen dan Agama Islam sudah mulai
luntur. Secara sadar dapat dianalisa bahwa kelunturan umat beragama di
Maluku disebabkan karena adanya unsur-unsur kefanatikan agama yang
dibawa oleh pihak luar dan secara jujur pihak luar ini dapat disebutkan:
Suku Bugis-Makassar, Buton,>Padang dan Jawa. Ajaran-ajaran kefanatikan
merekalah yang mempengaruhi masyarakat asli Maluku yang beragama Islam
telah ter-kooptasi dengan ajaran-ajaran kefanatikan mereka (mohon maaf
bukannya kami sengaja ekstrim untuk menjelekkan saudara-saudara kami
selaku orang Maluku yang beragamaIslam, tapi kami ungkapkan ini demi
tegaknya kembali hidup kerukunan beragama selaku saudara dalam satu
budaya Pela-Gandong). Dan ini bukanlah kami diskriminatif, tapi
kenyataan inilah yang terjadi.
M.rosadi menanggapi:
Pernyataan di atas ini sepertinya kurang fair. Tidak adil rasanya
menyatakan bahwa masyarakat pendatang di maluku sebagai penyebab
terjadinya kerusuhan yang terjadi belakangan ini.(saya menangkap maksud
yang demikian). Dan lebih tidak adil lagi menimpakan "ajaran
kefanatikan"(sepertinya definisi kefanatikan yang disebutkan disini
mempunyai arti negatif)kepada pihak islam saja. bukankah di pihak
kristen (dalam masyarakat maluku) juga terdapat orang-orang yang fanatik
(dalam artian negatif),yang bisa jadi punya andil cukup besar terhadap
terjadinya kerusuhan..?????
Berita Postingan:
>Secara sadar dapat dikatakan bahwa seandainya kali selaku Asli Maluku
Agama >Kristen dan Agama Islam tanpa ter-kooptasi dengan kefanatikan
yang ada >sampai kapan pun tidak mungkin terjadi peristiwa yang sangat
memalukan ini.
M.Rosadi menanggapi:
Secara tidak langsung sebenarnya penulis email diatas ini mengakui bahwa
kefanatikan (dalam artian negatif)dapat terjadi pada umat di kedua belah
pihak, kristen dan Islam.
Berita postingan:
>Pe4ngalaman telah membuktikan bahwa konflik SARA yang terjadi di Maluku
di waktu-waktu lalu sampai saat ini selalu dipicu oleh mereka-mereka
yang tidak pernah mengenal budaya kerukunan umat beragama masyarakat di
Maluku.
M.rosadi menanggapi:
Dalam beberap kasus bisa saja demikian. Tapi saya kurang yakin kalo
semua konflik SARA yang terjadi di maluku SELALU dipicu oleh pihak
pendatang(yang dikatakan tidak pernah mengenal budaya kerukunan umat
beragama masyarakat di Maluku). Tidak semua kaum pendatang di maluku itu
penjahat kan.., sebagaimana halnya tidak semua orang maluku itu
preman..????? Setiap golongan masyarakat tentunya menyimpan benih-benih
yang baik dan jahat...., so jangan cepat men-'judge' suatu kejahatan
merupakan "trade mark" dari suatu kelompok/golongan.
Wassalam
Mohamad Rosadi
Virginia
-----------------------------delete-----------------------------------
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com