Memang inilah yang saya tunggu-tunggu. Dari dulu (waktu mahasiswa) saya berpikiran mengapa nggak dilepas aja Tim-tim. Sama sekali nggak ada untungnya mempertahankan Timtim. Uang yang ditanam ke sana sudah tidak proporsional lagi demi "pemanis". Belum lagi ongkos untuk diplomasi, serdadu, peralatan tempur, dan tetek-bengek lainnya yang sama sekali tidak proporsional. Anak-anak Timtim (yang di Yogya contohnya) menjadi anak emas polisi. Misal mereka nggak pake helm atau nglanggar rambu nggak ditangkep polisi.
Dari sumberdaya alam Timtim tak menjanjikan, apalagi sumberdaya manusianya. Contoh, walau nggak mewakili namun dapat dijadikan citra, teman seangkatan saya lulus dengan tak mencerminkan ia adalah lulusan PTN elit, karena memang ia masuk lewat kolusi politik.
Pelanggaran HAM oleh serdadu makin memperburuk citra Indonesia. Agar tak ada pelanggaran HAM...yah nggak usah mikirin Timtim.
Jadi tak perlu meratapi kepergian Timtim. Kalo kita kuatir provinsi lain ikut-ikutan melepaskan diri...itu sih mengada-ada namanya.
Adios Timtim!
-----Original Message-----
From: djoko raharto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, 27 January, 1999 17:43
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE : TIM-TIM DILEPAS
Hot News from Indosiar
Presiden telah setuju tim-tim (benalu) dilepas, namun demikian keputusan
sepenuhnya diserahkan kepada DPR/MPR.
salam
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
