Title: RE: RE : TIM-TIM DILEPAS

Saya nggak sependapat kalo dibilang Timtim punya sumberdaya yang besar. Melengkapi posting saya sebelumnya bahwa sumberdaya lahan/alam Timtim sangatlah terbatas. Bagian terbesar adalah lahan kering karena iklim yang menjadikannya demikian. Kalaupun diberitakan "panen besar" kopi di Timtim, hasil itu tak signifikan untuk menyumbang PAD Timtim.

Menyoal "Timor Gap" janganlah berpikiran itu adalah "East Timor Gap". Pulau Timor dibagi dua: Barat dan Timur. Yang barat merupakan bagian NTT yang Kupang juga ada di Timor Barat. Biarpun "Timor Gap" itu ada minyaknya tak mudah mengeksploitasinya. Perjanjian RI dan Australia sangat merugikan RI seperti yang dikecam oleh Bapaknya Helmi Johannes. Semestinya pembagian wilayahnya berdasarkan landasan kontinen negara secara adil alias menurut garis bujur. Namun yang terjadi pembagiannya menurut garis lintang. Akibatnya RI kebagian laut yang sangat dalam. Jika pada akhirnya "Republik Timor Timur" mengusik perjanjian tersebut, ini tentu melibatkan RI juga, karena RI berhubungan dengan celah tersebut menurut landasan kontinen.

Wassalam,
Efron
-----Original Message-----
From:   Brawijaya [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, 28 January, 1999 12:05
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: TIM-TIM DILEPAS

--dihapus aja----
Masyarakat Tim-tim kan mempunyai resource yang besar, jadi biar cepat menjadi negara maju. Syukur-syukur bisa mensejajari Australia, misal dengan penjualan kopi, dan juga minyaknya di celah Timor yang terkenal itu......

----dihapus aja-----

-----Original Message-----
From:   Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, 28 January, 1999 09:59
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: RE : TIM-TIM DILEPAS

Memang inilah yang saya tunggu-tunggu. Dari dulu (waktu mahasiswa) saya berpikiran mengapa nggak dilepas aja Tim-tim. Sama sekali nggak ada untungnya mempertahankan Timtim. Uang yang ditanam ke sana sudah tidak proporsional lagi demi "pemanis". Belum lagi ongkos untuk diplomasi, serdadu, peralatan tempur, dan tetek-bengek lainnya yang sama sekali tidak proporsional. Anak-anak Timtim (yang di Yogya contohnya) menjadi anak emas polisi. Misal mereka nggak pake helm atau nglanggar rambu nggak ditangkep polisi.

Dari sumberdaya alam Timtim tak menjanjikan, apalagi sumberdaya manusianya. Contoh, walau nggak mewakili namun dapat dijadikan citra, teman seangkatan saya lulus dengan tak mencerminkan ia adalah lulusan PTN elit, karena memang ia masuk lewat kolusi politik.

Pelanggaran HAM oleh serdadu makin memperburuk citra Indonesia. Agar tak ada pelanggaran HAM...yah nggak usah mikirin Timtim.

Jadi tak perlu meratapi kepergian Timtim. Kalo kita kuatir provinsi lain ikut-ikutan melepaskan diri...itu sih mengada-ada namanya.

Adios Timtim!

-----Original Message-----
From:�� djoko raharto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:�� Wednesday, 27 January, 1999 17:43
To:���� [EMAIL PROTECTED]
Subject:������� RE : TIM-TIM DILEPAS

Hot News from Indosiar

Presiden telah setuju tim-tim (benalu) dilepas, namun demikian keputusan
sepenuhnya diserahkan kepada DPR/MPR.

salam


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke