Bung Hutapea,
Bangsa Yang Besar adalah Bangsa yang menganggap semua manusia
adalah saudara...walau mereka tidak menganggap kita saudara,
kita tunjukan bahwa kita mau mereka menjadi saudara kita.
seperti bunyi hukum Tuhan yang terutama, " Kasihilah Sesamamu manusia,
seperti engkau mengasihi dirimu sendiri (ie: saudara)"
(maaf kalau anda bukan Kristen)
Engga ada salahnyakan kalau kita menunjukan kepada rakyat Tim-Tim,
kalau kita mengakui mereka sebagai saudara. Tunjukan niat kita (Indonesia
Baru) adalah murni dan tulus, tanpa embel-embel seperti Portugal yang
telah berdosa menjajah Tim-Tim selama 450 tahun, Australia yang
hanya ingin minyak timor atau mencari dominasi di pacific, atau
Orde Baru yang telah menganeksasi dengan paksa Tim-Tim di tahun 1975.
Tunjukan bahwa kita juga menginginkan peran Tim-Tim dalam membentuk
Indonesia Baru, yang dengan berkat Tuhan, semoga menjadi bangsa yang
besar dan adil.
Menutup, masih ingat pembicaran Yesus dengan para Ahli-ahli Taurat,
Farisi, dimana mereka menanyakan apakah Bangsa Yahudi diperbolehkan
membayar pajak ke Kaisar di Roma, yang adalah penjajah pada saat itu.
Jawab Yesus, " Bayarkanlah apa yang menjadi hak Kaisar, dan bayarkanlah
apa yang menjadi kewajiban mu kepada Tuhan."
Ini bukti di Alkitab, bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian yang diberkati
Tuhan.
Andrew
On Thu, 28 Jan 1999, Alexander Hutapea wrote:
> On Thu, 28 Jan 1999, Andrew G Pattiwael wrote:
>
> |o|Walau sangat berat di hati untuk melepaskan tali persaudaraan yang telah
> |o|dibina selama 32 tahun ini, kita harus berbesar hati, akhirnya
>
> Kalau kita mengangap mereka saudara, tetapi mereka tidak menganggap kita
> saudara. Apakah namanya kita bersaudara?
>
> salam,
> Alex
>
> nb: Cuman mengutip dari ucapan aktifis tim-tim (asli tim-tim) yg pernah
> bicara di forum di Universitas saya.
>