Title: RE: Perceraian Dalam Kristen :Re: Timor Timur Keluar
salam sejahtera,
tolong rekan-rekan supaya tidak memperlebar tema diskusi.
Tema timor-timur ini sangat penting bagi kita semua dan
sepanjang pengetahuan saya masalah "perceraian" pada awalnya
berada dalam konteks kenegaraan bukan agama (dan saya harap terus dibedakan)
Tapi ini menunjukkan tingkat sensitifitas kita (yang berlebihan)
mengenai masalah agama.
 
saya pribadi berpendapat tema ini harus didiskusikan secara matang dan
tidak dipenuhi oleh latar belakang emosi.ponit saya adalah:
 
pertama saya menyambut opsi baru dari pemerintah yaitu melepaskan timor-timur
dari negara kesatuan RI karena selama ini secara diplomatis ada kebekuan masalah
ini.Apabila kita sadar bahwa masalah tim-tim ini merupakan ekses dari perang dingin
(sebagaimana PRRI, kasus 1965 dst dst) tentu saja kita harus siap untuk mendiskusikan
akibat-akibat dari aneksasi RI dulu.
 
Kedua saya berpendapat yang terpenting sekarang adalah ditariknya pasukan-pasukan militer
baik yang resmi maupun "pasukan liar" yang ada di timtim.karena merekalah yang
sering melakukan teror terhadap penduduk asli.
 
Dan ketiga segera dilakukan tematisasi luas di RI dan diselenggarakan forum dialog untuk menentukan apakah
RI harus melepas timtim langsung dan menyerahkan ke portugal sebagai "verwalter" ...mmhh...(ndoro kolonial...sic!)..ini sesuai
dengan pengakuan U.N.. atau mencari jadwal referendum.
 
 
salam hangat dari Hannover
 
deddy priadi
 
 
 
-----Ursprüngliche Nachricht-----
Von: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Freitag, 29. Januar 1999 01:02
Betreff: Re: Perceraian Dalam Kristen :Re: Timor Timur Keluar

Bung Andi Pattiwael,

Kata siapa sih Kristen Protestan memperbolehkan cerai? Barangkali sekte Andi Pattiwael yang mengizinkan. Dalam salah satu sesi katekisasi pra-nikah di GKI Kebayoran seorang peserta menanyakan "bolehkah bercerai?". Dengan tegas Pdt. C. Tarigan menjawab (atau ganti beratnya),"Jika ingin bercerai, mengapa Saudara menikah?".

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   Andrew G Pattiwael [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Friday, 29 January, 1999 01:32
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Perceraian Dalam Kristen :Re: Timor Timur Keluar

Hanya Kristen Katholik yang melarang perceraian. Setahu saya
Kristen Protestant yang memperbolehkan perceraian.
Walau memang tertulis di alkitab, "Apa yang telah dipersatukan
oleh Tuhan tidak boleh diceraikan manusia"

Salam,


Andrew



On Thu, 28 Jan 1999, Helson Siagian wrote:

> On Thu, 28 Jan 1999, Budi Haryanto wrote:
>
> ---dihapus---
> >
> > Apakah perceraian itu hal yang 'negatif'?
> >
>
> Helson: jawabannya antara lain tergantung pada apa agama orang yang
>         menjawabnya. Ajaran Kristen melarang perceraian, apapun alasannya
>         (kecuali karena kematian).
>
> > Salam,
> > Budi
> >
> > At 03:25 PM 1/28/99 +0700, you wrote:
> > >Apakah perpecahan ini yg. kita harapkan?
> > >
> > >> ----------
> > >> From:         Budi Haryanto[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > >> Sent:         Thursday, January 28, 1999 4:47 AM
> > >> Subject:      Re: Timor Timur Keluar dari Kesatuan Republik Indonesia ?
> > >>
> > >> Yap!!!
> > >>
> > >> Dalam kurun waktu 10 tahun ini (1998-2008) Timor-Timur akan lepas dari
> > >> republik kita. Aceh dan Irian Jaya akan menyusul.
> > >> Let's see.
> > >>
> > >> Salam,
> > >> Budi
> > >>
> > >> Nasrullah Idris wrote:
> > >> >
> > >> >         Jika alternatif pertama : "pemberian status khusus dan otonomi
> > >> luas kepada
> > >> > Timor-Timur" tidak diterima, Indonesia akan memunculkan alternatif baru
> > >> dalam
> > >> > persoalan propinsi tersebut, yaitu "melepaskan Timor Timur dari Kesatuan
> > >> > Republik Indonesia"
> > >> >
> > >> > Salam,
> > >> >
> > >> > Nasrullah Idris
> > >>
> > >
> > >Attachment Converted: "C:\BOLW\System\Eudora\attach\Re Timor Timur Keluar
> > dari Kes"
> > >
> >
>

Kirim email ke