YY. Alim:
Bung bRidwan bahan ini mudah-mudahan bisa membantu mohon maaf kalau kurang
berkenan. Ijinkanlah saya mendongeng sedikit.
Kolonialisme per definisi adalah penguasaan dan eksploitasi negara kuat ke
negara lemah.
Yw: Seperti sekarang ini: US thd Amerika Latin, dan
Jepang thd kawasan Asia, US thd Iraq, dst. dst... ;-)
Perlu diingat faktor eksploitasi adalah salah satu ukuran kolonialisme,
contohnya adalah pajak yang dipungut Belanda, perdagangan secara paksa,
dan "Kultuur stelsel" jaman Deandles dulu.
Yw: Perdagangan secara paksa ini, kalo saya boleh memberi contoh lagi:
adalah waktu para pejabat dipaksa utk beli Timor (untung batal).
Gitu kan maksudnya? ;-) Terus cengkeh orang sulawesi dipaksa dijual
ke BPPC, terus petani jeruk dipaksa menjual per kilo Rp. 75.
Terus penduduk jonggol, dipaksa jual tanah per meter Rp. 400,
terus Bappindo dipaksa mengucurkan kredit 1.3T buat Ed.Tanzil...
Apa lagi kira-kira...
Pada waktu perusahaan dagang Belanda yaitu VOC datang tahun 1596 ke tanah
Jawa (pada waktu itu belum ada negara RI), Kesultanan Aceh adalah negara
yang merdeka dan berdaulat.
Yw: Tapi sudah ada DOM! (Daerah Operasi Macan! Karena jelas sekali
pada waktu itu harimau sumatra alias macan masih banyak). ;-)
Hubungan yang ada dengan Inggris dan Portugis semata-mata berlandaskan
perjanjian dagang bukan kolonialisme.
Yw: Yang dilandasi semangat KKN (Kumpul nggak Kumpul asal
Nitip salam). ;-)
Negara Aceh yang dalam bentuk monarki bahkan pernah membuat perjanjian
keamanan dengan Kesultanan Turki, Portugis, dan Inggris. Mereka bahkan
sudah menyewa tentara bayaran dari negara tersebut.
Yw: Yg tentunya tidak diprovokatori dari sekitaran Ciganjur! ;-)
Kesultanan Aceh baru turun pamornya setelah Tahun 1641.
Turunnya pamor kesultananan Aceh tidak otomatis menjadikan daerah
Aceh sebagai jajahan Belanda.
Yw: Tidak otomatis, kemungkinan karena manual. ;-)
Seluruh negara (monarki) yang berlokasi di tanah Jawa praktis menyerah ke
tangan perusahaan dagang Belanda (VOC) sejak tahun 1609, tepatnya setelah
Sultan Agung dikalahkan oleh Belanda dengan bantuan penghianatan dari
Amangkurat I.
Yw: Sebenernya kalo direvisi dikit: Seluruh (kekuatan) negara yg
dikendalikan dari tanah Jawa (saat ini) praktis menyerah ke
tangan perusahaan dagang boong-boongan (IMF) sejak tahun 1997,
tepatnya setelah ditandatanganinya letter of intent dengan
bantuan penghianatan dari Keluarga I. Ya, rupanya setelah
ratusan tahun, sejarah masih gitu-gitu aja (nggak kreatif).
;-)
...