=============================================
At 00:49 01/02/99 PST, Notrida Mandica wrote:
> Dear Permias and Readers,
>
> rindu menuai harap dalam senyap
> kala tak ada suara kasih membelai malam
> rinai hujan membasahi bintang-bintang
> menghalangi nampaknya menyapa bumi
> dingin, dingin, beku darah tak mengalir
> rindu tenggelam dalam senyap
> tak ada cahaya bulan tersenyum seperti biasa
> ketakutan oleh air tuangan dewa kemarahan
> gulita nampak enggan menemani malam yang pucat
> rindu semakin terpuruk pasrah dalam dekapan malam
> yang semakin lunglai tak berdebar
>
> salam,
> ida
=====================================================
ooh, alangkah senangnya hatiku
membaca tulisan indah diatas
setelah sebulan lebih mata ini
tidak melihat goresan daeng Ida
yang selalu menyentuh sanubari
dalam keadaan yang gelap gulita
dalam keadaan yang tidak berkawan
hanya satu yang dapat ku ucapkan
terima kasih banyak tante Ida.....
Salam,
bRidWaN