-----Urspr�ngliche Nachricht----- Von: Citra Desa Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> An: Recipient list suppressed <Recipient list suppressed> Datum: Samstag, 6. Februar 1999 14:34 Betreff: [demi-demokrasi] Tragedi Aceh : Harian waspada >BERITA UTAMA WASPADA > >JUMAT, 5 FEBRUARI 1999 > > >Tragedi Idi Cut: >4 Mayat Ditemukan Di Sungai > >SIMPANG ULIM (Waspada): Empat mayat manusia yang diduga korban berondongan >senjata aparat keamanan dalam insiden Idi Cut ditemukan masyarakat di >sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur Kamis (4/2). > >Tiga diantaranya dikenali masing-masing Irwansyah,28, penduduk Kapal Baro, >Kecamatan Darul Aman, Irwan,24, penduduk Desa Seunebok Bayu Alue Ie Mirah >Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Hasbi,20, Idi Cut, Kecamatan Darul Aman dan >satu lagi belum diketahui indentitasnya. > >Ditemukan mayat-mayat tersebut dalam sungai Arakundo berawal dari >kecurigaan masyarakat terhadap darah yang berceceran di jembatan lama >Arakundo yang mereka lihat Rabu (3/2). Lalu mereka menghubungkan dengan >kejadian Idi Cut yang menurut keterangan pihak keamanan korban jiwa satu >orang dan luka tembak tiga orang. Sedangkan orang yang hilang cukup banyak. > >Masyarakat menduga ada pihak yang membuang mayat ke situ. Dugaan tersebut >semakin menguat setelah sejumlah anggota masyarakat mendengar dari sejumlah >saksi mata tragedi Idi Cut yang keterangannya sangat bertentangan dari >keterangan pihak keamanan. > >Menurut beberapa saksi mata, tragedi Idi Cut lebih biadab dari peristiwa >yang terjadi di Gedung KNPI Aceh Utara. "Petugas menembak membabi buta >kepada rombongan yang pulang dari dakwah yang terdiri dari anak-anak, >wanita dan laki-laki," kata salah seorang warga Julok yang mengaku sempat >melihat langsung peristiwa tersebut. > >Keterangan yang berhasil Waspada himpun baik dari masyarakat maupun dari >pihak keamanan, menyebutkan peristiwa itu bermula dari adanya acara ceramah >di Desa Meunasah Blang, sekitar empat kilometer dari simpang Kuala Idi Cut >ke arah Utara. > >Ceramah Selasa (2/2) malam tentang Aceh Merdeka tersebut banyak didatangi >para pengunjung dari berbagai kecamatan di Aceh Timur. Menurut Dandim >0104/Aceh Timur Letkol Inf Ilyas, isi ceramah soal Aceh Merdeka itu bernada >provokasi, menjelek-jelekkan dan menghujat pemerintah bersama ABRI. > >Meskipun begitu ceramah itu sendiri tetap berjalan mulus hingga selesai. >Insiden baru terjadi ketika pera pengunjung pulang berkonvoi dengan >kendaraan. > >Menurut saksi mata lain lagi, yang meninggal dalam kejadian itu cukup >banyak namun dia tak sempat menghitung berapa jumlah persisnya. Bahkan, >menurutnya, diantara itu ada seorang kaum ibu yang kena peluru di bagian >dada kanannya. > >Yang meninggal dan luka-luka parah, kata saksi mata itu, dilempar secara >serampangan ke dalam truk dan diangkut ke arah barat. Sedangkan yang >luka-luka berat tapi masih sanggup berjalan lebih banyak menyelamatkan diri >dari tempat itu dibantu oleh teman-temannya. > >Berdasarkan keterangan saksi mata warga masyarakat yang kehilangan anggota >keluarganya pada hari Rabu coba menyisir Krueng Arakundo dengan bot tetapi >hingga sore tidak diketemukan satu orangpun. > >Gagal pada pencarian Rabu warga masyarakat tidak mau menyerah lalu mencari >kembali pada hari Kamis. Kali ini mereka menggunakan galah yang ujungnya >dipasang mata pancing yang ditarik ke dasar sungai. > >16 orang > >Hasilnya hingga pukul 14:00 mereka berhasil menemukan empat mayat. Pada >tubuh mereka rata-rata ditemukan luka bekas tembakan dan bersama mayat >tersebut juga terangkat batu-batu yang dimasukkan dalam goni pupuk seberat >lebih kurang 30 kilogram. > >Setelah temuan itu warga masyarakat yang mencari anggota keluarganya yang >hilang semakin banyak ke Krueng (Sungai) Arakundo meskipun hingga pukul >14:00 tidak ada pihak keamanan yang membantunya. > >Para pencari mayat itu semakin yakin masih banyak korban yang belum >ditemukan. Karena mereka menghubungkannya dengan korban saat berondongan >senjata aparat keamanan di Idi Cut adalah para penumpang dari tujuh mobil. > >Bahkan yang sudah ada laporan ke HAM, lima belas orang penduduk Desa >Seunebok Bayu satu orang pun belum pulang. Jadi menurut anggota keluarganya >ada kemungkinan sudah menjadi korban yang dilemparkan ke sungai itu. > >Sebuah informasi lain menyebutkan sampai pukul 22:00 korban ditemukan sudah >16 orang. > >Kapolres Aceh Timur Letkol Pol Drs R Suminar yang dihubungi Waspada Kamis >sore di kantor dan di rumahnya tidak ada di tempat. Menurut stafnya sudah >di Arakundo sejak pukul 16:00 dan belum pulang hingga pukul 20:00. > >Namun begitu seorang stafnya membenarkan ada temuan mayat oleh warga di >Sungai Arakundo tetapi dia tidak tahu persis berapa orang jumlahnya. >Pihaknya juga belum berani memastikan apakah mayat tersebut termasuk korban >insiden Idi Cut. (tim) > >----------end---------- > >To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the >message body the line: >unsubscribe demi-demokrasi >
