-----Urspr�ngliche Nachricht----- Von: Citra Desa Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> An: Recipient list suppressed <Recipient list suppressed> Datum: Samstag, 6. Februar 1999 14:30 Betreff: [demi-demokrasi] Siaran Pers Koalisi : ABRI Memang Biadab >Siaran Pers > >Koalisi NGO HAM Aceh, sehubungan dengan insiden yang terjadi di Idi Cut >Aceh Timur, tanggal 2 sampai 3 Februari 1999, melihat cara-cara yang >dilakukan ABRI terhadap rakyat Aceh sangat-sangat biadab. Berdasarkan >laporan yang diterima Koalisi NGO HAM Aceh, dari puluhan yang ditembak dan >dibantai ABRI di Idi Cut itu, enam orang mayat sudah ditemukan. Mayat-mayat > setelah ditembak, untuk menghilangkan bukti, dinaikkan ke Truck ABRI lalu >sampai di Jembatan lama Arakundo, di ikat karung yang telah diisi pemberat >batu kemudian dibuang ke sungai Arakundo. Dari tubuh mayat yang telah >ditemukan, lima diantaranya masih ada ikatan dengan pemberat, sedangkan >satu lagi lainnya telah lepas. Masyarakat yang melihat prosesi pembuangan >mayat tersebut, mirip yang terjadi masa DOM. Malahan menurut informasi >masyarakat, ada rakyat belum mati ditembak dan diikat pemberat agar mati >untuk menghilangkan bukti. Oleh karenanya, cara-cara keji dan biadab yang >dilakukan militer di Aceh, maka Koalisi NGO Ham Aceh menyatakan sikap : > >1. Mengutuk ABRI yang terus mengunakan cara-cara Nazi dimasa lalu, yang >dizaman modern tak berlaku lagi. > >2. Kepada Komponen masyarakat, ulama, tokoh masyarakat, santri dan komponen >sipil lainnya diserukan sudah saatnya melakukan jidhad fissabilillah untuk >memerangi musuh Allah yang sudah menjadi-jadi. > >3. Menuntut segera militer, organik maupun non-organik segera mengosongkan >Aceh. > >4. Cara-cara yang ditempuh ABRI dengan membuang mayat sangat-sangat biadab >dan tidak bertanggung jawab, seharusnya mayat diserahkan secara baik-baik >kepada keluarganya, bukan dengan membuang dan ditaruh pemberat seperti itu. > >5. Bahwa pola-pola membunuh lalu mengikat dengan pemberat adalah cara keji >yang tak bisa diampuni. Kondisi ini akan semakin mencuatkan kebencian >rakyat terhadap ABRI. > >6. Bebaskan rakyat yang ditangkap sebanyak 51 orang, karena mereka tidak >bersalah. Yang bersalah seharusnya ABRI, bukan rakyat. > >7. Tinggalkan cara-cara rekayasa ABRI yang mengesankan seolah-olah rakyat >yang berbuat salah. > > >Banda Aceh, 5 Februari 1999 >KOALISI NGO HAM > > >Maimul Fidar >Koordinator > > >To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the >message body the line: >unsubscribe demi-demokrasi >
