Rekan-rekan sekalian....,

Berikut ini saya teruskan email yang saya terima dari milis bincang.
silahkan didiskusikan.....

Salam
M.Rosadi

>From bincang-return-3107-m_rosadi Tue Dec 22 13:21:13 1998
>Received: from [207.106.122.252] by hotmail.com (1.0) with SMTP id
MHotMail309181447363183506532496347986201295610; Tue Dec 22 13:21:13
1998
>Received: (qmail 77 invoked by uid 1053); 22 Dec 1998 21:21:10 -0000
>Mailing-List: contact [EMAIL PROTECTED]; run by ezmlm
>Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
>Received: (qmail 72 invoked from network); 22 Dec 1998 21:21:10 -0000
>Received: from rmx09.iname.net (HELO rmx09.globecomm.net)
(165.251.8.95)
>  by permias.org with SMTP; 22 Dec 1998 21:21:10 -0000
>Received: from weba2.iname.net  by rmx09.globecomm.net (8.9.1/8.8.0)
with ESMTP id QAA18820
>From: [EMAIL PROTECTED]
>Received: (from root@localhost)
>       by weba2.iname.net (8.9.1a/8.9.2.Alpha2) id QAA29864;
>       Tue, 22 Dec 1998 16:20:24 -0500 (EST)
>MIME-Version: 1.0
>Message-Id: <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue, 22 Dec 1998 16:20:24 -0500 (EST)
>Content-Type: Text/Plain
>Content-Transfer-Encoding: 7bit
>To:
[EMAIL PROTECTED],
>        [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [bincang] Sabili: CSIS VS Islam
>
>Berikut ini satu tulisan tentang CSIS dan Serikat Jesuit oleh Hussein
Umar (tokoh DDII). CSIS yang didominasi golongan Katolik macam Marie
Elka Pangestu dan Jendral LB Murdani ini berusaha menempatkan ummat
Islam sebagai lawan pemerintah. Selama berkolaborasi dengan rezim ORBA
selama  25 tahun pertama rezim ORBA, banyak dilakukan rekayasa untuk
memojokkan dan menindas ummat Islam, seperti kasus Woyla, pembantaian di
Lampung, Tanjung Priok, dsb.
>
>Sekarang mereka dengan media massanya juga berusaha membentuk opini
sehingga tokoh2 dan Ormas2 Islam seperti DDII, MUI, KISDI, ICMI, dll
jadi tokoh antagonis, sementara kelompok mereka (termasuk LB Murdani
dengan CSISnya) jadi tokoh protagonis.
>
>Bagi mereka ummat Islam tidak pantas menguasai pemerintahan atau
militer, karena itulah mereka berusaha menciptakan image, bahwa ummat
Islam berusaha mempolitisasi agama, padahal mereka sendiri justru lebih
dari itu.
>
>Berikut berita dari Sabili tentang tindakan diskriminatif yang
dilakukan CSIS terhadap ummat Islam:
>
>Sabili: Islam Dianggap Sebagai Kendala
>
>Strategi melumpuhkan kekuatan-kekuatan Islam itu memang berjalan cukup
lama. Salah satu lembaga yang memiliki grand design untuk melakukan
proses de-Islamisasi itu adalah CSIS. Antara CSIS dengan pemerintah Orde
Baru, dalam hal ini pemerintahan Suharto di masa lalu sulit dipisahkan.
Terutama dengan tokoh-tokoh seperti Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani,
dan beberapa tokoh lain lagi yang memang merupakan asisten pribadi
mantan Presiden Soeharto. Mereka juga bertugas dalam pelaksanaan
operasi-operaasi khusus. Mereka itu ada yang disebut opsus. Untuk
beberapa dasawarsa, saya rasa selama pemerintahan Soeharto, CSIS itu
menjadi think tank dari pemerintah. Menjadi tangki pemikiran atau dapur
pemikiran pemerintah. Menyusun konsep-konsep mencakup berbagai bidang.
Ipolekssbudhankam.
>
>Ada satu asumsi yang dibuat oleh CSIS, yang mereka kemudian berusaha
menolak, tetapi itulah yang sebenarnya. Bahwa Indonesia ini terlambat
untuk maju karena kendala agama Islam. Islam dianggap mengandung ajaran
yang paradoks dengan modernisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena
itu menurut mereka, kalau ingin melihat Indonesia ini maju, harus berani
melakukan penyesuaian. Tidak secara parsial atau artifisial, tetapi
betul-betul mencabut dari akar penyebabnya. Jadi harus punya keberanian
merombak sesuatu yang sangta mendasar. Ini mau tidak mau menyentuh
kehidupan agama.
>
>Selain itu terjadi proses depolitisasi. Menjauhkan ummat Islam dari
politik. Kita bsia melihat jargon-jargon ketika itu yang bertujuan
melemahkan partai-partai politik Islam, seperti plitik no, pembangunan
yes.
>
>Selain deideologisasi dan de-Islamisasi, kita mengalami proses
sekulerisasi di semua bidang kehidupan. Pendidikan kita disekulerkan,
sosial budaya kita disekulerkan. Media massa kita disekulerkan, begitu
pula hukum, pendeknya semua bidang. Kebijakan-kebijakan politik,
kenegaraan, cenderung dijauhkan dari nafas agama. Dan itu berjalan untuk
masa yang cukup panjang. Jadi terjadi proses sekulerisasi. Dari proses
de-ideologisasi, depolitisasi, sekaligus di situ lahirnya konsep massa
mengambang.
>
>Saya ingin mengatakan bahwa Ali Moertopo itu dibina �disupply�
pemikiran-pemikiran literatur dan konsep-konsep dari Pater Beek. Pater
Beek ini seorang pastur Jesuit, yang ketika Orde Lama diusir dari
Indonesia oleh GPI-nya Subandrio, dituduh sebagai agen CIA. Lalu dia
lari ke Hongkong, �mangkal� di Hongkong. Tapi dalam (sistem) komunikasi
yang begitu canggih ini tentu dia membina terus kader-kader uda Katolik
yang diskeolahkna di luar negeri. Nah ketika Orde lama jatuh, lahir Orde
Baru, dia pun masuk kembali ke Indonesia, dan merekrut kembali
orang-orang yang disekolahkan di luar negeri, kader-kader muda Katolik,
yang semua itu adalah dari Ordo Jesuit. Mereka itulah yang kemudian
berkumpul di CSIS menjadi kekuatan yang sangat tangguh di masa lalu.
Jadi memang kelompok Jesuit itu yang berada di CSIS. Dan kelompok Jesuit
merupakan kelompok yang paling militan sikapnya terhadap Islam dan ummat
Islam di antara Ordo Katolik.
>
>Lalu saya juga ingin menyatakan bahwa Frans Seda terkesan tendensius,.
Itulah yang harus ditulis. Itu terkesan tendensius. Di saat suasana
masih panas, dia kemudian melontarkan seperti itu. Sebenarnya kalau kita
mau jujur, tidak sedikit korban, lihat saja perbandingan korban
Ketapang, umpamanya. Apalagi dilihat dari segei prosentase. Ucapan ini
bisa menimbulkan semacam dendam, kemarahan.
>
>Sabili No. 12 TH VI Desember 1998
>
>
>---------------------------------------------------
>Get free personalized email at http://www.iname.com
>
>
>
>-----------------------------------------------------------------------------
>To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED]
>This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com
>-----------------------------------------------------------------------------


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke