Rekan permias@ yth,

Ada satu hal menarik yang dapat diambil dari persidangan 12 anggota
Kopasus terhadap tuduhan melakukan penculikan para aktivis pemuda
(Kompas 23 Desember). Mereka dengan kompak mengatakan bahwa penculikan
tersebut adalah karena 'panggilan hati nurani' untuk menjaga agar negara
tetap aman dan stabil.

Berarti, di ABRI sendiri sudah sedemikian demokrasinya, karena perwira
setingkat Mayor boleh berinisiatif sendiri untuk merancang dan melakukan
tindakan 'penyelamatan negara', yang antara lain dengan penculikan dan
dipoles dengan penganiayaan atau bahkan mungkin pembunuhan (beberapa
terculik sampai saat ini belum ditemukan). Pertanyaannya, apakah memang
boleh demikian di ABRI? Kalau jawabannya adalah 'iya', maka mungkin
inilah yang disebut 'nasionalisme'.

Bayangkan kalau setiap anggota ABRI yang menembaki mahasiswa di
Trisakti, Semanggi dan Atmajaya, menganiaya mahasiswa dan masyarakat di
berbagai tempat dan daerah pada berdalih itu adalah 'panggilan hati
nurani' atau besarnya rasa 'nasionalisme' mereka. Wow......!!!!! Berarti
sudah nggak perlu lagi selalu taat dan menurut perintah atasan di ABRI.

Apakah memang demikian fenomenanya?

Salam,

Budi

Kirim email ke