Seperti halnya kasus penembakan Trisakti, dimanaKepolisian meminta
beberapa
perwira/petugasnya untuk maju sebagai tersangka, Kopassus rupanya juga
meng-kopi
metode kuno tsb.
Apa tujuannya?
Agar masyarakat bisa merasa puas setelah melihat bahwa ada polisi dan
tentara yang dijadikan tersangka dan dijatuhi hukuman.

Mengenai panggilan hati nurani yang diungkapkan oleh anggota Kopassus
tsb, sama sekali "non sense" dan "omong kosong" belaka.

Lagipula, kenapa pemeriksaan harus dimulai dari bawahan ke atasan dan
bukan dari atasan ke bawahan?

Sama halnya dengan pemeriksaan Soeharto, mantan-mantan Dirjen dan
mantan-mantan Pejabat lainnya diperiksa hanya untuk "formalitas"
sementara tuduhan
terhadap  Soeharto ditunda2 dan diperlambat, sama saja seperti proses
pengeluaran SIM atau
Paspor ataupun Surat Tanah.

Kapankah "Jagung" bisa mandiri?

INDI


Budi Haryanto wrote:

> Rekan permias@ yth,
>
> Ada satu hal menarik yang dapat diambil dari persidangan 12 anggota
> Kopasus terhadap tuduhan melakukan penculikan para aktivis pemuda
> (Kompas 23 Desember). Mereka dengan kompak mengatakan bahwa penculikan
>
> tersebut adalah karena 'panggilan hati nurani' untuk menjaga agar
> negara
> tetap aman dan stabil.
>
> Berarti, di ABRI sendiri sudah sedemikian demokrasinya, karena perwira
>
> setingkat Mayor boleh berinisiatif sendiri untuk merancang dan
> melakukan
> tindakan 'penyelamatan negara', yang antara lain dengan penculikan dan
>
> dipoles dengan penganiayaan atau bahkan mungkin pembunuhan (beberapa
> terculik sampai saat ini belum ditemukan). Pertanyaannya, apakah
> memang
> boleh demikian di ABRI? Kalau jawabannya adalah 'iya', maka mungkin
> inilah yang disebut 'nasionalisme'.
>
> Bayangkan kalau setiap anggota ABRI yang menembaki mahasiswa di
> Trisakti, Semanggi dan Atmajaya, menganiaya mahasiswa dan masyarakat
> di
> berbagai tempat dan daerah pada berdalih itu adalah 'panggilan hati
> nurani' atau besarnya rasa 'nasionalisme' mereka. Wow......!!!!!
> Berarti
> sudah nggak perlu lagi selalu taat dan menurut perintah atasan di
> ABRI.
>
> Apakah memang demikian fenomenanya?
>
> Salam,
>
> Budi



--
Indi

Visit my world: http://pagina.de/indradi

Kirim email ke