Dear Ida, Permias and Readers,

Ini adalah pagi yang ganjil. Ada perawan kehilangan mahkota, dan perjaka
mendapati kejantanannya berjamur. Seorang penyair kehilangan kata-kata,
manakala fajar tak lagi dingin mengantarkanmu mendekap dia. Adakah yang salah
dalam peradaban? Ketika orang-orang memburu cinta untuk kemudian
mendustakannya. Tidak. Barusan filosof mengotbahiku di halaman 133: semakin
kau buru ia maka semakin khianatlah kau. Biarkan milan kundera menyadari
kebingungannya setelah perjakanya hilang kendati tak tahu apa sebenarnya inti
lelaki dan tetek bengek masa subur, mens, akil-balikh, rumah tangga apalagi
ketika komunisme tidak berdaya menghadapi kapitalisme gerobak sayur.

Biarkan dia mencari penyusuan di balik malam pekat. Ia kan kembali dengan
kemeja cokelat, pada sebuah musim, tatkala tanah mengeluarkan bau segar sisa
hujan, dan ia mengatakan pada mereka: Kita tak akan pernah sampai.

Salam,
ramadhan pohan

Kirim email ke