Sistim Hirarkis ABRI harus dibenahi, Perintah Komando harus selalu turun
sesui dengan sistimatik yang telah ditetapkan. Jangan pernah lagi ada
pasukan-pasukan luar atau "tidak dikenal". Ini namanya DESERSI.
Andrew
********************************************************************
Habibie Ungkapkan Prabowo
Konsentrasikan Pasukan
Jakarta, Pembaruan
Presiden BJ Habibie mengungkapkan bahwa pada waktu memberikan
brifing kepada semua anggota Kabinet Reformasi Pembangunan
sebelum pengumuman nama-nama anggota kabinet, Jenderal TNI
Wiranto tidak ikut dipanggil untuk mengikuti brifing yang dilakukan
sekitar dini hari 22 Mei 1998.
''Saya memberitahu dia sebelum mengumumkan kabinet di Istana
Merdeka,'' kata BJ Habibie, ketika menyampaikan sambutannya di
hadapan peserta Forum Editor Asia-Jerman ke-2 di Istana Negara
Jakarta, Senin (15/2).
Presiden Habibie yang berbicara dalam bahasa Inggris tanpa teks
mengakui pada waktu itu, semua orang bikin spekulasi. ''Saya sadar,
saat itu semua orang berspekulasi apa yang dilakukan presiden. Saya
katakan, saya sudah memutuskan bahwa Anda (Jenderal TNI
Wiranto-Red) tetap di posisi Anda.'' Maksudnya sama seperti
posisinya seperti pada Kabinet Pembangunan VII, yaitu sebagai
Menhankam/ Pangab.
''Terima kasih Bapak Presiden,'' begitu jawaban Jenderal TNI Wiranto
ketika itu dan menambahkan, '' Bapak Presiden, bolehkah saya bicara
sebentar.'' Dia bilang, bahwa pasukan di bawah komando seseorang,
yang saya kira namanya tidak perlu saya sembunyikan lagi, Jenderal
Prabowo, sedang mengkonsentrasikan pasukannya di beberapa
tempat, termasuk sekitar rumah saya.
Karena Presiden adalah Panglima Tertinggi, dia (Jenderal Wiranto)
tanyakan apa yang harus dia lakukan. ''Lalu saya perintahkan, tarik
seluruh pasukan kembali ke barak. Apa benar yang saya lakukan?
Ternyata benar,'' ujar Presiden BJ Habibie.
Letjen TNI Prabowo Subianto waktu itu menjabat sebagai Panglima
Kostrad yang mempunyai pasukan-pasukan dibawah kendalinya.
Pada malam itu seperti diberitakan Pembaruan, tank-tank dan
pasukan penuh truk berseliweran di jalan-jalan utama Jakarta yang
tidak jelas dibawah siapa komandonya.
Keesokan harinya ada berita bahwa Panglima Kostrad diganti
mendadak, mula-mula dari Letjen Prabowo kepada Mayjen TNI
Johnny Lumintang (Asops Kasum ABRI), tetapi 17 jam kemudian
dialihkan kepada Mayjen TNI Djamari Chaniago yang ditarik
mendadak dari posisinya sebagai Pangdam III/Siliwangi.
Letjen Prabowo yang semula Danjen Kopassus sebelum Pangkostrad,
lalu ditugaskan untuk sementara waktu sebagai Komandan Sesko
ABRI di Bandung, dan setelah itu non-aktif karena diperiksa oleh
Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Setelah rekomendasi dari DKP diberikan kepada Pangab, ia dipensiun
pada bulan November 1998. Kini ada sejumlah 11 orang anggota
Kopassus sedang diperiksa oleh Mahmil dalam kaitan kasus
penculikan sejumlah aktivis pro-demokrasi. (M-5)