Prabowo "menghukum diri"atau "melarikan diri"dengan self exile di Jordania
Biasanya Coup d �tat selalu berakhir dengan "eksekusi" lawan yang 
dikalahkan.

Andrew 

Suara Merdeka
*****************************************************************************
Habibie: Prabowo Rencanakan "Kudeta"

      "Tak Perlu Saya Sembunyikan" 
      Benarkan Wiranto Tarik Pasukan 

                                            JAKARTA - Desas-desus yang
                                            beredar luas beberapa saat 
setelah
                                            jatuhnya mantan presiden 
Soeharto
                                            mengenai rencana "kudeta" oleh
                                            pasukan yang dipimpin Prabowo
                                            akhirnya diakui Presiden BJ
                                            Habibie. Menghadapi aksi itu
                                            Habibie membenarkan tindakan
                                            Menhankam/Pangab Jenderal
                                            Wiranto yang memerintahkan
                                            pasukan Prabowo kembali ke
                                            barak.

                                            Cerita lama seputar
                                            pengangkatannya sebagai 
presiden
 ke-3 RI itu dituturkan Habibie saat menerima Forum Editor Asia-Jerman 
Ke-2 di
 Istana Merdeka, kemarin. Seperti biasa, di sela-sela membacakan sambutan 
tertulis
 ia berbicara di luar teks. Saking asyiknya dia mengambil porsi waktu 
hampir satu
 setengah jam dari dua jam yang dialokasikan untuk acara tersebut.

 Layaknya tak bisa direm, di depan para wartawan Habibie mengupas 
sejumlah isu
 hangat mulai persoalan Timtim, perbankan, hingga kisah seputar 
pengangkatannya
 sebagai presiden. Secara umum tak ada hal baru yang dia kemukakan. 
Hanya, yang
 menarik, Habibie menyebut terang-terangan nama mantan Danjen Kopassus 
Letnan
 Jenderal TNI (Purn) Prabowo saat menceritakan hari-hari pertama setelah
 pelantikannya sebagai presiden.

 Dia mengisahkan, pukul 01.32 dini hari setelah disumpah dan mengumumkan
 kabinetnya, Habibie mengumpulkan para menteri untuk dibrifing. Kecuali
 Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto. ''Semua orang saya panggil, 
kecuali dia,''
 ungkapnya.

 Wiranto diberi tahu pengangkatannya sebagai Menhankam/Pangab sesaat 
sebelum
 Habibie berangkat ke Istana Merdeka untuk mengumumkan susunan Kabinet
 Reformasi Pembangunan. Habibie sadar ketika itu orang masih berspekulasi
 mengenai orang-orang yang akan ''dipakainya'' di kabinet.

 Kepada Wiranto ia mengatakan, ''Saya sudah putuskan, Anda tetap berada 
di posisi
 Anda''. Mendengar itu yang bersangkutan berucap, ''Terima kasih, 
Presiden.''

 Komando Prabowo

 Tapi tidak berhenti di situ. Wiranto meminta waktu kepada Habibie. 
Katanya, ''Bapak
 Presiden, bolehkah saya minta waktu untuk bicara sebentar.'' Maka di 
tengah
 waktunya yang sempit ia pun menyanggupi menerima Pangab di Istana pada 
pukul
 09.30 keesokan harinya.

 ''Dia katakan kepada saya, pasukan di bawah komando orang yang namanya 
saya
 kira tidak perlu saya sembunyikan lagi, Jenderal Prabowo, sedang
 mengonsentrasikan pasukan di beberapa tempat. Termasuk di rumah saya.''

 Karena sesuai dengan konstitusi Presiden sekaligus Panglima Tertinggi 
ABRI,
 Wiranto pun meminta petunjuk apa yang harus dilakukan. Ketika ia 
mendengar
 laporan Wiranto pihaknya telah memerintahkan menarik seluruh pasukan itu 
kembali
 ke barak dan menanyakan apakah langkah tersebut sudah benar, Habibie 
menjawab
 benar.

 Sayang Habibie tidak menanyakan lebih lanjut apa yang terjadi kemudian. 
Termasuk
 kejadian yang digambarkan cukup mencekam lewat internet.

 Letjen Prabowo, menantu Soeharto, dicopot dari jabatannya sebagai 
Panglima
 Kostrad sehari setelah Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden 
setelah
 berkuasa 32 tahun.

 Ketika dicopot sebagai Pangkostrad, posisi Prabowo selama 17 jam dipegang
 Mayjen TNI Jhonny Lumintang, yang keesokan harinya digantikan Mayjen 
Djamari
 Chaniago.

 Prabowo lalu ditugaskan sebagai Komandan Sesko ABRI di Bandung, sebelum
 dicopot lagi dan diberhentikan dari dinas ABRI, karena terlibatan dalam 
penculikan
 sejumlah aktivis saat menjabat Komandan Jenderal Pasukan Khusus.

 Belakangan, Prabowo yang sudah dipensiun itu berada di Amman, Yordania, 
dan
 dikabarkan mendapat kewarganegaraan kehormatan dari Kerajaan Yordania.

 Tantangan Berat

 Sementara itu dalam sambutan tertulis Presiden menegaskan, kendati 
menghadapi
 tantangan berat Pemerintah bertekad berjuang mengatasi krisis yang 
dialami bangsa
 ini. Ia yakin krisis politik saat ini dapat diselesaikan lewat pemilu 
yang demokratis,
 jujur, dan adil.

 ''Kami tidak ingin mengambil risiko menyelenggarakan pemilu yang penuh
 kecurangan, karena dampaknya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan 
bernegara
 akan sangat besar,'' katanya bersungguh-sungguh.

 Dia mengingatkan siapa pun yang kelak memenangi pemilu harus diterima 
secara
 ksatria. Sebab itu Presiden menekankan lagi pernyataannya pada 
peringatan Hari
 Pers Nasional lalu, yang mengajak semua pemimpin politik, termasuk 
dirinya,
 bertindak sebagai negarawan.

 ''Negarawan sejati tidak akan mengorbankan kepentingan bangsa dan negara 
hanya
 karena ingin meraih ataupun mempertahankan kekuasaan. Kekuasaan demi
 kekuasaan belaka, tanpa dilandasi jiwa dan semangat serta cita-cita 
luhur hanya
 akan menimbulkan malapetaka bagi bangsa ini di masa depan,'' tandas dia.

 Menyinggung maraknya tindak kekerasan yang berakibat perusakan 
rumah-rumah
 ibadah dan pengungsian dari satu komunitas agama dari satu daerah ke 
daerah lain,
 Presiden menyatakan menyesalinya. 

 Ia yakin akar semua ketegangan itu bukan konflik antarkomunitas pemeluk 
agama,
 apalagi pada ajaran agama-agama bersangkutan. Habibie menyatakan akar
 permasalahan lebih pada masalah-masalah ekonomi, kecemburuan sosial. 
Bahkan
 dalam berbagai hal tampak bersifat kriminal murni, yang kemudian merambat
 menjadi masalah komunitas antaragama. (A20,eh-23g) 

Kirim email ke