Dikecam dulu baru bilang salah pengertian :))) alasan klasik.
peace.
Andrew G Pattiwael wrote:
>
> Selasa, 16 Februari 1999
> Imlek dan "Cap Gomeh" Boleh di Vihara
>
> Pontianak, Kompas
>
> Wali Kota Pontianak (Kalbar) Buchary Abdurrachman mengakui, telah
> terjadi salah pengertian terhadap penyebutan istilah vihara dalam
> surat edaran yang dikeluarkan tanggal 12 Februari 1999 soal perayaan
> Tahun Baru Imlek dan "Cap Gomeh" tahun 1999. Sebab vihara yang
> dimaksud bukan tempat kegiatan umat Konghucu serta sekte Tridharma
> Pontianak, tetapi tempat ibadah umat Buddha.
>
> Buchary mengatakan hal itu kepada wartawan di Pontianak, Senin (15/2).
> Ia menyatakan, dalam mengeluarkan surat edaran itu pihaknya tak
> memiliki niat sedikit pun untuk membatasi acara keagamaan tersebut.
> "Lagi pula vihara yang terdapat di Pontianak bukan seperti yang
> dimaksud dalam Inpres tersebut. Karena vihara di sini disebut
> kelenteng. Jadi tak ada masalah," kilah Buchary.
>
> Untuk itu kepada umat yang merayakan Imlek dan "Cap Gomeh" dibolehkan
> dan dijamin untuk melaksanakannya di tempat biasa seperti yang selalu
> dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya. "Pemda dan aparat keamanan akan
> berusaha menjaga keamanan seperti pada hari raya Natal, Tahun Baru dan
> Idul Fitri," tegas Buchary Abdurrachman.
>
> Seperti diberitakan sebelumnya, Pemda Kodya Pontianak dengan merujuk
> surat Kadit Sospol Kalbar yang meneruskan kawat Mendagri, melarang
> perayaan Imlek dan "Cap Gomeh" di Vihara. Hal itu karena berdasarkan
> Inpres Nomor 14/1967, perayaan pesta agama dan adat istiadat Cina tak
> boleh dilakukan secara mencolok di depan umum, melainkan dalam
> lingkungan keluarga. Inpres tersebut masih berlaku dan tetap relevan
> sampai sekarang. (Kompas 14/2)
>
> Larangan itu dikecam semua suku dan agama setempat. Mereka mendesak
> agar kebijakan yang diskriminatif itu segera ditinjau kembali. (jan)