Komentar Akbar Tanjung:
Kemudian terhadap orang-orang yang diperiksa, misalnya tokoh-tokoh yang
pernah berjasa atau pernah ikut dalam pemerintahan atau orang yang pernah
mengambil bagian dalam kehidupan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara,
bilamana diadakan pemeriksaan ya tentu saja hendaknya memperlakukan
orang-orang itu sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada
bangsa dan negara.
Sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara?
Apa maksudnya komentar Mensesneg Akbar Tanjung ini? So Akbar said
TAKE EASY WITH THAT OLD MAN seperti juga kata Habibie Alihkan
penyelidikan kepada yang lain.
Sekarang kan intinya bukan siapa yang menyadap isi pembicaraan dari
Ghalib dan Habibie, tapi intinya adalah ISI dari penyadapan itu.
Isi dari penyadapan itu (Kalau memang ini adalah pembicaraan GHALIB dan
HABIBIE) memperlihatkan KETIDAK SUNGGUHAN KEJAKSAAN dan PRESIDEN
untuk menyelesaikan Permasalahan Soerharto.
Kan Hanya Ghalib yang menyangkal bahwa ia dan Habibie adalah pemilik
dari suara tersebut, sedangkan Habibie lewat sesneg tidak menyangkalnya.
Jadi siapa pemilik suara ini?
Well, sekarang baru kita tahu kesungguhan Pemerintah dan Kejaksaan dalam
membongkar atau menyelesaikan permasalahan ini. Mereka ternyata
masih terus mengulur penyelesaian masalah Soeharto. Sampai kapanpun
masalah Soeharto tidak akan dapat terselesaikan, jikalau bekas-bekas
pembantunya yang disuruh mengurus permasalahn ini.
Jadi intinya lagi, bukan siapa yang menyadap, tapi siapa yang mempunyai
suara tersebut? Apakah Habibie dan Ghalib ? Apa maksud Habibie untuk
mengalihkan pemeriksaan dari Soeharto ke Arifin Panigoro Cs.?
Apa inti dari pembicaraan Ghalib dan Habibie tersebut?
Terima Kasih kepada Pelaku Penyadapan
Andrew Pattiwael
******************************************************************
Berita Utama
Jumat, 19
Februari 1999
Petinggi Negara Kelabakan
Telepon Habibie-Ghalib Disadap
Pelakunya Didukung Dana Besar
JAKARTA - Pembicaraan telepon
rahasia Presiden BJ Habibie dan
Jaksa Agung Andi M Ghalib
disadap dan dibocorkan! Masalah
itu telah membuat para petinggi
negara menjadi kelabakan dan
kemudian menyatakan
tanggapannya.
Bahkan Rakor Menteri Bidang
Polkam, kemarin, secara khusus
juga membahas persoalan itu.
Menko Polkam Feisal Tanjung
telah memerintahkan Kepala
Bakin untuk melakukan
penelitian,
jika kemungkinan terjadi penyadapan telepon. "Yang akan diusut, dari
mana dapatnya
itu,'' tegasnya.
Sedangkan Ghalib setelah Rakor Polkam itu kepada wartawan membantah telah
melakukan pembicaraan sebagaimana terdapat dalam rekaman kaset yang dikutip
majalah Panji Masyarakat edisi 24 Februari 1999.
Dia meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan atas kasus
tersebut. "Itu tidak benar dan saya minta aparat kepolisian segera
menyelidiki,'' kata
Ghalib.
Ketika ditanya mengenai mudahnya penyadapan telepon terhadap pejabat tinggi
negara, Ghalib tidak menjawab. Menurut dia, bisa saja suara dalam rekaman
pembicaraan antara dirinya dan Presiden Habibie itu dibuat-buat.
"Jangankan suara,
foto pun bisa diubah-ubah. Itu kan perbuatan yang berusaha mencari-cari
sesuatu
yang tidak benar,'' katanya.
Dia menyayangkan pemberitaan Panji Masyarakat yang menurutnya tidak
melakukan
konfirmasi. Sebelum dimuat, isi rekaman tersebut seharusnya dicek atau
dikonfirmasikan terlebih dahulu kepadanya.
Transkrip percakapan telepon yang diduga antara Habibie-Ghalib itu
dimuat secara
lengkap kali pertama oleh majalah berita mingguan Panji Masyarakat No 45
Tahun II,
edisi 24 Februari 1999. Majalah ini memasang cover gambar Habibie dan Ghalib
dengan judul "Beredarnya Rekaman Ghalib- Habibie''.
Teknologi Tinggi
Isi percakapan itu antara lain seputar pemeriksaan dugaan KKN yang dilakukan
mantan presiden Soeharto dan pemeriksaan kasus-kasus besar lainnya
seperti Arifin
Panigoro.
Mensesneg Akbar Tanjung kepada pers di Istana Merdeka, Kamis siang, mengutip
Presiden BJ Habibie menyatakan, Kepala Negara telah memerintahkan
Menhankam/Pangab untuk menyelidiki kasus bocornya pembicaraan tersebut.
"Presiden menginstruksikan para pejabat terkait untuk mengambil
langkah-langkah
tegas, untuk mencari siapa yang membocorkan pembicaraan tersebut atau
bila betul
siapa yang melakukan penyadapan,'' katanya.
Mensesneg Akbar Tanjung menegaskan, Pemerintah akan mencari siapa yang telah
membocorkan pembicaraan via telepon tersebut pada 10 Desember 1998, sehari
setelah pemeriksaan Soeharto.
Pemerintah yakin pelakunya seseorang yang mempunyai kemampuan tinggi di
bidang teknologi dan didukung dana besar. Karena itu, menurutnya, pelaku
pembocoran perlu ditindak tegas karena telah melanggar hak asasi atau
hak-hak
pribadi seseorang.
"Selain bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum dan hak asasi seseorang,
tindakan itu dilakukan oleh orang yang punya kemampuan tinggi, memiliki
suatu
kecanggihan dan dana besar. Karena itu, Bapak Presiden telah
menginstruksikan
agar masalah itu secepatnya diselidiki,'' ujarnya.
Berikut tanya jawab lebih lanjut antara wartawan dan Mensesneg:
Bagaimana dengan isi pembicaraan itu?
Materi pembicaraannya sebenarnya dalam berbagai kesempatan juga telah
disampaikan oleh Presiden kepada para pembantunya, termasuk Jaksa Agung.
Misalnya, bilamana ada orang-orang yang diduga mengambil tindakan yang
melanggar hukum, yang merugikan negara, Jaksa Agung dan siapa saja yang
menjadi pejabat berkaitan dengan pengambilan tindakan hendaknya tidak
ragu-ragu
mengambil tindakan terhadap orang-orang tersebut. Itu selalu disampaikan
oleh
Presiden dalam berbagai kesempatan.
Kemudian terhadap orang-orang yang diperiksa, misalnya tokoh-tokoh yang
pernah
berjasa atau pernah ikut dalam pemerintahan atau orang yang pernah mengambil
bagian dalam kehidupan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara, bilamana
diadakan pemeriksaan ya tentu saja hendaknya memperlakukan orang-orang itu
sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara.
Misalnya disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut mengenai Pak Harto,
bilamana
diperiksa ya diperlakukanlah beliau itu diperiksa dengan tidak
mengurangi materi
pemeriksaan. Tentu saja pemeriksaan itu dilakukan secukupnya,
sewajarnya, dan
tentu saja tidak perlu berlama-lama.
Jadi itulah kira-kira apa yang disampaikan Presiden. Semua apa yang
dikatakan
dalam pembicaraan itu akan diadakan pemeriksaan, apakah betul itu suatu
pembocoran, dan itu akan diambil tindakan oleh aparat.
Melihat kemungkinannya, apakah penyadapan itu terjadi di Kejaksaan Agung
atau kompleks istana?
Itulah yang akan diadakan pemeriksaan. Sekarang sedang dilakukan
langkah-langkah ke arah itu dan Presiden telah memberikan petunjuk
mengenai hal
itu.
Apakah bisa dikatakan ini pembocoran rahasia negara?
Ya...pokoknya suatu hal yang sangat mengingkari hak-hak asasi dan
hak-hak pribadi
dan privacy seseorang. Apalagi ini Kepala Negara, coba. Kalau benar disadap,
pembicaraan-pembicaraan beliau itu kan selalu berkaitan dengan tugas-tugas
kenegaraan. Kalau ada kesengajaan untuk melakukan penyadapan dan pembocoran,
itu kan hukumnya berat.
Mendiskreditkan Habibie
Apakah Anda melihat ini upaya untuk mendiskreditkan Presiden?
Kalau memang terbukti tindakan itu dilakukan secara sengaja untuk menyadap
pembicaraan Presiden, tentu arahnya ke situ. Jadi perlu diambil tindakan
hukum
terhadap orang-orang itu.
Dengan adanya kasus ini, bagaimana pengamanan ke dalam?
Pokoknya pengamanan diperketat dan telah dilakukan langkah-langkah untuk
menyelidiki seluruh akses pembicaraan kepada Presiden, baik di Istana
Negara,
Istana Merdeka, maupun di kediaman.
Dalam percakapan itu yang menelepon Presiden atau Jaksa Agung?
Saya tidak tahu persis, karena saya juga belum dengar isi percakapan
itu. Saya
belum sempat dengar, nanti akan saya dengar.
Ada kemungkinan keterlibatan agen rahasia asing?
Ya...bisa saja. Tetapi itu sudah pasti ada keterlibatan orang-orang yang
canggih,
yang memiliki kemampuan tinggi dan juga memiliki sumber dana yang besar.
Karena
untuk bisa melakukan tindakan seperti ini kan diperlukan kemampuan
khusus untuk
itu.
Anda melihat ini berkaitan dengan masalah politik?
Ya... kalau sesuatu yang berkaitan dengan Kepala Negara, tentu saja ada
tendensi
politiknya. Itu pasti. Misalnya, memang mau mendiskreditkan Kepala
Negara.
Sepertinya Pemerintah sudah mencium pelakunya dari pihak yang
berkemampuan canggih dan punya dana besar.
Kalau bisa menyadap pembicaraan Presiden itu kan orang yang hebat. Canggih
sekali. Presiden itu kan tempatnya sudah diketahui setiap hari, yaitu di
istana dan
kediaman. Jaksa Agung kalau melakukan pembicaraan, kalau tidak di
kantornya ya
di kediamannya.
Orang yang bisa menyadap pembicaraan di tempat-tempat seperti itu tentu
orang
yang mempunyai kecanggihan tertentu. Dan untuk bisa secanggih itu tentu
memerlukan biaya yang besar.
Apakah dengan kasus ini akses ke istana akan diamankan?
Pokoknya, terutama yang berkaitan dengan jalur-jalur pembicaraan, akses ke
Presiden (pasti segera diamankan). Kalau betul (pembicaraan) itu disadap
lewat
telepon, kami akan terus amankan akses pembicaraan di istana dan di
kediaman.
Kemudian, tentu ini peringatan bagi para pejabat Pemerintah lainnya
untuk menjaga
lingkungan masing-masing.
Tentang pembicaraan menyangkut pemeriksaan Soeharto, Mensesneg menjelaskan,
maksud Habibie agar pemeriksaan terhadap seseorang yang pernah memegang
suatu jabatan di pemerintahan tetap diperlakukan proporsional tanpa
mengurangi
keseriusan pemeriksaan.
Maka ketika ditanya apakah arah pembicaraan itu untuk menghentikan
pengusutan
terhadap Soeharto, dia menegaskan tidak. "Oh tidak, sama sekali tidak
ada maksud
untuk mendeponir.'' (A20,eh,di,ant-24t)
Berita Utama | Semarang | Sala & DIY | Jawa Tengah | Budaya |
Olahraga
Internasional | Opini | Ekonomi | Fokus | English | Menu
Utama
Copyright� 1996 SUARA MERDEKA