Namanya juga ketangkap basah; apalagi caranya cukup memalukan. Kalau
jaksa agung kan militer, kecolongan model begitu khan malu, mendingan
enggak usah diakui. Pak habibie khan sipil dan mengerti teknologi, jadi
kalau kecolongan model begitu yach biasa saja, itu khan tugas
sekuritinya.
Intinya, kalau benar rekaman itu: benang merah antara
kerusuhan-kerusuhan yang terjadi dan tuntutan soeharto supaya diadili
seperti yang pernah diungkapkan gus dur mulai terlihat jelas
skenarionya.
peace.
Andrew G Pattiwael wrote:
>
> Komentar Akbar Tanjung:
> Kemudian terhadap orang-orang yang diperiksa, misalnya tokoh-tokoh yang
> pernah berjasa atau pernah ikut dalam pemerintahan atau orang yang pernah
> mengambil bagian dalam kehidupan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara,
> bilamana diadakan pemeriksaan ya tentu saja hendaknya memperlakukan
> orang-orang itu sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada
> bangsa dan negara.
>
> Sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara?
> Apa maksudnya komentar Mensesneg Akbar Tanjung ini? So Akbar said
> TAKE EASY WITH THAT OLD MAN seperti juga kata Habibie Alihkan
> penyelidikan kepada yang lain.
>
> Sekarang kan intinya bukan siapa yang menyadap isi pembicaraan dari
> Ghalib dan Habibie, tapi intinya adalah ISI dari penyadapan itu.
>
> Isi dari penyadapan itu (Kalau memang ini adalah pembicaraan GHALIB dan
> HABIBIE) memperlihatkan KETIDAK SUNGGUHAN KEJAKSAAN dan PRESIDEN
> untuk menyelesaikan Permasalahan Soerharto.
>
> Kan Hanya Ghalib yang menyangkal bahwa ia dan Habibie adalah pemilik
> dari suara tersebut, sedangkan Habibie lewat sesneg tidak menyangkalnya.
> Jadi siapa pemilik suara ini?
>
> Well, sekarang baru kita tahu kesungguhan Pemerintah dan Kejaksaan dalam
> membongkar atau menyelesaikan permasalahan ini. Mereka ternyata
> masih terus mengulur penyelesaian masalah Soeharto. Sampai kapanpun
> masalah Soeharto tidak akan dapat terselesaikan, jikalau bekas-bekas
> pembantunya yang disuruh mengurus permasalahn ini.
>
> Jadi intinya lagi, bukan siapa yang menyadap, tapi siapa yang mempunyai
> suara tersebut? Apakah Habibie dan Ghalib ? Apa maksud Habibie untuk
> mengalihkan pemeriksaan dari Soeharto ke Arifin Panigoro Cs.?
> Apa inti dari pembicaraan Ghalib dan Habibie tersebut?
>
> Terima Kasih kepada Pelaku Penyadapan
>
> Andrew Pattiwael
>
> ******************************************************************
> Berita Utama
> Jumat, 19
> Februari 1999
>
> Petinggi Negara Kelabakan
>
> Telepon Habibie-Ghalib Disadap
> Pelakunya Didukung Dana Besar
>
> JAKARTA - Pembicaraan telepon
> rahasia Presiden BJ Habibie dan
> Jaksa Agung Andi M Ghalib
> disadap dan dibocorkan! Masalah
> itu telah membuat para petinggi
> negara menjadi kelabakan dan
> kemudian menyatakan
> tanggapannya.
>
> Bahkan Rakor Menteri Bidang
> Polkam, kemarin, secara khusus
> juga membahas persoalan itu.
> Menko Polkam Feisal Tanjung
> telah memerintahkan Kepala
> Bakin untuk melakukan
> penelitian,
> jika kemungkinan terjadi penyadapan telepon. "Yang akan diusut, dari
> mana dapatnya
> itu,'' tegasnya.
>
> Sedangkan Ghalib setelah Rakor Polkam itu kepada wartawan membantah telah
> melakukan pembicaraan sebagaimana terdapat dalam rekaman kaset yang dikutip
> majalah Panji Masyarakat edisi 24 Februari 1999.
>
> Dia meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan atas kasus
> tersebut. "Itu tidak benar dan saya minta aparat kepolisian segera
> menyelidiki,'' kata
> Ghalib.
>
> Ketika ditanya mengenai mudahnya penyadapan telepon terhadap pejabat tinggi
> negara, Ghalib tidak menjawab. Menurut dia, bisa saja suara dalam rekaman
> pembicaraan antara dirinya dan Presiden Habibie itu dibuat-buat.
> "Jangankan suara,
> foto pun bisa diubah-ubah. Itu kan perbuatan yang berusaha mencari-cari
> sesuatu
> yang tidak benar,'' katanya.
>
> Dia menyayangkan pemberitaan Panji Masyarakat yang menurutnya tidak
> melakukan
> konfirmasi. Sebelum dimuat, isi rekaman tersebut seharusnya dicek atau
> dikonfirmasikan terlebih dahulu kepadanya.
>
> Transkrip percakapan telepon yang diduga antara Habibie-Ghalib itu
> dimuat secara
> lengkap kali pertama oleh majalah berita mingguan Panji Masyarakat No 45
> Tahun II,
> edisi 24 Februari 1999. Majalah ini memasang cover gambar Habibie dan Ghalib
> dengan judul "Beredarnya Rekaman Ghalib- Habibie''.
>
> Teknologi Tinggi
>
> Isi percakapan itu antara lain seputar pemeriksaan dugaan KKN yang dilakukan
> mantan presiden Soeharto dan pemeriksaan kasus-kasus besar lainnya
> seperti Arifin
> Panigoro.
>
> Mensesneg Akbar Tanjung kepada pers di Istana Merdeka, Kamis siang, mengutip
> Presiden BJ Habibie menyatakan, Kepala Negara telah memerintahkan
> Menhankam/Pangab untuk menyelidiki kasus bocornya pembicaraan tersebut.
>
> "Presiden menginstruksikan para pejabat terkait untuk mengambil
> langkah-langkah
> tegas, untuk mencari siapa yang membocorkan pembicaraan tersebut atau
> bila betul
> siapa yang melakukan penyadapan,'' katanya.
>
> Mensesneg Akbar Tanjung menegaskan, Pemerintah akan mencari siapa yang telah
> membocorkan pembicaraan via telepon tersebut pada 10 Desember 1998, sehari
> setelah pemeriksaan Soeharto.
>
> Pemerintah yakin pelakunya seseorang yang mempunyai kemampuan tinggi di
> bidang teknologi dan didukung dana besar. Karena itu, menurutnya, pelaku
> pembocoran perlu ditindak tegas karena telah melanggar hak asasi atau
> hak-hak
> pribadi seseorang.
>
> "Selain bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum dan hak asasi seseorang,
> tindakan itu dilakukan oleh orang yang punya kemampuan tinggi, memiliki
> suatu
> kecanggihan dan dana besar. Karena itu, Bapak Presiden telah
> menginstruksikan
> agar masalah itu secepatnya diselidiki,'' ujarnya.
>
> Berikut tanya jawab lebih lanjut antara wartawan dan Mensesneg:
>
> Bagaimana dengan isi pembicaraan itu?
>
> Materi pembicaraannya sebenarnya dalam berbagai kesempatan juga telah
> disampaikan oleh Presiden kepada para pembantunya, termasuk Jaksa Agung.
>
> Misalnya, bilamana ada orang-orang yang diduga mengambil tindakan yang
> melanggar hukum, yang merugikan negara, Jaksa Agung dan siapa saja yang
> menjadi pejabat berkaitan dengan pengambilan tindakan hendaknya tidak
> ragu-ragu
> mengambil tindakan terhadap orang-orang tersebut. Itu selalu disampaikan
> oleh
> Presiden dalam berbagai kesempatan.
>
> Kemudian terhadap orang-orang yang diperiksa, misalnya tokoh-tokoh yang
> pernah
> berjasa atau pernah ikut dalam pemerintahan atau orang yang pernah mengambil
> bagian dalam kehidupan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara, bilamana
> diadakan pemeriksaan ya tentu saja hendaknya memperlakukan orang-orang itu
> sesuai dengan apa yang telah pernah diabdikan kepada bangsa dan negara.
>
> Misalnya disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut mengenai Pak Harto,
> bilamana
> diperiksa ya diperlakukanlah beliau itu diperiksa dengan tidak
> mengurangi materi
> pemeriksaan. Tentu saja pemeriksaan itu dilakukan secukupnya,
> sewajarnya, dan
> tentu saja tidak perlu berlama-lama.
>
> Jadi itulah kira-kira apa yang disampaikan Presiden. Semua apa yang
> dikatakan
> dalam pembicaraan itu akan diadakan pemeriksaan, apakah betul itu suatu
> pembocoran, dan itu akan diambil tindakan oleh aparat.
>
> Melihat kemungkinannya, apakah penyadapan itu terjadi di Kejaksaan Agung
> atau kompleks istana?
>
> Itulah yang akan diadakan pemeriksaan. Sekarang sedang dilakukan
> langkah-langkah ke arah itu dan Presiden telah memberikan petunjuk
> mengenai hal
> itu.
>
> Apakah bisa dikatakan ini pembocoran rahasia negara?
>
> Ya...pokoknya suatu hal yang sangat mengingkari hak-hak asasi dan
> hak-hak pribadi
> dan privacy seseorang. Apalagi ini Kepala Negara, coba. Kalau benar disadap,
> pembicaraan-pembicaraan beliau itu kan selalu berkaitan dengan tugas-tugas
> kenegaraan. Kalau ada kesengajaan untuk melakukan penyadapan dan pembocoran,
> itu kan hukumnya berat.
>
> Mendiskreditkan Habibie
>
> Apakah Anda melihat ini upaya untuk mendiskreditkan Presiden?
>
> Kalau memang terbukti tindakan itu dilakukan secara sengaja untuk menyadap
> pembicaraan Presiden, tentu arahnya ke situ. Jadi perlu diambil tindakan
> hukum
> terhadap orang-orang itu.
>
> Dengan adanya kasus ini, bagaimana pengamanan ke dalam?
>
> Pokoknya pengamanan diperketat dan telah dilakukan langkah-langkah untuk
> menyelidiki seluruh akses pembicaraan kepada Presiden, baik di Istana
> Negara,
> Istana Merdeka, maupun di kediaman.
>
> Dalam percakapan itu yang menelepon Presiden atau Jaksa Agung?
>
> Saya tidak tahu persis, karena saya juga belum dengar isi percakapan
> itu. Saya
> belum sempat dengar, nanti akan saya dengar.
>
> Ada kemungkinan keterlibatan agen rahasia asing?
>
> Ya...bisa saja. Tetapi itu sudah pasti ada keterlibatan orang-orang yang
> canggih,
> yang memiliki kemampuan tinggi dan juga memiliki sumber dana yang besar.
> Karena
> untuk bisa melakukan tindakan seperti ini kan diperlukan kemampuan
> khusus untuk
> itu.
>
> Anda melihat ini berkaitan dengan masalah politik?
>
> Ya... kalau sesuatu yang berkaitan dengan Kepala Negara, tentu saja ada
> tendensi
> politiknya. Itu pasti. Misalnya, memang mau mendiskreditkan Kepala
> Negara.
>
> Sepertinya Pemerintah sudah mencium pelakunya dari pihak yang
> berkemampuan canggih dan punya dana besar.
>
> Kalau bisa menyadap pembicaraan Presiden itu kan orang yang hebat. Canggih
> sekali. Presiden itu kan tempatnya sudah diketahui setiap hari, yaitu di
> istana dan
> kediaman. Jaksa Agung kalau melakukan pembicaraan, kalau tidak di
> kantornya ya
> di kediamannya.
>
> Orang yang bisa menyadap pembicaraan di tempat-tempat seperti itu tentu
> orang
> yang mempunyai kecanggihan tertentu. Dan untuk bisa secanggih itu tentu
> memerlukan biaya yang besar.
>
> Apakah dengan kasus ini akses ke istana akan diamankan?
>
> Pokoknya, terutama yang berkaitan dengan jalur-jalur pembicaraan, akses ke
> Presiden (pasti segera diamankan). Kalau betul (pembicaraan) itu disadap
> lewat
> telepon, kami akan terus amankan akses pembicaraan di istana dan di
> kediaman.
> Kemudian, tentu ini peringatan bagi para pejabat Pemerintah lainnya
> untuk menjaga
> lingkungan masing-masing.
>
> Tentang pembicaraan menyangkut pemeriksaan Soeharto, Mensesneg menjelaskan,
> maksud Habibie agar pemeriksaan terhadap seseorang yang pernah memegang
> suatu jabatan di pemerintahan tetap diperlakukan proporsional tanpa
> mengurangi
> keseriusan pemeriksaan.
>
> Maka ketika ditanya apakah arah pembicaraan itu untuk menghentikan
> pengusutan
> terhadap Soeharto, dia menegaskan tidak. "Oh tidak, sama sekali tidak
> ada maksud
> untuk mendeponir.'' (A20,eh,di,ant-24t)
>
> Berita Utama | Semarang | Sala & DIY | Jawa Tengah | Budaya |
> Olahraga
> Internasional | Opini | Ekonomi | Fokus | English | Menu
> Utama
>
> Copyright� 1996 SUARA MERDEKA