Mas bRidWaN dan teman-teman permias@ yth.,
(eh, kenapa sih nulis namanya kok tidak lazim.....? he..he..he.. just
joke)
Barangkali saya terlalu berprasangka terhadap berita Akbar Tanjung di
bawah ini (yang di-posting bang bRidWaN, ....tuh khan, jadi susah nulis
namanya, pakai mencet 'shift' beberapa kali).
Begini, saya kok merasa bahwa genderang perang sudah mulai ditabuh. Saya
khawatir tindakan Akbar Tanjung ini akan dibalas oleh pimpinan partai
lain, yang kemudian akan diikuti oleh para pengikutnya dengan melakukan
cara yang sudah barang tentu 'tidak halus' lagi.
Seterusnya, mudah sekali ditebak. Perang antar pengikut partai secara
perlahan dan pasti akan terjadi karena para ahli provokasi dan adu domba
sekarang ini sudah tersebar dan tersembunyi sedemikian rupa.
Lalu, apa kita harus menunggu saja semua ini terjadi?
Ada ide atau pandangan lain?
Salam,
Budi
bRidWaN wrote:
==== sorry dihapus sebagian =====
> Akbar Ragukan Amin dan Mega
>
> Pernyataan Ketua Umum PAN Amien Rais dan Ketua Umum DPP PDI
> Perjuangan yang siap untuk menjadi Presiden RI mendatang,
> sangat diragukan dapat memimpin negeri ini. ''Dengan tidak
> mengecilkan pimpinan dari parpol itu, apakah kita mempunyai
> keyakinan seseorang seperti Megawati dan Amien Rais apakah
> dia mampu memimpin pemerintahan ini,''ungkap Ketua Umum DPP
> Golkar Akbar Tanjung kepada wartawan di Semarang, kemarin.
>
> Menurut Akbar, masyarakat dalam memilih pemimpin-pemimpin
> hendaknya mengetahui sejauhmana kepemimpinan itu yang
> didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat
> dihandalkan. ''Karena itu, dengan tidak mengurangi
> penghormatan kepada yang lain, maka kita lihat Golkar
> memiliki SDM yang dapat dihandalkan yang telah memiliki
> pengalaman. Dan sekaligus dapat perjalannnya Golkar
> bertekad untuk memperbaiki kesalahan pada masa lalu,''
> katanya.
>
> Maka lanjutnya, kita jangan melakukan eksperimen-eksperimen
> dalam politik, terlalu berbahaya. Karena bilamana melakukan
> eksperimen yang tidak yakin terhadap eksperimen itu, justru
> yang dipertaruhkan rakyat Indonesia yang berjumlah 210 juta
> orang. ''Jadi tidak mengurangi asprisiasi hormat saya kepada
> pimimpin-pemimpin mereka adalah pemimpin. Tetapi, pada rakyat
> mereka memilih kepada tokoh-tokoh yang mempunyai SDM yang
> mampu dihandalkan dalam rangka mendukung kepemimpinan itu,''
> ungkap Akbar.
>
> Dijelaskan oleh Akbar, Golkar dapat dibanggakan. Karena
> memiliki kader-kader handal dan SDM yang sudah berpengalaman.
> Tidak banyak partai politik yang mempunyai infrastruktur
> organisasi dari pusat sampai ke tingkat kecamatan seperti
> Golkar. ''Tidak banyak partai politik yang mempunyai
> infrastruktur yang demikian kuat dan kokoh selain Golkar.
> Apalagi parpol-parpol baru, jika dibandingkan dengan PKB,
> Golkar sangat jauh. Kita mempunyai SDM yang bisa diandalkan
> kader-kader kita yang mempunyai kader teritorial dan
> fungsional, yang sekarang berjumlah 12 juta orang. Memiliki
> anggota sekitar 30 juta,''kata Akbar.
>
> Menurut Akbar, Golkar juga mempunyai kader-kader pengalaman
> didalam kehidupan politik dan pengalaman dalam pemerintahan
> yang telah berhasil memimpin pemerintahan RI. ''Dapat
> bayangkan dengan partai baru, parpol baru yang belum
> memiliki pengalaman didalam kehidupan politik, yang kita
> tidak tahu siapa kekuatan-kekuatan yang pendukung mereka.
> Siapa orang-orang yang nanti bisa memperkuat partai-partai
> itu bilamana mereka mendapatkan kesempatan memimpin
> pemerintahan,''tegas Akbar.
>
> Selanjutnya untuk membuktikan Golkar masih merupakan
> kekuatan yang dapat dihandalkan, akan menggelar apel
> akbar di Stadion Utama Senayan pada 7 Maret yang akan
> datang. Kader Golkar yang akan dikerahkan sebanyak 150 ribu
> orang. ''Dan pada 7 Meret mendatang itu, akan dijadikan
> hari jadinya Golkar. Dengan demikian, apel akbar ini tidak
> akan di lakukan di Jakarta, tetapi diseluruh wilayah tanah
> air ini,''katanya.
>
> Pada bagian lain Ketua Umum DPP Golkar yang juga Mensegneg
> itu mengajak kader Golkar untuk menepis anggapan bahwa
> Golkar membuat kehancuran. ''Tidak benar. Anggapan itu
> tidak betul. Banyak yang mendiskriditkan Golkar, namun
> kita harus tetap yakin dan mempertahankan Golkar.
> Karenanya, kita harus yakin terhadap cita-cita dan
> perjuangan Golkar,''ungkap Akbar.
>
> Dalam era reformasi ini, lanjutnya, kita ingin membangun
> politik yang demokratis. Ikut berjuang dalam proses
> pemulihan ekonomi, hukum. Hukum harus ditegakkan di atas
> kebenaran dan keadilan. Itulah inti dari reformasiGolkar
> dalam merupakan pembaharuan dan pelopor reformasi.
>
> Akbar juga menepis anggapan bahwa Golkar merupakan partai
> politik yang mempertahankan status quo. ''Itu tidak benar.
> Karena Golkar juga pembaharu. Karenanya, hal-hal yang baik
> harus dipertahankan, sedang hal-hal yang kurang baik harus
> dihilangkan,''tandasnya.
> ---------------------------------------------------------
> sumber : Jawa Pos