Saya kira ini satu kemajuan dari Partai Golkar, setelah rejim Soeharto
jatuh, partai ini (juga PPP dan PDI) memang selalu terkesan defensif.
Seperti main catur, tidak selamanya strategi defensif atau -sebaliknya-
strategi ofensif (seperti yang ditampilkan Amien Rais) menguntungkan.
Kadang-kadang gaya lebih penting dari substansi. Kadang-kadang intensi
perlu ditutupi dengan atensi. Aksi perlu disapu dengan reaksi. Mereka yang
sekedar diam, bukan hanya akan ditinggal oleh waktu, tapi juga ditinggal
oleh kesempatan. Seperti kata orang2 bijak, "an opportunity may come only
at a glance, catch it while you can." Inilah trick yang sekarang sedang
dilakukan oleh semua partai2 politik itu. Dengan alasan
agama, dengan alasan rasis, dengan alasan belum berpengalaman, dengan
alasan sisa orde baru, dengan alasan demi rakyat kecil, dengan alasan
sekedar memberi pendidikan politik, dengan alasan demi demokrasi, dan
dengan seribu
satu alasan lainnya, partai2 itu berusaha berusaha tampil "terbaik" sambil
menendang yang lain (kalau mungkin).
Sejelek itukah? Marilah kita ikuti terus, mungkin saja lebih jelek dari
itu. Sebab, tanpa skenario yang paling jelek orang cenderung bekerja
setengah hati.
Wassalam,
Harry Azhar Azis
On Sun, 21 Feb 1999, bRidWaN wrote:
> rEKAN-rEKAN yang berbahagia,
> Saya posting-kan tulisan dibawah ini.
> Karena pernayataan tersebut datang dari Pejabat Negara
> dan Ketua Partai 'terbesar' di-Indonesia yang dipilih
> oleh rakyatnya, dan juga merupakan salah satu putera
> terbaik dari negeri ini, maka sudah selayaknya kita
> mendengarkan atau membacanya dengan hidmat.........=)
>
> Salam,
> bRidWaN (Ketua Kelompok GAOL)
>
> +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
>
> Akbar Ragukan Amin dan Mega
>
> Pernyataan Ketua Umum PAN Amien Rais dan Ketua Umum DPP PDI
> Perjuangan yang siap untuk menjadi Presiden RI mendatang,
> sangat diragukan dapat memimpin negeri ini. ''Dengan tidak
> mengecilkan pimpinan dari parpol itu, apakah kita mempunyai
> keyakinan seseorang seperti Megawati dan Amien Rais apakah
> dia mampu memimpin pemerintahan ini,''ungkap Ketua Umum DPP
> Golkar Akbar Tanjung kepada wartawan di Semarang, kemarin.
>
> Menurut Akbar, masyarakat dalam memilih pemimpin-pemimpin
> hendaknya mengetahui sejauhmana kepemimpinan itu yang
> didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat
> dihandalkan. ''Karena itu, dengan tidak mengurangi
> penghormatan kepada yang lain, maka kita lihat Golkar
> memiliki SDM yang dapat dihandalkan yang telah memiliki
> pengalaman. Dan sekaligus dapat perjalannnya Golkar
> bertekad untuk memperbaiki kesalahan pada masa lalu,''
> katanya.
>
> Maka lanjutnya, kita jangan melakukan eksperimen-eksperimen
> dalam politik, terlalu berbahaya. Karena bilamana melakukan
> eksperimen yang tidak yakin terhadap eksperimen itu, justru
> yang dipertaruhkan rakyat Indonesia yang berjumlah 210 juta
> orang. ''Jadi tidak mengurangi asprisiasi hormat saya kepada
> pimimpin-pemimpin mereka adalah pemimpin. Tetapi, pada rakyat
> mereka memilih kepada tokoh-tokoh yang mempunyai SDM yang
> mampu dihandalkan dalam rangka mendukung kepemimpinan itu,''
> ungkap Akbar.
>
> Dijelaskan oleh Akbar, Golkar dapat dibanggakan. Karena
> memiliki kader-kader handal dan SDM yang sudah berpengalaman.
> Tidak banyak partai politik yang mempunyai infrastruktur
> organisasi dari pusat sampai ke tingkat kecamatan seperti
> Golkar. ''Tidak banyak partai politik yang mempunyai
> infrastruktur yang demikian kuat dan kokoh selain Golkar.
> Apalagi parpol-parpol baru, jika dibandingkan dengan PKB,
> Golkar sangat jauh. Kita mempunyai SDM yang bisa diandalkan
> kader-kader kita yang mempunyai kader teritorial dan
> fungsional, yang sekarang berjumlah 12 juta orang. Memiliki
> anggota sekitar 30 juta,''kata Akbar.
>
> Menurut Akbar, Golkar juga mempunyai kader-kader pengalaman
> didalam kehidupan politik dan pengalaman dalam pemerintahan
> yang telah berhasil memimpin pemerintahan RI. ''Dapat
> bayangkan dengan partai baru, parpol baru yang belum
> memiliki pengalaman didalam kehidupan politik, yang kita
> tidak tahu siapa kekuatan-kekuatan yang pendukung mereka.
> Siapa orang-orang yang nanti bisa memperkuat partai-partai
> itu bilamana mereka mendapatkan kesempatan memimpin
> pemerintahan,''tegas Akbar.
>
> Selanjutnya untuk membuktikan Golkar masih merupakan
> kekuatan yang dapat dihandalkan, akan menggelar apel
> akbar di Stadion Utama Senayan pada 7 Maret yang akan
> datang. Kader Golkar yang akan dikerahkan sebanyak 150 ribu
> orang. ''Dan pada 7 Meret mendatang itu, akan dijadikan
> hari jadinya Golkar. Dengan demikian, apel akbar ini tidak
> akan di lakukan di Jakarta, tetapi diseluruh wilayah tanah
> air ini,''katanya.
>
> Pada bagian lain Ketua Umum DPP Golkar yang juga Mensegneg
> itu mengajak kader Golkar untuk menepis anggapan bahwa
> Golkar membuat kehancuran. ''Tidak benar. Anggapan itu
> tidak betul. Banyak yang mendiskriditkan Golkar, namun
> kita harus tetap yakin dan mempertahankan Golkar.
> Karenanya, kita harus yakin terhadap cita-cita dan
> perjuangan Golkar,''ungkap Akbar.
>
> Dalam era reformasi ini, lanjutnya, kita ingin membangun
> politik yang demokratis. Ikut berjuang dalam proses
> pemulihan ekonomi, hukum. Hukum harus ditegakkan di atas
> kebenaran dan keadilan. Itulah inti dari reformasiGolkar
> dalam merupakan pembaharuan dan pelopor reformasi.
>
> Akbar juga menepis anggapan bahwa Golkar merupakan partai
> politik yang mempertahankan status quo. ''Itu tidak benar.
> Karena Golkar juga pembaharu. Karenanya, hal-hal yang baik
> harus dipertahankan, sedang hal-hal yang kurang baik harus
> dihilangkan,''tandasnya.
> ---------------------------------------------------------
> sumber : Jawa Pos
>