Wah kita ini jadi dibuat bulan-bulanan sama ini berita. Silahkan cek di
http://www.bi.go.id dan di sana akan ditemui bantahan dari bi bahwa berita
itu benar-benar ngawur bin palsu. Yang jadi heran saya kok ya si provokator
alus ini bisa-bisanya catut nama Syahril Sabirin segala...he..he...Apa
mungkin dia nggak bisa ngacau pakai clurit seperti di Ambon trus dia mau
ngaco di sini..he..he..Dan coba simak aja sumbernya dari indo-news.com yang
menurut saya itu sodara kandungnya dari indopubs.com yang sudah mati. Nah
untuk berita dari kedua sumber itu saya rasa temen-temen udah maklum kan
gimana harus mensikapinya.

Hendro


On         Mon, 22 Feb 1999 23:52:40 -0800, Yohanes Sulaiman wrote:

> Jawabannya hanya satu; saya yakin total bahwa artikel ini palsu....
> Pertama-tama kalau Indonesia menerbitkan dollar, itu illegal apalagi
> kalau Indonesia menerbitkan US dollar.
> Kedua, kalau Indonesia menerbitkan Indonesian Dollar (bukan US Dollar,
> ini berarti Indonesia melakukan 'revaluasi' terhadap nilai Rupiah
> dan export Indonesia akan melemah sementara permintaan dunia sudah
> rendah akibat saingan. Langkah cari mati....
> Ketiga, buat apa ambil dollar Indonesia kalau memang masih bisa beli
> US dollar dengan harga Rp. 9000,-; asli lagi dengan gambar Ben
Franklin....
> Apalagi kalau harganya Dollar Rupiah sampai Rp. 12000.... Saya ragu
> habis kalau pakar ekonomi Indonesia Kwik Kian Gie dengan kredibilitas
> yang jauh lebih tinggi dari saya ini bisa mendukung hal demikian....
> Keempat; memangnya masih ada yang percaya kredibilitas ekonomi
> Indonesia yang harum dengan bumbu masak KKN.... Jangan-jangan
> Rp. 5000,- nya itu dibackingnya dengan beras ketan... ;-)
>
>
> Saya rasa argumen saya sudah cukup jelas....
>
> YS





_______________________________________________________
Get your free, private email at http://mail.excite.com/

Kirim email ke