Dear bung Indi (bung betul khan?),
Saya coba mengirimkan melalui jalur pribadi...
tapi saya engga yakin apa itu yg anda maksudkan...

Ini masalah Telkom memang ironis, mereka yang
salah berbisnis, kita yg ketempuan.
Mereka harus menanggung business-risk nya....
apa dipecat kek, apa dipotong gajinya kek...
bukan rakyat saja yg dikorbankan...

Hedging nya itu yg mengenaskan , 20% man !
kenapa engga 100% sih ??

btw : ada yang sudah ikut 'sejuta tanda tangan' YLKI..?
Kalau belum, nanti saya kirimkan melalui jalur pribadi ya...


Salam,
bRidWaN
-----------------------------------------------
At 10:41 24/02/99 -0600, Indi Soemardjan wrote:
>Untuk Anda yang bekerja di Telkom,
>Ada yang bisa jelaskan ttg. tarif per kilometer ini?
>Saya 'ndak tahu persis ttg. teknologi telepon di Indonesia.
>
>http://www.suarapembaruan.com/News/1999/02/240299/Headline/hl01/hl01.html
>
>"...Sebelumnya konsumen di kota-kota kecil di Indonesia hanya dikenakan
>tarif Rp 0,8/detik untuk pembicaraan lokal berjarak lebih dari 30 km
>pada jam 08.00 - 09.00 dan 15.00 - 18.00.
>Namun, berdasarkan tarif yang baru, konsumen dibebani biaya Rp
>25,7/detik, atau naik 3.092 persen...."

Kirim email ke