> Hedging nya itu yg mengenaskan , 20% man !
> kenapa engga 100% sih ??
Waduh, kalau nge-hedge-nya boleh pake batu sih boleh 100%.
Ya nggak perlu konserpatip amat... Kita aja pinjem mobil nggak
pernah minta insurens pul kopereij, mahal nek.
Kalau maunya semua resiko dihindari ya sulit buat berbisnis.
Ibarat orang melahirkan, inpestasi dg resiko kan mirip bayi dg ari-ari,
kompak-kompak selalu..... Misal kita nggak mau resiko si ibu kena
apa-apa waktu melahirkan lalu pake jalan pintas dioperasi, ya....
tetap saja ada risiko. Mana mahal dan hasilnya nggak menarik di
mata kan.....?
Ya.... nenek juga bilang kalau no risk no propit. Untuk kasus
ini emang telkom lagi apes. Yang jadi pertanyaan kan kenapa
apesnya kok kebangetan. Kalau apesnya kebangeten kan berarti
ada yg dodol. Yang dodol ini yg mesti diciduk, diproses lalu dijadiin
campuran dodol garut aja....
Tapi saya setuju kalau seharusnya konsumen jangan dijadiin korban
mulu. Ya emang kemarin oom Yusup bilang tarif naek krn biar Telkom
kelihatan keren waktu dijual, ya kayak nggosok mobil waktu mau dijual.
Nggak ada hubungannya dg kondisi keuangan telkom (atau sedikit lah).
Ya boleh lah kita percaya.... dikit aja...rak yo gitu tho oom Yusup?
Emang sudah waktunya ada liberalisasi bisnis telekomunikasi nih...
Biar kompetitip....ya asal jangan kebablasen kayak sektor perbankan
aja.
Monggo,
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)