Bung Hadeer yang budiman,
Saya mah dukung TELKOM dan YLKI. Soalnya, kalau tarif telepon naik
berarti pendapatan TELKOM ikut naik, dan kalau tarif telepon nggak jadi
naik berarti pendapatan KONSUMEN nggak jadi berkurang. Jadi, dua-duanya
punya dampak positip.
So, Hidup TELKOM! Hidup YLKI! Mati Bung Karno!
Hihihi...., dan saya pun lalu pengin ketawa dan sekaligus menangis.
Salam,
Budi
> Hadeer wrote:
>
> Saya mah tidak dukung YLKI...waktu beras naik, pupuk naik, telur naik,
> YLKI ada dimana?
> Perasaan yang diurus YLKI cuma tarif telepon, pam, sama listrik. Koq
> kelihatannya cuma sekumpulan orang pembela orang kaya.
>
> Saya mendukung telkom .....
> he...he.....
> Gimana Bang YW....saya koq malah membela telkom ya....hidup telkom....
>
> Hadeer
--------------
TERNYATA PEMERINTAH YG MENAIKKAN TARIF TILPON, BUKAN TELKOM
>
> Okti Ningrum wrote:
>
> Pagi ini jam 07:30 diacara sebuah radio swasta di Jakarta dalam acara
> diskusi dengan rakyat, ada seorang penelepon yang mengaku dari Telkom,
> confirm bahwa sebetulnya para decision maker di Telkom telah membatalkan
> keputusan untuk menaikkan tarif tilpon. Tetapi Pemerintah ngotot
> menaikkan
> tarif tilpon karena kalau enggak naik, maka rugilah mitra-mitra KSO-KSO
> (Kerjasama Operasi), yang nota bene ownernya adalah diantaranya Mas
> Bambang,
> Mas Bakrie, dll.
>
> Penelepon adalah seorang reliable pejabat di Telkom yang identitasnya
> dirahasiakan oleh radio.
>
> Kalau memang ini benar................... menambah lucu dagelannya
> kabinet
> reformasinya Habibie.
>
> Wahai para wakil rakyat....... kapan Anda membela rakyat?
>
> Toh Anda sebentar lagi mau dibubarkan, masih ada kesempatan untuk
> memberi
> kenangan yang baik untuk RAKYAT, tampaknya Anda lagi sibuk membuat
> kenangan
> manis untuk BOS anda supaya diangkat jadi wakil rakyat lagi ya?????
>
> Okti