Rekan-rekan yth.,
Jangan terjebak ......!
Sengaja saya tulis kata di atas lebih dahulu karena (lagi-lagi..) saya
curiga dengan lemparan 'bola panas' untuk meredakan ketegangan di Ambon
ini. Betapa tidak, dengan iming-iming untuk menjadi 'pahlawan', tokoh
masyarakat disuruh untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya adalah bukan
tugas dan tanggung-jawabnya. Kerusuhan di Ambon jelas-jelas adalah
tanggung jawab dan tugas pemerintah dan aparat keamanan. Adalah tidak
bertanggung jawab sama sekali kalau hal tersebut seolah-olah dibiarkan
(atau mungkin tidak mampu mengatasi) lalu menunggu tindakan para pemuka
masyarakat untuk menjadi 'pahlawan'. Baguslah kalau bisa berhasil
meredakan ketegangan tersebut, kalau tidak...?! Tentu akan jadi sasaran
empuk tudingan-tudingan negatif dari pihak lain, utamanya pemerintah dan
aparat keamanan (seperti juga disinyalir oleh mas Ismuyono).
Logikanya, kalau pemerintah dan aparat keamanan saja nggak bisa
mengatasi masalah tersebut, apalah yang bisa dilakukan oleh MS ataupun
yang lain. Saya tidak bermaksud mengecilkan kebesaran MS, saya hanya
ingin janganlah mengambil risiko terhadap sesuatu yang lebih banyak
gelapnya dari pada terangnya.
Saya berharap, mudah-mudahan tidak ada seorangpun tokoh masyarakat yang
ingin menjadi 'pahlawan' untuk ini. Biarkanlah pemerintah dan aparat
keamanan melakukan tanggung jawabnya. Kalau memang 'kapabel', tentu
Ambon akan bisa diatasi.
Sekali lagi, janganlah sampai terjebak ke dalam skenario yang masih
'gelap' ini.
Salam,
Budi
ismanuyono wrote:
>
> Saya kira ujian yang terbaik untuk menjadi pemimpin 'yg bener' dinegeri ini,
> siapa yang bisa meredahkan masalah Ambon, sambas, mungkin TT. Sepertinya
> sumua hanya bisa ngomong2 yg nggak realistis/semua duduk dipuncak tugu
> Monas, nggak mau melihat penderitaan teman2 kita didaerah tsb. Sepertinya
> hanya MS yang akan mencoba, dengan mempertaruhkan kredibilitasnya dan kalau
> tidak berhasil akan menjadi bahan hujatan pesaingnya. Sepertinya tokoh2 kita
> yg lain hanya berebut kaset, mana tokoh kerakyatan yg lain AS, AR,SBP, dll
> sepertinya menghidar untuk konflik horizontal dilevel bawah.
> Semoga semua masih mencintai republik ini, bukan hanya singgasana duniawi.
> wassalam
>