Untuk Bung Hadeer dan Netters yang budiman,
Saya bersyukur akhirnya pemberlakuan tarif percakapan lokal-3 di wilayah
Jatabek dan Bandung, yang semula disamakan dengan SLJJ zona I, ternyata
dibatalkan. Dan saya pun bersyukur karena pemerintah hanya bersedia
menurunkan besarnya kenaikan tarif jasa telepon dari rata-rata 24,12
persen menjadi 15 persen, menyusul desakan masyarakat agar kenaikan
tarif tersebut ditunda.
Hidup Pak Habibie Cs., yang dulu pernah disanjung pengamat politik
Indonesia karena tendangan bola Timtim-nya dan sekarang sedang mencoba
memasukkan tendangan bola Ambon-nya ke penjaga gawang MS. Selamat
mengerjakan assignments yang semakin panjang. Semoga tendangan bola
Telkom berikut trik-trik intel penyadap telepon di Kejagung berhasil
Bapak antisipasi dengan baik, agar tidak terjadi lagi kebobolan di
gawang kabinet reformasi.
> Hadeer wrote:
>
> Saya membaca artikel yang ada dibawah dan pengen menanggapi (yang
> ditulis Okti Ningrum) :
>
> Untuk melengkapi berita nya perlu saya tambahkan, biar kesannya nggak
> jadi menyimpang gicu...
> KSO-KSO pemiliknya antara lain : Ada orang Jepang, Ada orang
> Singapura, Ada orang Australia, Ada orang Perancis, Ada orang
> Indonesia. Ada Indosat, Ada Bukaka, Ada Bakrie, Ada Keluarga -
> keluarga, Ada konglomerat. Ada yang cuma pengen cari untung dengan
> cara cepat, ada yang pengen berbisnis murni dan ada yang nggak tahu
> mau ngapain.
>
> Jadi lebih jelas kan....
Iya ya, sekarang kok jadi lebih jelas. Kesannya jadi nggak menyimpang,
lagi. Trims, Bung Hadeer. Atau, barangkali ada PERMIAS netters yang
bisa melengkapi dengan informasi lain, yang bisa membuat permasalahan
yang dihadapi TELKOM dan KONSUMENnya menjadi lebih transparan sehingga
kelihatan anunya..hihihi..?
> KSO kan juga berguna bagi seluruh masyarakat Indonesia di
> pelosok-pelosok (yang ternyata telkom tidak mampu melayaninya sampai
> ke pelosok). Kalau mereka rugi...akibat investasi dan hutang karena
> krisis moneter ini....kan kasihan juga kalo KSOs itu mati. Kalau
> mati....berarti mati pula seluruh telepon di Indonesia (kecuali Divre
> II dan V yang dimiliki oleh Telkom). Berdasarkan Penelitian ITU
> tingkat penetrasi ration sst 1% saja....berpengaruh langsung terhadap
> pendapatan masyarakat di daerah tersebut hingga 2-3%. Jadi kalo
> telepon mati...ekonomi juga mati.
Iya ya, kasihan juga kalau KSO-KSO yang dimiliki oleh warga Jepang,
Singapura, Australia, Perancis dan termasuk WNI itu rugi dan mati.
Berarti hampir seluruh telepon di Indonesia mati. Akibatnya, ekonomi
juga akan mati. Wah, berarti krisis ekonomi lagi. Tapi, barangkali
ada netters yang punya logika dan skenario lain?
> Hayo...siapa sekarang yang mau disalahin.......Orang Jakarta yang
> PALING ribut.... :-)
Kelihatannya berdasarkan data yang ada, orang Jakarta lah yang pantas
untuk disalahin. Tapi kalau nggak ada orang Jakarta yang mau disalahin,
saya yang orang Bandung dan adik saya yang orang Semarang mau juga
disalahin,deh. Demi "Menyongsong Indonesia Baru", ..hihihi..
> Pikir - pikir KIKIR sekali ya orang Jakarta....udah lah
> kaya...dikurangin sedikit aja duitnya teriaknya sampe kedengeran ke
> langit.... he..he... :-)
Iya. Memang banyak orang Jakarta yang KIKIR alias PELIT, dan berpikir
sok ekonomis lah dan sok efisien lah. Selain itu, banyak pula orang
Jakarta yang BOROS alias JOR-JORAN, dan mengambil putusan asal-asalan.
Dengan alasan kepepet lah, dan mumpung masih di tempat basah lah.
Saya khawatir sifat KIKIR/PELIT dan BOROS/JORJOR-an itu nanti akan
menular/mewabah kemana-mana. Apalagi kalau banyak perusahaan sudah
mulai berubah label menjadi ParGol Chaebols, Perusahaan PAN dan PDI's
Company. Atau, kalau JPS dimanfaatkan untuk Money Politics. Eh, maaf
ngelantur. Btw, gejala yang saya khawatirkan ini termasuk KIKIR, BOROS
atau APA sih?
> Hidup Telkom dan KSO....setengah hidup YLKI......Hidup Habibie
Hidup..ugh..maaf, sakit batuk saya kumat.
Salam,
Budi Santoso
=======================================
"Something good is created to make a peace.
Noone is above the something good.
Neither is the creator of the something good.
But, people may have their power by riding the something good."
By the way, what is the something good ?
(Sorry, I don't know this,
but I don't care about this)
=======================================
School of Public Administration, Carleton University, Ottawa-Canada.
502-219 Bell Street North, Ottawa ON K1R 7E4 CANADA <tel.(613) 231-2581>
>> TERNYATA PEMERINTAH YG MENAIKKAN TARIF TILPON, BUKAN TELKOM
> > >
> > > Okti Ningrum wrote:
> > >
> > > Pagi ini jam 07:30 diacara sebuah radio swasta di Jakarta dalam
> acara
> > > diskusi dengan rakyat, ada seorang penelepon yang mengaku dari
> Telkom,
> > > confirm bahwa sebetulnya para decision maker di Telkom telah
> membatalkan
> > > keputusan untuk menaikkan tarif tilpon. Tetapi Pemerintah ngotot
> > > menaikkan
> > > tarif tilpon karena kalau enggak naik, maka rugilah mitra-mitra
> KSO-KSO
> > > (Kerjasama Operasi), yang nota bene ownernya adalah diantaranya
> Mas
> > > Bambang,
> > > Mas Bakrie, dll.
> > >
> > > Penelepon adalah seorang reliable pejabat di Telkom yang
> identitasnya
> > > dirahasiakan oleh radio.
> > >
> > > Kalau memang ini benar................... menambah lucu dagelannya
> > > kabinet
> > > reformasinya Habibie.
> > >
> > > Wahai para wakil rakyat....... kapan Anda membela rakyat?
> > >
> > > Toh Anda sebentar lagi mau dibubarkan, masih ada kesempatan untuk
> > > memberi
> > > kenangan yang baik untuk RAKYAT, tampaknya Anda lagi sibuk membuat
> > > kenangan
> > > manis untuk BOS anda supaya diangkat jadi wakil rakyat lagi
> ya?????
> > >
> > > Okti