Tarif naik kok untung, yang jelas harus nambah anggaran telpon 16.5 %.
Dimana untungnya ?
tk

Budi Santoso wrote:

> Untuk Bung Hadeer dan Netters yang budiman,
>
> Saya bersyukur akhirnya pemberlakuan tarif percakapan lokal-3 di wilayah
> Jatabek dan Bandung, yang semula disamakan dengan SLJJ zona I, ternyata
> dibatalkan.  Dan saya pun bersyukur karena pemerintah hanya bersedia
> menurunkan besarnya kenaikan tarif jasa telepon dari rata-rata 24,12
> persen menjadi 15 persen, menyusul desakan masyarakat agar kenaikan
> tarif tersebut ditunda.
>
> Hidup Pak Habibie Cs., yang dulu pernah disanjung pengamat politik
> Indonesia karena tendangan bola Timtim-nya dan sekarang sedang mencoba
> memasukkan tendangan bola Ambon-nya ke penjaga gawang MS.  Selamat
> mengerjakan assignments yang semakin panjang.  Semoga tendangan bola
> Telkom berikut trik-trik intel penyadap telepon di Kejagung berhasil
> Bapak antisipasi dengan baik, agar tidak terjadi lagi kebobolan di
> gawang kabinet reformasi.
>
> > Hadeer wrote:
> >
> > Saya membaca artikel yang ada dibawah dan pengen menanggapi (yang
> > ditulis Okti Ningrum) :
> >
> > Untuk melengkapi berita nya perlu saya tambahkan, biar kesannya nggak
> > jadi menyimpang gicu...
> > KSO-KSO pemiliknya antara lain : Ada orang Jepang, Ada orang
> > Singapura, Ada orang Australia, Ada orang Perancis, Ada orang
> > Indonesia. Ada Indosat, Ada Bukaka, Ada Bakrie, Ada Keluarga -
> > keluarga, Ada konglomerat. Ada yang cuma pengen cari untung dengan
> > cara cepat, ada yang pengen berbisnis murni dan ada yang nggak tahu
> > mau ngapain.
> >
> > Jadi lebih jelas kan....
>
> Iya ya, sekarang kok jadi lebih jelas.  Kesannya jadi nggak menyimpang,
> lagi.  Trims, Bung Hadeer.   Atau, barangkali ada PERMIAS netters yang
> bisa melengkapi dengan informasi lain, yang bisa membuat permasalahan
> yang dihadapi TELKOM dan KONSUMENnya menjadi lebih transparan sehingga
> kelihatan anunya..hihihi..?
>
> > KSO kan juga berguna bagi seluruh masyarakat Indonesia di
> > pelosok-pelosok (yang ternyata telkom tidak mampu melayaninya sampai
> > ke pelosok). Kalau mereka rugi...akibat investasi dan hutang karena
> > krisis moneter ini....kan kasihan juga kalo KSOs itu mati. Kalau
> > mati....berarti mati pula seluruh telepon di Indonesia (kecuali Divre
> > II dan V yang dimiliki oleh Telkom). Berdasarkan Penelitian ITU
> > tingkat penetrasi ration sst 1% saja....berpengaruh langsung terhadap
> > pendapatan masyarakat di daerah tersebut hingga 2-3%. Jadi kalo
> > telepon mati...ekonomi juga mati.
>
> Iya ya, kasihan juga kalau KSO-KSO yang dimiliki oleh warga Jepang,
> Singapura, Australia, Perancis dan termasuk WNI itu rugi dan mati.
> Berarti hampir seluruh telepon di Indonesia mati.  Akibatnya, ekonomi
> juga akan mati.   Wah, berarti krisis ekonomi lagi.   Tapi, barangkali
> ada netters yang punya logika dan skenario lain?
>
> > Hayo...siapa sekarang yang mau disalahin.......Orang Jakarta yang
> > PALING ribut.... :-)
>
> Kelihatannya berdasarkan data yang ada, orang Jakarta lah yang pantas
> untuk disalahin.  Tapi kalau nggak ada orang Jakarta yang mau disalahin,
> saya yang orang Bandung dan adik saya yang orang Semarang mau juga
> disalahin,deh.  Demi "Menyongsong Indonesia Baru", ..hihihi..
>
> > Pikir - pikir KIKIR sekali ya orang Jakarta....udah lah
> > kaya...dikurangin sedikit aja duitnya teriaknya sampe kedengeran ke
> > langit.... he..he... :-)
>
> Iya.  Memang banyak orang Jakarta yang KIKIR alias PELIT, dan berpikir
> sok ekonomis lah dan sok efisien lah.   Selain itu, banyak pula orang
> Jakarta yang BOROS alias JOR-JORAN, dan mengambil putusan asal-asalan.
> Dengan alasan kepepet lah, dan mumpung masih di tempat basah lah.
>
> Saya khawatir sifat KIKIR/PELIT dan BOROS/JORJOR-an itu nanti akan
> menular/mewabah kemana-mana.  Apalagi kalau banyak perusahaan sudah
> mulai berubah label menjadi ParGol Chaebols, Perusahaan PAN dan PDI's
> Company.  Atau, kalau JPS dimanfaatkan untuk Money Politics.  Eh, maaf
> ngelantur.  Btw, gejala yang saya khawatirkan ini termasuk KIKIR, BOROS
> atau APA sih?
>
> > Hidup Telkom dan KSO....setengah hidup YLKI......Hidup Habibie
>
> Hidup..ugh..maaf, sakit batuk saya kumat.
>
> Salam,
>
> Budi Santoso
> =======================================
>   "Something good is created to make a peace.
>       Noone is above the something good.
>          Neither is the creator of the something good.
>    But, people may have their power by riding the something good."
>
>             By the way, what is the something good ?
>             (Sorry, I don't know this,
>                     but I don't care about this)
> =======================================
> School of Public Administration, Carleton University, Ottawa-Canada.
> 502-219 Bell Street North, Ottawa ON K1R 7E4 CANADA <tel.(613) 231-2581>
>
> >>  TERNYATA PEMERINTAH YG MENAIKKAN TARIF TILPON, BUKAN TELKOM
> > > >
> > > > Okti Ningrum wrote:
> > > >
> > > > Pagi ini jam 07:30 diacara sebuah radio swasta di Jakarta dalam
> > acara
> > > > diskusi dengan rakyat, ada seorang penelepon yang mengaku dari
> > Telkom,
> > > > confirm bahwa sebetulnya para decision maker di Telkom telah
> > membatalkan
> > > > keputusan untuk menaikkan tarif tilpon. Tetapi Pemerintah ngotot
> > > > menaikkan
> > > > tarif tilpon karena kalau enggak naik, maka rugilah mitra-mitra
> > KSO-KSO
> > > > (Kerjasama Operasi), yang nota bene ownernya adalah diantaranya
> > Mas
> > > > Bambang,
> > > > Mas Bakrie, dll.
> > > >
> > > > Penelepon adalah seorang reliable pejabat di Telkom yang
> > identitasnya
> > > > dirahasiakan oleh radio.
> > > >
> > > > Kalau memang ini benar................... menambah lucu dagelannya
> > > > kabinet
> > > > reformasinya Habibie.
> > > >
> > > > Wahai para wakil rakyat....... kapan Anda membela rakyat?
> > > >
> > > > Toh Anda sebentar lagi mau dibubarkan, masih ada kesempatan untuk
> > > > memberi
> > > > kenangan yang baik untuk RAKYAT, tampaknya Anda lagi sibuk membuat
> > > > kenangan
> > > > manis untuk BOS anda supaya diangkat jadi wakil rakyat lagi
> > ya?????
> > > >
> > > > Okti

Kirim email ke