Assalamualaikum wr.wb

 Semakin jelas sudah keberpihakan aparat keamanan dalam tragedi berdarah
di Ambon. Tapi hal ini TIDAK AKAN membuat gentar kaum muslimin. Justru
dengan semakin jelasnya pembantaian muslim ambon ini, semakin membara
semangat jihad dihati kaum muslimin untuk menghadapi serangan kaum
perusuh. Setiap musuh yang menyerang harus dilawan dan dihalau. Setiap 1
nyawa kaum muslimin yang hilang, HARUS dibayar pula dengan 1 nyawa kaum
penyerang. Keadilan harus ditegakkan, agar tidak ada pihak manapun yang
berani lagi berbuat aniaya kepada umat Islam.
Wassalam
Mohamad Rosadi
Virginia, USA

======================================================================
                      Berita Republika
======================================================================

           Bocah 7 dan 1,5 Tahun Luput dari Maut

Bentrokan berdarah di Ambon kemarin luput merenggut nyawa
dua bocah --Mansyur (7 tahun) dan Parman (1,5 tahun).
//Alhamdulillah//, keduanya lolos dari massa perusuh yang
beringas kesetanan yang menyerang kawasan Kopertis, Kodya
Ambon.
Tapi suratan nasib telah menggariskan lain terhadap empat
jamaah yang tengah shalat Subuh di Masjid Al Huda, Kampung
Ahuru, Kodya Ambon. Mereka tewas diterjang peluru oknum
Polisi yang menyerbu masjid tersebut bersama ratusan warga
entah dari mana.

Menurut Satgas MUI Ambon, keempat jamaah yang tewas
adalah Armin Paini, Mui Ekhoran, Husein Umar, dan Usman
Wakano. Sementara lima orang warga Muslim lainnya dibantai
di kawasan Kampung Rinjani, kawasan Kopertis, yaitu Udin
Umtoina (35), Siti (30), Rohima, Hasan, dan Husein. Satu
korban dari pihak perusuh tidak disebutkan namanya.

Serangan oleh purusuh kemarin berlangsung di dua tempat --
Kampung Ahuru dan Kampung Rinjani. Satgas MUI
melaporkan beberapa oknum aparat polisi diduga ikut andil
dalam peristiwa berdarah di 'rumah' Allah pada pagi buta
kemarin. Mereka adalah Kapten (Pol) LS, Letda (Pol) ES,
Letda (Pol) KS, Letda (Pol) DT, Serma S, dan Serma B.
Menurut Satgas MUI, aparat sebelumnya menghalau massa
yang berjaga-jaga dan menyerukan menyimpan senjata tajam
yang mereka bawa. Tiba-tiba terdengar tembakan ke arah
Masjid Al-Huda yang langsung mengenai para jamaah, termasuk
imam masjid yang bernama Husein Toisuta. Husein selamat dari
tembakan tetapi empat jamaahnya tersungkur bersimbah darah.

Tak pelak, tragedi tersebut memancing emosi warga di depan
Masjid Raya Al-Fatah Ambon. Pada saat sembilan jenazah
memasuki pelataran masjid tersebut untuk dishalatkan, massa
melakukan aksi unjuk kekuatan. Beberapa orang yang
mempunyai ilmu kekebalan tubuh dilaporkan menebas-nebaskan
senjata tajam ke badannya. Tapi luapan emosi warga berhasil
ditenangkan tokoh umat Islam Maluku, Abdullah Solissa.

Berita selanjutnya silahkan klik:

http://www.republika.co.id







______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke