>Kenapa takut? Takut seperti Taliban? =
>
>Kok tiap ada kebangkitan Islam lantas dibilang kebngkitan
fundamentalist
>Islam. =
IYA, BENAR JUGA PENDAPAT ANDA. TAPI COBA LIHAT ADU KUSIR REKAN-REKAN DI
PERMIAS INI, NAMPAKNYA ADA ALASAN SIH KALAU ORANG-ORANG LUAR PADA TAKUT!
>
>Lalu saya bertanya, mengapa harus ada 'konsolidasi' dan 'kebangkitan'
>jika umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia? Sebab naifnya,
>konsolidasi dan kebangkitan itu biasanya terjadi di minority groups.
>Anehnya, di pihak lain, kaum Muslim malah menganggap ada diri mereka
>'tertindas.'
>
>Menurut saya lebih cocok "back to basic" dimana umat islam mencoba
memper=
>baiki
>diri dan banyak bertobat. Soalnya dulu, pemerintah amat fobi dan
menanam=
>kan
>kefobian pada masyarakat termasuk yang umat islam.
>
>Jika kita mencermati figure berikut ini sejak zaman duduknya Suharto,
>dan mungkin Sukarno, di mana indikasi 'konsolidasi' dan 'kebangkitan'?
>
>1. Penduduk Indonesia kabarnya 90-95% pemeluk Islam.
>2. Birokrasi Indonesia, mungkin 90% (fake figure) di dominasi oleh
>orang-orang yang ngaku Islam.
>3. 90% (fake figure) pejabat Indonesia adalah Islam dan 99% di antara
>mereka membiarkan korupsi dan kolusi terjadi di negerinya.
>
>Lalu bandingkan dengan figure di bawah ini?
>
>- Kurang lebih 68% of 200 million orang miskin di Indonesia, mungkin
>98% (fake figure) dari 68% itu beragama Islam. Mengapa lebih banyak
>Muslims yang miskin? Sederhananya, karena kebetulan populasi kita
adalah
>mayoritas Islam.
>
>
>Solusi perbaikan supra and infra strukturnya? mari kita pikirkan
>bersama!
>
>Setuju terutama perbaikan pada pendidikan moral. =
>
>Teman saya pernah berdebat dengan para dekan dan purek ketika ITB
ingin
>merubah kurikulum (sebelum OR masuk kurikulum). Ketika itu mahasiswa
>dilibatkan atau setidaknya diberi kesempatan untuk memberikan usul.
Para=
>
>dekan dan purek meolak bahkan sebagian tersenyum ketika teman saya
mengus=
>ulkan
>selain menambah OR pada kurikulum juga akan bermanfaat untuk menambah
>pendidikan moral dan keagamaan. =
>
>Di lain waktu seorang teman mengusulkan untuk mendahului rapat
kemahasisw=
>aan
>dengan melakukan doa, ini juga ditertawakan.
>
>Sekian dulu,
>
>Pandir
>salam,
>
>ida
>
>
>
>>Saudara-saudara sekalian:
>> Membaca tulisan Emha Ainun Nadjib yang dikirimkan oleh Bung
>>Rosadi, saya jadi bertanya-tanya dan berpikir-pikir dan
>>terheran-heran. Dari tulisan itu, tersurat dan tersirat betapa besar
>>rasa frustrasi beliau sebagai Muslimin atas ketidakadilan dunia
>>terhadap Islam. Dan rasa frustrasi semacam ini sebenarnya tidak
>>hanya monopoli perasaan Emha tapi juga banyak Muslimin yang lain
>>seperti Achmad Sumargono. Dalam posting ini, saya ingin pendapat
>>rekan-rekan apakah ketidak adilan dunia itu hanya dirasakan oleh umat
>>Islam atau juga umat yang lain? Apakah ketidak adilan itu
>>dipraktekkan oleh umat agama satu terhadap yang lain? Ataukah ketidak
>>adilan itu dirasakan oleh semua pihak? Bila demikian siapa pelaku
>>ketidak adilan itu?
>> Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam (di KTP,
>>tapi apakah benar sebagai penganut sukar di ukur)menurut saya banyak
>>mempraktekkan budaya Islam. Pembacaan doa setiap Upacara Bendera tgl
>>17 Agustus di Instansi Penmerintah di Jawa selalu doa cara Islam (Ada
>>yang tahu bagaimana kalau di Irian atau Ambon yang mayoritas Kristen
>>atau Bali yang mayoritas Hindu?). Pembacaan doa usai sekolah di
>>sekolah Negeri juga ragam Islam. Saya kira sampai sekarang tidak ada
>>protes dari yang bukan Islam. Belakangan ini memang banyak pertemuan
>>antar umat berbeda agama dan mengakhiri pertemuan dengan doa dari
>>bermacam-macam agama. Jam kerja di kantor pemerintah juga berakhir jam
>>11 pada hari Jum'at untuk Shalat Jumat. Kalau ada kantor swasta yang
>>ngadain rapat pada jam shalat jum'at itu memang tidak perasaan. Ini
>>bisa diatur dengan mudah dengan undang-undang yang ada sanksinya.
>>jadi dengan undang-undang itu pihak swasta harus beristirahat pada
>>waktu Shalat Jumat dsb (pabrik tidak bisa berhenti mesin
>>sewaktu-waktu, ini perlu dipertimbangkan).
>> Lalu AS vs Iraq, apakah benar AS menganggap yang salah adalah
>>Islam? Setahu saya AS menyalahkan Saddam bukan Islam. Kalau
>>menyalahkan Islam, mengapa membantu Kuwait dan Arab Saudi waktu
>>diserang Iraq? Omong-omong tentang Kristen dan AS, mayoritas orang
>>Amerika adalah sekuler dan lebih berpegang pada hukum daripada Agama.
>>Kristen fundamentalis juga ada di Amerika yaitu di negara-bagian
>>negara-bagian di Selatan seperti Arkansaa, Oklahoma dll. Kristen
>>fundamentalis ini juga mirip Islam fundamentalist yang menganggap
>>orang lain tidak benar dan tidak akan masuk surga dan ajaran lain
>>adalah sesat. Ini hanya minoritas. Bahkan sekte tertentu yang
>>berhaluan keras juga ditindak oleh pemerintah, ingat Waco, Texas yang
>>dibumi-hangus oleh Janet Reno? Pemerintah Amerika juga menghormati
>>seluruh agama, Hilary Clinton juga mengucapkan selamat Berpuasa kepada
>>Umat Islam. Namun ada benarnya bahwa citra Islam di AS tidak terlalu
>>bagus. Sebab citra suatu aliran atau agama atau etnis selalu
>>ditunjukan oleh perilaku orang-orang yang mengaku menganut agama atau
>>aliran tersebut. Nah di AS yang mengaku Islam adalah Nation of Islam
>>yang kegiatannya lebih banyak menyebarkan bibit kebencian terhadap
>>orang Jahudi dan orang kulit putih. Tahukah bahwa Malcom X baru tahu
>>bahwa pemeluk Islam bukan hanya orang kulit hitam waktu dia
>>menjalankan Ibadah Haji? Banyak orang Indonesia selalu mengira bahwa
>>AS adalah Kristen, Barat adalah Kristen. Apa benar? Menurut saya
>>tidak. Barat dan Amerika itu sekular, kapitalis, hedonis tapi juga
>>humanis, tidak fasis, menghargai hak asasi pribadi sepenuhnya. Orang
>>amerika tidak mementingkan agama, tapi sangat nasionalis, mementingkan
>>bangsa dan negaranya sendiri lebih dari segala sesuatu. Orang Amerika
>>tidak terlalu tergila-gila dengan produk luar negeri seperti juga
>>orang Jepang lebih suka jeruk Jepang dari pada Jeruk Amerika, tapi
>>orang Indonesia tidak merasa gaya kalau tidak makan apel Australia,
>>durian Bangkok, ngomong dicampuri bahasa Inggris, Arab dsb padahal
>>Indonesianya, Inggrisnya atau Arabnya juga tidak becus.
>> Belanda jajah Indonesia selama 350 tahun tapi bukan Kristen yang
>>salah? Siapa bilang begitu? Saya kira ini adalah kesombongan orang
>>Kristen jaman dahulu. Seperti juga agama yang membiarkan perbudakan,
>>jaman sekarang mana ada perbudakan dihalalkan? Orang kristen datang
>>ke Amerika dan membantai penduduk asli (yang secara salah disebut
>>Indian)karena para pendeta Kristen menganggap mereka menyembah setan
>>dengan upacara pengorbanan perawan. Galileo dipacung hanya karena
>>pendapatnya bertentangan dengan kepercayaan Gereja. Apa pelajaran
>>yang dapat ditarik dari semua itu? Tak ada yang namanya mutlak,
>>kebenaran mutlak itu tidak ada. Ingat hukum ketidak-pastian
>>Heisenbergh? Bisa benda bisa energi.
>> Saya juga sangat heran kenapa Kristen dan Islam selalu
>>dipertentangkan? Padahal keduanya mirip sekali. Kedua agama ini jauh
>>lebih mirip satu dengan yang lain daripada dengan Hindu atau Budha.
>>Inti ajaran Kristen dan Islam pada dasarnya 100% sama. Doa utama
>>dalam Islam adalah Al Fatihah dan doa utama orang Kristen seperti yang
>>di ajarkan oleh Jesus adalah Doa Bapak Kami. Coba ditulis sebelah
>>menyebelah kedua macam doa ini, Anda akan terheran-heran atas
>>kesamaannya. Pakaian suster kan juga mirip dengan jilbab yang intinya
>>menutup rambut, bahkan Pasturpun menutup auratnya. Kantor Partai
>>Keadilan punya ruang tunggu untuk wanita terpisah dari yang untuk
>>Pria. Sekolah Katolik jaman dulu juga memisahkan kelas putra dari
>>kelas putri.
>> Saya tidak begitu yakin akan pernyataan bahwa umat Islam
>>mayoritas maka harus mengalah karena kalau tidak itu namanya diktator
>>mayoritas. Ada yang bisa memberi contoh kasusnya? Kalau keturunan Cina
>>berani melawan berkelahi dengan orang Jawa dan berakibat seluruh orang
>>cina dibakar tokonya memang pernah terjadi di th 1980 di Jatim dan
>>Jateng. nampaknya aturan main antara mayoritas dan minoritas memang
>>harus ditulis. SARA memang perlu disadari dan tidak diingkari
>>keberadaannya. Tujuan untuk menciptakan masyarakat buta-warna tak
>>akan tercapai bila antara warna-warna yang berbeda itu juga tergabung
>>perbedaan sosial ekonomi dan lain-lain.
>> Kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah yang sebenarnya
>>diinginkan oleh beberapa orang Islam itu terhadap Indonesia ini?
>>Mengubah budaya Indonesia (Jawa, Sumatra, Bali dsb) seperti budaya
>>Islam atau Arab? (Bagaimana membedakan budaya Arab dan Islam? Di
>>India, kalau mau beragama Hindu harus punya Kasta, karena itu orang
>>yang tidak masuk kasta tidak bisa Hindu dan akhirnya jadi Islam atau
>>Kristen. Bali adalah satu satu orang selain India yang Hindu. Agama
>>Judais juga hanya milik orang Jahudi, jadi jangan anggap orang Jahudi
>>orang Kristen. Orang Jahudi masih menantikan nabi terakhir mereka).
>>Islam dan Kristen dan Budha dan Hindu di Indonesia sebenarnya
>>statusnya sama yaitu agama pendatang. Karena itu pemeluk-pemeluknya
>>adalah orang-orang yang berubah agama (converted). Kepercayaan asli
>>Indonesia sebenarnya adalah animisme dan dinamisme, karena itu
>>perdukunan tetap laris, pertahyulan juga laku (Orang Amerika juga suka
>>Phsycic Hotline). Karena itu kejawen menyusupi Islam. Dan untuk
>>menerapkan Islam secara murni akan sangat sulit karena itu menyangkut
>>perubahan budaya, karena itu harus fleksibel. Karena itu wayang orang
>> Hindu jadi sarana siar agama Islam. Seperti juga Paus tidak setuju
>>KB tapi gereja Indonesia setuju KB. Perlu disesuaikan dengan kondisi
>>setempat. Karena memangnya Paus akan ngasih makan anak kelaparan
>>dengan janji masuk surga pada orang tuanya, atau nomboki pemerintah
>>yang utang untuk beli beras?
>> Apakah benar orang Kristen menilai Islam secara subyektif sesuai
>>sudut pandang meraka tanpa membaca Al Quran? Secara teoritis, karena
>>Islam datang sekitar 400 th setelah Kristen, maka Muhammad tidak ada
>>dalah Alkitab, tapi sebaliknya Isa ada dalam Al Quran. Karena itu,
>>umat Islam bisa menilai Kristen dengan membaca Al Quran (membaca Al
>>Imran, kalau saya tak salah). Bila perlu mengkritik habis-habisan
>>dengan membandingkan Alkitab dengan Injil Barnabas. Bahkan dengan
>>jelas disebutkan bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan
>>yang sebenarnya adalah kritik terhadap ajaran Trinitasnya Kristen. Di
>>sini sebenarnya Islam menganggap bahwa Kristen itu musryik karena
>>menyekutukan Allah. Tapi bukankah agamamu adalah agamamu dan agaku
>>adalah agamaku, karena itu tidak perlu beradu argumentasi mana yang
>>lebih benar dan lebih berhak hidup di dunia ini. Tidak perlu
>>berargumentasi mana yang lebih asli mana yang lebih diridhoi, mana
>>yang lebih masuk akal mana yang lebih sempurna dsb. Yang penting
>>adalah satu nusa satu bangsa.
>> Kesimpulannya, saya sedikit kecewa dengan Emha sebagai mana saya
>>sedikit kecewa dengan Nurcholis Madjid yang ternyata masih berfikir
>>adanya kelompok-kelompokan dan satu kelompok lebih demikratis dari
>>yang lain. Sebelumnya saya menganggap tokoh-tokoh ini sudah mencapai
>>tingkat humanist sebagai kesadaran moral tertinggi menurut kerangka
>>Rick Erickson. Tapi anehnya kefrustrasian mereka hanya mereka
>>ungkapkan bila diwawancari oleh media Islam, bukan media Nasional.
>>Mudah-mudahan kefrustrasian mereka hanya sekedar kefrustrasian sesaat
>>dan pernyataan mereak hanya sebagai rasan-rasan kepada keluarganya
>>sendiri atau untuk kalangan terbataslah. Kejengkelan sering membuat
>>kita inginmelalukan sesuatu yang tidak baik, tapi biarpun niat jahat
>>itu bisa dibilang dosa, asal kita berhasil mengurungan niat itu dengan
>>kesadaran akal budi maka itu bukan dosa tapi malah pahala. Sebab
>>orang yang tidak pernah berbuat jahat karena memang tidak mengenal
>>apa itu jahat sebenarnya tidak pernah mendapat tantangan.
>> Saya mengharpakan tanaggapan saudara-saudara sekalian terutama
>>tentang apakah perasaan Emha adalah perasaan yang umum dirasakan umat
>>Islam?
>>
>>Wassalam,
>>Panut Wirata
>>
>>
>>
>>
>>---Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>>
>>> Berikut ini saya teruskan email yang masuk di Milis Bincang@......
>>>
>>> Salam
>>> Mohamad Rosadi
>>> Virginia
>>>
>>>
>>>
>>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>> > Saya Anti Demokrasi
>>> >
>>> >oleh : Emha Ainun Nadjib
>>> >
>>> >Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek,
>>> >dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu
namanya
>>> >diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan
>>> >yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib
>>> >kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan
>>> >mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau
mayoritasnya
>>> >Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar
>>> >namaya.
>>> >Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau
Palestina
>>> >banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein
>>> >nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah
>>> >Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika
Serikat
>>> >jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah
>>> >bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero
>>> >Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara
>>> >yang salah pasti adalah Islam.
>>> >"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama
>>> >dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro
>>> >dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam.
>>> >Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites
>>> >terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.
>>> >Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui
oleh
>>> >peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang
>>> >membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat
>>> >atas kesunyatan Islam.
>>> >Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan
>>> >previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca
>>> >Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan
>>> >dengan menilai dari sudut pandang mereka.
>>> >Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam
tanpa
>>> >melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan
>>> >diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap
>>> >kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut
>>> >itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam
>>> >juga menilai Islam.
>>> >Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik,
>>> >yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun
>>> >memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir.
>>> >Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro
>>> >dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya
>>> >ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."
>>> >Lho kok Arab bukan etnis?
>>> >Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab
>>> >tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam.
>>> >Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia
>>> >Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.
>>> >Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan
>>> >mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King
>>> >mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya.
>>> >Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti
>>> >primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak
>>> >memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban
>>> >dunia.
>>> >Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan
yang
>>> >ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam,
>>> >telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang
>>> >atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu
>>> >jutaan ummat Islam. Kecurangn atas Islam dan Kaum Muslimin itu
>>> >bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak
mau
>>> >terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban
>>> >yang dominan dan tak ada kompetitornya. "Al-Islamu mahjubun
>>> >bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang
Islam
>>> >sendiri.
>>> >Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada
>>> >suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak.
Pemerintah
>>> >Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi
>>> >penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan
'sidang
>>> >pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab
>>> >kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu
>>> >untuk peperangan di masa depan.
>>> >
>>> >
>>> >
>>> >
>>>
>>>
>>> ______________________________________________________
>>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>>>
>>
>>
>>
>>_________________________________________________________
>>DO YOU YAHOO!?
>>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>>
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
>____________________________________________________________________
>Get free e-mail and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=3D=
>1
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com