Informasi yang saya ketahui, populasi ummat Islam dan Nasrani di Maluku
hampir sebanding. Boleh dikatakan tidak ada yang mayoritas di Maluku.
Kalaupun ummat Nasrani di Maluku mayoritas, Gubernurnya (Saleh Latuconsina)
Islam, Kapoldanyapun, kalau lihat namanya jawa(Kol. Karyono), mungkin Islam.
Bahkan sejak tahun 1955- 1960 Gubernurnya M.Djosan, 1960 -1965 : Muhammad
Padang; 1968 -1973 : Soemitro ; 1973 - 1975 : Soemeru ; 1975- 1985 : Hasan
Slamet , dari namanya saya duga Islam.

Maluku, kalau menurut sejarahnya, dari dahulu terkenal sebagai contoh daerah
yang kerukunan ummat beragamanya bisa menjadi contoh. Sungguh suatu Ironi,
kini terjadi pembantaian dan konfik antar agama yang memilukan.

Penyelesaiannya menurut saya harusnya dengan mengeliminir SARA dari
pembicaraan atau diskusi mengenai tragedi Ambon. Jika SARA diteruskan, yang
kalah jadi abu yang menang jadi arang. Semua pihak akan menderita, tidak
hanya masyarakat di Ambon dan Maluku tetapi juga di seluruh Indonesia. Dari
segi ini saya mendukung biasnya pemberitaan harian KOMPAS pada tragedi subuh
1 Maret 1999 yang lalu. Ekspose berita ditembaknya jamaah yang sedang sholat
subuh, pasti akan membakar solidiritas ummat. Iya kalau beritanya benar,
kalau tidak ? Klarifikasi berita tersebut belakangan, mungkin membenarkan
telah terjadinya perang dis-informasi disana.

Terus terang saya curiga dengan mereka yang terus menghembuskan issue SARA
dalam milis ini. Ada missi terselubung yang hendak mereka gapai. Tetapi satu
hal yang pasti menurut saya, mereka tidak bertindak untuk beribadah.
Kalaupun mereka mengaku membela Islam, tindakan mereka tidak menguntungkan
Ummat Islam, malah mengundang antipati.

Karenanya saya mendukung mbak IDA, dan mengajak rekan2 lain untuk tidak lagi
menanggapi issue yang mereka lemparkan. Biarkan saja anjing menggongong,
kalau diacuhkan, lama-lama ia akan diam sendiri. Satu Nusa Satu Bangsa Satu
Bahasa, INDONESIA . Disanalah aku berdiri.


-----Original Message-----
From: Notrida Mandica <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 07 Maret 1999 8:25
Subject: Re: Logika Bingung


>Saudara Hadeer,
>
>Mungkin kita bisa berdiskusi kalau cara pandang
>dan berpikir anda tidak terlalu deterministic!
>
>
>salam,
>
>ida
>
>>
>>Ada yang bisa membetulkan logika dan cara pandang saya :
>>
>>Saya yakin bahwa yang menjadi inti dasar dari perilaku manusia adalah
>>moralnya. Entah dia sedang diprovokasi atau sedang dihasut....selama
>>moralnya berjalan sesuai dengan fungsinya, seseorang tersebut tidak
>akan
>>menjadi "sesat".
>>
>>Tolong klarifikasi :
>>
>>Mayoritas Nasrani Amerika menjunjung tinggi nilai - nilai peradaban
>>manusia dan menghargai manusia-manusia yang beragama lain. Apakah
>mereka
>>sedang menjalankan ajaran Kasih atau sedang dalam keadaan sekuler
>(tidak
>>menjalankan ajaran Kasih).
>>
>>Mayoritas Nasrani Ambon "menghabisi" kurang lebih 1000 minoritas muslim
>>Ambon. Apakah mereka sedang menjalankan ajaran Kasih atau sedang tidak
>>menjalankan ajaran Kasih...
>>
>>Ada yang bisa menerangkan ?
>>
>>Terimakasih
>>Hadeer
>>
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke