Bung Hadeer,
 
Saya berdiri pada kesepakatan Sumpah Pemuda tahun 1928. Satu Nusa Satu Bangsa. Sentimen SARA telah dilebur dalam tekad untuk bersatu.
 
Dalam kasus Ambon, insya Allah saya berpihak pada kebenaran, pada tekad satu Nusa Satu Bangsa. Karenanya simpati saya kepada Masyarakat Maluku/ Ambon yang telah menjadi korban,kehilangan sanak saudara, rumah dan harta benda serta rasa aman. Fakta yang ada korban menimpa semua golongan di Ambon / Maluku. Mereka ada yang beragama Islam, Kristen dll, ada dari suku Bugis, Buton dll,  juga dari Maluku sendiri. Yang harus dikemukakan adalah rasa kemanusiaan dan rasa senasib  sebagai satu Bangsa, dan bukan sentimen SARA.  Entah buat mereka yang memang menginginkan Bangsa ini hancur, dan bisa menginjak-nginjaknya agar bisa membumi dan tidak ngambang.
 
Wassalam,
 
 
-----Original Message-----
From: Hadeer <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Maret 1999 9:10
Subject: Re: Logika Bingung atau data ngaco

Terimakasih Bang Ramli...

Terserah anda menilai apakah saya sedang membela Islam atau kah sedang menghancurkan Islam...

Tapi ANDA ada di "mana".... :-)

Kalau mau diskusi secara "ngambang" atau tidak pernah menginjak bumi....ya monggo...ini adalah posisi yang paling nyaman dan enak. "Kesana" enak...."Kesini" enak...

Kalau saya lebih suka mengambil posisi jelas...kalau saya salah...ya saya akui saya salah....kalau saya benar....tolong akui saya benar...simple kan

Smile,
Hadeer

----------
> From: Ichwan Ramli. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Logika Bingung atau data ngaco
> Date: 07 Maret 1999 11:16
>

> Kalaupun mereka mengaku membela Islam, tindakan mereka tidak menguntungkan
> Ummat Islam, malah mengundang antipati.
>
> Karenanya saya mendukung mbak IDA, dan mengajak rekan2 lain untuk tidak lagi
> menanggapi issue yang mereka lemparkan. Biarkan saja anjing menggongong,
> kalau diacuhkan, lama-lama ia akan diam sendiri. Satu Nusa Satu Bangsa Satu
> Bahasa, INDONESIA . Disanalah aku berdiri.
>

Kirim email ke