-----Urspr�ngliche Nachricht-----
Von: KdP Net <[EMAIL PROTECTED]>
An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Datum: Samstag, 6. M�rz 1999 09:52
Betreff: [kdpnet-id] ALARM: Pernyataan Sikap Penghapusan Jatah ABRI


>
>
>
>
>PERNYATAAN SIKAP
>
>
>
>Kedaulatan rakyat tidak akan pernah terwujud selama ABRI masih ada di
>DPR dan ikut dalam mengambil keputusan. ABRI yang semestinya mempunyai
>peran sebagai kekuatan pertahanan negara ternyata telah menyelewengkan
>perannya kepada sebuah kepentingan sosial-politik-ekonomi yang itu semua
>jauh dari prinsip demokrasi.
>
>
>
>Bila sebuah partai harus berjuang mendapatkan 600.000 suara untuk bisa
>merebut satu suara,ABRI dengan seenaknya bisa memetik 38 kursi !ABRI
>memang nggak usah repot-repot bikin partai, kampanye dan tetek bengek
>lainnya. ABRI bisa begitu saja duduk dalam lembaga tersebut. Hal seperti
>demikian ini jelas-jelas tidak sejalan dengan semangat reformasi total
>yang terus akan kita perjuangkan.
>
>
>
>Masih duduknya ABRI di jabatan-jabatan politik seperti di MPR/DPR itu
>mengartikan bahwa ABRI masih ingin mengulang kesalahannya ! Keinginan
>ABRI untuk duduk di MPR/DPR yang merupakan jabatan politik harus
>secepatnya dihentikan ! ABRI dengan hak istimewa harus mudur dari
>gelanggang politik Indonesia !  Hak istimewa ABRI harus dihapuskan dalam
>waktu singkat, tidak ada golongan yang boleh dianak emaskan. Dalam
>sistem Demokrasi yang menganut kedaulatan rakyat, ruang aspirasi politik
>rakyat sipil harus dominan dan menjadi penentu, maka sangatlah tepat
>apabila ABRI melepaskan jatah kursinya.
>
>
>
>Kita harus menuntut dijalankannya pemilu yang LUBER dan JURDIL untuk
>dapat dipilihnya wakil rakyat yang representatif dan diakui oleh rakyat
>,karena pemilu hanya sebagai Formalitas semata bagi penguasa untuk dapat
>memperpanjang kekuasaannya.
>
>
>
>Selain itu UU POLITIK yang baru hanyalah sebuah hasil rekayasa dari
>rezim Orde Baru yang masih tersisa,UU Politik tersebut sama sekali jauh
>dari dari prinsip-prinsip Demokrasi.UU Politik yang baru jelas-jelas
>sangat menguntungkan kelompok Status Quo,dimana masih memungkinkan
>munculnya diskriminasi politik.Proses pelaksanaan Pemilu itu sendiri
>masih didominasi oleh kelompok status quo. Maka dari itu, kami dari
>Aliansi Aksi Rakyat Menggugat (ALARM) menuntut:
>
>
>
>BUBARKAN ABRI DI MPR/DPR!
>
>ADILI SOEHARTO DAN KRONI-KRONINYA!
>
>LAKSANAKAN PEMILU DENGAN JURDIL
>
>DAN DEMOKRATIS!
>
>
>
>
>
>BERSATU SEHATI MENUNTUT REFORMASI
>
>
>
>
>
>Jakarta 1 Maret 1999
>
>
>
>
>
>ALARM
>
>Jl. Batu I Gg Arab Blok E. 9
>
>Ph. (021) 794 8541
>
>

Kirim email ke