Wawancara Andi Ghaib dengan Provokator

Cilincung, 30 February 99
(Mingguan TEMPE, Enak Dibacem dan Perlu)

Berikut ini adalah wawancara Andi Gaib, seorang responden TEMPE, dengan
seorang provokator yang belakangan selalu menjadi cover story sebagai
Biang Kerok (huruf e dibaca seperti "keok" bukan "ketok").

Wawancara berlangsung pukul 10.00 WIB di sebuah toko di pasar Cilincung,
Jakarta Utara. Ketika sedang rame-ramenya orang belanja. Namun wawancara
tidak terganggu sama sekali, karena berlangsung di sebuah ruangan
tertutup, terjaga oleh dua orang Dalmas sewaaan. Wawancara berlangsung
unik karena sang provokator tidak mau menampakkan dirinya, sehingga di
antara kami dipasang sebuah tirai kelabu dengan sebuah lubang sebesar
telunjuk.

Berikut ini petikan wawancara kami:

AG: (Andi Ghoib): Siapa nama Anda?
Prov(Provokator): Hari ini S. Doger

AG: Hari ini?
Prov: Ya ...saya sedang menggarap Cilincung. Kemarin di Ambon nama saya
Brigjen eh... Mayjen K(unyuk), dulu ketika di Banyuwangi... nama saya
Oknum, di Tasikmalaya nama saya Aktor Intelektual, di Medan Kambing
Hitam.

AG: Di KTP anda?
Prov. KTP yang mana? Saya punya banyak KTP, kecuali KTP Jakarta. Maaf
....habis mahal biayanya.

AG: Di mana anda lahir? Apakah masa kecil Anda kurang bahagia?
Prov: Saya adalah produk bayi tabung . Konon,  kata orangtua saya, bayi
tabung mempunyai daya hidup yang luar biasa, sangat flexible dan makan
cukup pake sedotan. Masa kecil......ah masa kecil saya normal-normal
saja dan cukup bahagia. Tetapi sedari kecil saya sudah jadi pemimpin.
(provokator ini agak plin-plan, baca pengakuan berikutnya)

(lalu AG terpikir untuk menanyakan tentang tirai kelabu..)
AG:  Mengapa anda menggunakan tirai ini, apa anda takut dipotret?
Prov. Walaupun kalian bisa memotret saya, kalian tak akan mengenal saya.
Saya selalu ber-undercover (menyamar, red), kadang sebagai menteri,
kadang tukang becak, kadang artis dangdut malah pernah jadi tukang
melon. Sudah takdir saya ini maya. Dalam bentuk asli, saya  tak terlihat
oleh mata, tak  tercium hidung, tak tertusuk duri, tak terinjak kaki,
tak terdeteksi McAfee virus scan 4.02 terbaru.

AG. Lalu kenapa anda tampakkan telunjuk anda? (dari lubang kecil di
tirai pemisah, terlihat sebuah telunjuk bergerak-gerak)
Prov: Bagian dari taktik dasar provokator, agar orang-orang berkata "Itu
dia sang provokator, lihat telunjuknya mengarah ke sana..."

AG:  Mengapa anda mau menjadi provokator, berapa bayaran per order?
Prov:  Percayalah... saya sangat kaya. Tapi  adakalanya saya tidak
mendapat order. Kalau begini, saya menyamar menjadi pelayan restoran....
makan gratis.  Tuhan mentakdirkan saya menjadi provokator, maka saya
jalani dengan sukarela dan sepenuh jiwa. Sekedar kepatuhan belaka
Bayarannya hanyalah kepuasan melihat mayat bergelimpangan,
senapan-senapan dikokang, mulut-mulut berkoar-koar dan dada-dada di
busungkan.

AG: Apa agama Anda?
Prov:  Agama saya adalah Kepatuhan alias "Eling".

AG: Baiklah. Nama anda selalu disebut setiap ada kerusuhan. Apakah benar
anda pelakunya?
Prov:  Ooo benar itu. Tanya ke Pak Pangab atau Pak Presiden kalau nggak
percaya. Sudah saya katakan tadi... itu tugas saya.

AG: Apa ya anda membawa senjata ketika bertugas?
Prov: Ya... korek api. Bukan  untuk bangunan, tapi yang paling penting
adalah untuk membakar hati-hati yang hampa agar membara, membakar mata
agar merah menyala, membakar hati para pemimpin kalian dan orang-orang
(yang merasa) besar agar hangus dan menguap itu yang namanya
kemanusiaan. Kalau sudah begitu, ruko, mesjid dan gereja serta kendaraan
menyala dengan sendirinya.

AG. Bagaimana anda bisa melakukan tugas di mana-mana bahkan dalam waktu
bersamaan?
Prov: Hua...ha..ha...! Pertanyaan bodoh. Jangan heran lho.. saya juga
bisa menelusup ke komputer di ruangan berkomputer dalam bentuk binary
walaupun di dalamnya ada Intel

AG. Apa sih sebenarnya pekerjaan asli Anda?
Prov. Ini baru pertanyaan bagus.......orang menyangka bahwa tugas saya
hanya membuat hura-hura,  demon strasi, menyebarkan is(y)u kos(y)ong,
merayu para pemimpin dan mencekik rakyat kecil

AG. Bukannya memang itu tugas anda?
Prov. Kalian manusia memang culas. Tadinya saya sering memprovokasi
orang-orang untuk berbuat baik, menyumbang, bicara jujur, tersenyum.
Namun kalau berhasil, kalian lantas mengklaim " Ini lho aku!" Baru kalau
ada kerusuhan kalian tunjukkan jari kalian ke kami.

AG. Dimana sebenarnya anda tinggal?
Prov.. Di Batu Merah

AG. Di mana itu...
Prov. Di dalam dada kalian....

Wawancara diteruskan, namun tidak bisa dituliskan di sini karena
menyangkut cara kerja provokator (off the record katanya, kecuali ada
yang mampu menyadap)
catatan: kesamaan nama dan tempat tidak di sengaja. Itu ulah
provokator!!!

Pungkas B. Ali
Troy, March 9, 99

Kirim email ke